Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Nostalgia Film ‘Trouble Maker’, Awal Mula Saya Kenal Paman Tat

Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma oleh Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma
1 Maret 2021
A A
Nostalgia Film ‘Trouble Maker’, Awal Mula Saya Kenal Paman Tat terminal mojok.co

Nostalgia Film ‘Trouble Maker’, Awal Mula Saya Kenal Paman Tat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kata orang bijak, setiap orang di dunia ini memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan. Ada yang sejak lahir memang ditakdirkan menjadi pemimpin, influencer, hingga petani. Tanpa maksud memandang mana peran yang lebih hebat daripada yang lain. Akan tetapi, setiap peran tersebut saling mengisi satu sama lain dalam membentuk simpul kehidupan yang kompleks ini. Saya rasa peran semacam itu juga jatuh ke sosok Paman Tat atau biasa dikenal Pamannya Boboho (Ng Man Tat) yang beberapa hari lalu dikabarkan telah meninggal dunia.

Pria yang menutup usia di umur 70 tahun ini sangatlah ikonik mengisi berbagai film China yang selalu diisi dengan humor yang menggelitik perut. Sebagai anak kelahiran 90-an (meski mepet lahir di 1999), saya dulu sering menonton film-film beliau di ANTV. Seingat saya, film-film Boboho selalu disiarkan kisaran jam setengah dua hingga agak sore.

Paman Tat selalu hadir di sana sebagai tokoh orang dewasa yang nggak kalah konyolnya dengan Boboho dan kawan-kawan yang lain. Sejujurnya, terakhir kali saya menonton film-film beliau mungkin sudah beberapa tahun silam. Saat film Shaolin Soccer (2001) ditayangkan entah sudah berapa kali di TransTV. Namun, tetap saja filmnya begitu jenaka dan menghibur.

Mungkin saya bukanlah penggemar yang sudah menonton semua film-film beliau. Saya pun mengakui hanya segelintir dari semua film beliau yang sudah saya tonton, mayoritas saya tonton pada waktu kecil dulu. Akan tetapi, kabar duka meninggalnya paman Tang membuat saya ingin bercerita tentang satu film yang begitu saya ingat hingga sekarang yaitu Trouble Maker (1995).

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus nostalgia, saya coba cari film Trouble Maker kemudian saya tonton ulang setelah sekian tahun. Lantas, saya menulis untuk menceritakan apa saja yang saya dapat selama bernostalgia dengan beliau melalui salah satu filmnya tersebut.

Paman Tat si melankolis

Jika ada yang lupa ataupun belum mengenal film Trouble Maker, saya coba ceritakan sedikit tentang film ini agar nggak spoiler banget. Film ini bercerita tentang paman Tat seorang penjaga sekolah yang sehari-hari nyambi kerja serabutan untuk mengumpulkan sedikit uang agar bisa dibelanjakan seikat bunga di toko bunga yang dimiliki seorang perempuan cantik yang tuna netra.

Ia terus membeli bunga tersebut sembari berbohong bahwa ia merupakan orang kaya nan tampan. Uniknya, setiap bunga yang dibeli paman Tat selalu diberikan kembali ke si penjual itu. Kalau kata anak zaman sekarang sih sebagai ucapan, “Terima kasih sudah berjuang untuk hari ini”. Tentu si penjual sangat senang dengan pemberian tersebut dan tampak ada sedikit bibit romansa di dalamnya.

Singkat cerita Paman Tat bertemu dengan Sang (Boboho) si anak gemas yang usil ini. Mereka mulai bekerja bersama, mengerjai polisi bersama, dan ya layaknya anak-bapak yang sangat akur. Sampai di satu titik, Paman Tat termotivasi untuk mencarikan uang guna mengobati kebutaan yang diderita oleh si penjual dan di sinilah cerita utamanya dimulai.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Cerita bermula dari keberadaan kelas 5D yang terkenal sangat bandel dan bobrok. Sampai-sampai semua guru yang pernah mengajar kelas tersebut dipajang fotonya sebagai “bentuk penghormatan” telah mau mengajar mereka. Nggak peduli itu guru baru atau kepala sekolah sekalipun, semuanya kena ulah jahil dan kejam mereka. Saking putus asanya, kepala sekolah menawarkan gaji yang begitu besar bagi siapa pun yang mau menjadi guru mereka dan mampu membantu mereka untuk mendapatkan hasil ujian yang bagus.

