Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nggak Masalah Magelang Nggak Punya Bandara, Memang Nggak Perlu

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
25 Januari 2025
A A
Nggak Masalah Magelang Nggak Punya Bandara, Memang Nggak Perlu

Nggak Masalah Magelang Nggak Punya Bandara, Memang Nggak Perlu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Proses pembangunan yang lama

Taruhlah uang untuk membangun bandaranya sudah ada. Entah dari mana pun itu. Tapi, proses pembangunan bandara kan lumayan lama.

Mulai dari mendapatkan izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan. Belum lagi proses pembebasan lahannya. Terakhir proses pembangunan bertahap. Lama proses pembangunannya saja bisa sampai lima tahun lebih, lho.

ADVERTISEMENT

Sudah ada banyak bandara di sekitar Magelang

Sebenarnya hal ini sudah disampaikan Mbak Intan dalam tulisannya. Di sekitar Magelang ada beberapa bandara. Sebut saja Bandara YIA Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Boyolali, dan Bandara Ahmad Yani Semarang.

Menurut Mbak Intan, ketiga bandara tersebut waktu tempuhnya nggak lama kok dari Magelang. Sekitar 1,5-3 jam doang. Medan perjalanan dari bandara-bandara tersebut ke Magelang pun terbilang aman. Lantas buat apa Magelang punya bandara lagi?

Khawatir bandaranya sepi

Saya rasa kalian pernah mendengar nama Bandara Kertajati. Bandara yang mulai beroperasi pada 2018 ini lebih sering didengar kabar negatifnya ketimbang positifnya. Mulai dari bandara yang sepi, biaya operasional yang tinggi sampai sempat ditinggalkan beberapa maskapai.

Mau tak mau pemerintah memutar otak untuk membuat bandara ini ramai. Salah satu caranya dengan memindahkan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Kertajati. Selain itu, pemerintah juga sudah meresmikan Tol Cisumdawu yang menghubungkan Bandung-Majalengka.

Saya khawatir jika bandara dibangun di Magelang bakal meneruskan jejak Kertajati. Kan eman-eman banget, Gaes. Sudah anggarannya mahal dan pembangunannya lama, eh, malah sepi penumpang.

Cukup menyediakan transum terintegrasi dari bandara dan stasiun di DIY menuju Magelang

Saya tahu dengan adanya bandara akan mempermudah akses wisatawan ke Magelang. Sehingga membuat peluang tempat wisata di sana menggeser DIY sebagai favorit wisatawan semakin besar. Namun, saya punya solusi yang lebih terjangkau.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Mendingan Pemda Magelang buat transum terintegrasi dulu. Bukan hanya di dalam kota, tapi terintegrasi dengan bandara dan stasiun di DIY. Misalnya seperti Bandara YIA, Stasiun Tugu Yogyakarta, dan Stasiun Lempuyangan.

Sebenarnya saat ini sudah ada Damri dari Magelang ke bandara dan stasiun yang ada di DIY dan sebaliknya. Tapi jadwal dan armadanya masih terbatas.

Nah, kalau transum terintegrasi dari bandara dan stasiun di DIY ke Magelang diperbaiki, kemungkinan wisatawan berminat ke sana semakin tinggi. Biaya yang dianggarkan juga nggak sebanyak buat bandara. Ditambah waktu eksekusinya juga bisa jauh lebih cepat ketimbang bandara.

Warga Magelang yang turun dari bandara dan stasiun DIY pun senang dapat kemudahan akses untuk pulang ke kota tercintanya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Bangunan Ikonik dan Menyimpan Sejarah Panjang di Kota Magelang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2025 oleh

Tags: bandarakabupaten magelangKota Magelangmagelang
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

4 Desa di Magelang yang Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Desa di Magelang yang Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

20 Desember 2024
Mungkid Ibu Kota Kabupaten Magelang, tapi Kalah Maju sama Kecamatan Mertoyudan

Mungkid Ibu Kota Kabupaten Magelang, tapi Kalah Maju sama Kecamatan Mertoyudan

28 Mei 2025
Trio Plaza, Tempat Belanja Favorit Warga Kota Magelang Mojok.co

Trio Plaza, Tempat Belanja Favorit Warga Kota Magelang

14 Agustus 2024
Bojong, Daerah Terbaik untuk Menepi di Tengah Kota Magelang yang Kian Menyebalkan Mojok.co

Bojong, Daerah Terbaik untuk Menepi di Tengah Kota Magelang yang Kian Menyebalkan

21 Juli 2024
Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis Mojok.co

Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis

21 Februari 2024
Magelang Bukan Tempat yang Cocok untuk Slow Living (Unsplash)

Magelang Bukan Tempat yang Cocok untuk Slow Living, Tolong Hentikan Cita-citamu Itu

21 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.