Melihat kesempatan ini, Paman Tat sedikit berminat karena melihat nilai gaji yang fantastis itu dan berharap dapat memberikannya ke si penjual bunga. Akan tetapi, ia sadar bahwa masuk ke kelas 5D sama dengan bunuh diri. Akhirnya, dengan sedikit dorongan dari si Boboho, mereka belajar kungfu dengan segala ke absurdannya dan kembali dengan percaya diri untuk mengajar para berandalan kelas 5D.

Paman Tat yang Jenaka sekaligus penuh pesan moral

Seingat saya, hampir semua film yang diaktori beliau memiliki suatu kesamaan yaitu unsur jenakanya terlihat mendominasi, tetapi hampir selalu ada nilai moral yang tersimpan di dalamnya. Saya baru tersadar saat sudah dewasa dan mengingat film-film beliau yang pernah saya tonton. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menonton ulang film Trouble Maker ini.

Benar saja, sisi melankolis Paman Tat dan kombinasi konyolnya dengan Boboho, tak berhenti membuat saya nyengir dan sesekali tertawa terbahak-bahak. Padahal film ini umurnya bahkan lebih tua dari saya. Dan sosok Paman Tat di sini diperlihatkan mampu mendorong sekaligus mengubah para berandalan kelas 5D menjadi sosok yang lebih baik dan mampu mencapai hasil ujian yang baik. Tentu dengan semua metode pembelajaran aneh dan lucu yang diperlihatkan.

Kalimat, “Tidak ada orang bodoh sejak lahir yang ada enggan berusaha,” terlihat dalam film ini. Upaya keras Paman Tat untuk mengubah para siswa kelas membuahkan hasil manis, bahkan bukan sekadar nilai yang berubah, kepribadian mereka pun berubah menjadi lebih baik.

Penggambaran kedekatan Boboho dan Paman Tat pun diperlihatkan begitu kental, meski nggak ada hubungan darah sama sekali. Terakhir, dalam film ini kita diperlihatkan bahwa kedermawanan merupakan hal yang sangat mahal, meski terkadang dibalas dengan hal yang nggak sesuai harapan. Tetapi, tetap saja namanya hal baik akan terus menjadi hal baik.

Terima kasih Paman Tat, telah hadir dan menghibur saya dan banyak orang lainnya.

Sumber Gambar: YouTube Miramax

BACA JUGA Daftar Kombinasi Tokoh Anime yang Cocok Jadi Paslon Kepala Daerah dan tulisan Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Paman TatTrouble Maker
Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma

Daffa Prangsi Rakisa Wijaya Kusuma

Pemerhati isu hukum dan sosial yang suka nonton film dan baca buku.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

Universitas Terbuka, Jalan Terbaik Menuntaskan Mimpi yang Pernah Begitu Mustahil untuk Diraih

25 Januari 2026
Jogja Nggak Berubah Itu Bullshit! Cuma Omong Kosong Belaka! (Unsplash)

Ironi Remaja Kota Jogja: Fasih Misuh dengan Bahasa Jawa, tapi Sulit Bicara Pakai Bahasa Jawa Krama

25 Januari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Saya Setuju Usulan Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas Lebih Baik Dirobohkan Saja

Saya Setuju Teras Cihampelas Dirobohkan, dan Tata Lagi Jalan Cihampelas agar Jadi Lebih Menarik

28 Januari 2026
Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

Bayu Skak dan Film Ngapak Banyumas: Mengangkat Martabat atau Mengulang Stereotipe Buruk?

26 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe
  • Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup
  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.