Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

Dinas Bayu Aji oleh Dinas Bayu Aji
6 November 2025
A A
Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak nama unik di dunia ini. Misalnya Anti Dandruf, Honda Suzuki Impalawati, Lalu Dunia Pun Tersenyum. Dan, saya adalah bagian dari sedikit manusia di planet bumi ini yang memiliki nama unik yang sering bikin orang terkecoh: Dinas.

Perkenalkan, saya Dinas Bayu Aji. Ya, Anda tidak salah baca. Saya bukan “DIMAS” tetapi saya adalah “DINAS”.

Satu hal paling bikin badmood adalah ketika berkenalan dengan orang baru. Ada banyak cerita menyebalkan tentang nama saya. Khususnya ketika berkenalan dalam dunia formal karena harus menyebutkan nama lengkap.

Mau dinas ke mana?

“Dinas ke mana?” itu adalah guyonan yang sering dilontarkan oleh orang yang baru mengenal saya. Saya tidak tersinggung. Wong dunia ini memang tempatnya lucu-lucuan.

Terakhir, orang yang sering melontarkan guyonan seperti itu adalah dosen saya. Setiap kali ngabsen dan ketika sampai di urutan nama saya, beliau selalu nyeletuk, “Mas Dinas mau dinas ke mana?” Lalu seperti biasa, teman saya sekelas akan tertawa.

Selama satu semester, sebanyak 16 pertemuan, tak sekali pun beliau lupa dengan celetukan seperti itu. Saya bahkan sempat berpikir bahwa mungkin saja teman-teman sekelas hanya pura-pura ketawa untuk menghargai sang dosen. Mengingat jokes tersebut selalu dilontarkan tiap pertemuan.

Tiga tahun dipanggil “Dimas” oleh guru sendiri

Gimana perasaanmu dengan orang yang seharusnya sangat mengenalmu, justru untuk sekadar manggil nama saja salah? Parahnya lagi, salahnya gak cuma sekali atau dua kali, tapi berkali-kali selama tiga tahun. Sakit nggak, tuh?

Baca Juga:

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

Duka 22 Tahun Hidup dengan Nama “Karisma”, Nama yang Tidak Terlalu Pasaran tapi Selalu Jadi Sasaran!

Itulah yang saya rasakan ketika saya masih SMP. Guru saya, sebut saja beliau dengan sebutan “Pak Doni”, selalu memanggil saya “Dimas”. Padahal berkali-kali beliau mengabsen tulisannya juga “Dinas”.

Dugaan saya, kekeliruan Pak Doni dalam penyebutan nama saya ini terjadi karena…

Pertama, beliau adalah guru yang sudah sepuh. Mungkin saja karena matanya agak rabun makanya huruf N dikira M.

Kedua, “Dinas” bukanlah kata yang lazim digunakan sebagai nama orang. Jadi, mungkin saja beliau sebenarnya tahu kalau tulisannya “Dinas”, bukan “Dimas”. Namun karena itu tidak lazim, beliau mengira itu hanya typo. Lebih tepatnya, beliau mengira itu adalah typo yang berkepanjangan. Soalnya dari kelas 7 sampai kelas 9 tertulis “Dinas”.

Dikira typo dengan argumen yang logis

Waktu kuliah, ada teman saya yang pernah mengeluarkan teori konspirasinya mengenai nama saya. Dia bilang, “Ji, aku yakin sebenarnya bapakmu memberi kamu nama Dimas, tetapi yang membuat akte kelahiran typo.”

“Kok kamu bisa seyakin itu?” tanya saya penasaran.

“Soalnya di keyboard, huruf N dan M itu berdekatan. Jadi, kemungkinan besar terjadi salah ketik,” jawabnya dengan raut muka penuh keyakinan.

Saya hanya tertawa mendengarnya. Dan saya pikir, itu argumentasi yang logis.

Namun kebenarannya tidak begitu. Nama saya memang Dinas, bukan Dimas. Saya sudah mendengarkan kebenaran ini dari bapak saya sendiri. Alasannya apa? Nanti dulu, sabar. Di subjudul selanjutnya akan saya jelaskan. Pada subjudul ini saya fokus ke cerita teori konspirasi kawan saya saja.

Sekali lagi, nama saya bukan Dimas!

Sekali lagi, melalui Terminal Mojok, saya akan umumkan pada dunia: Saya bukan Dimas. Jadi jika suatu saat kalian bertemu orang baru, dan orang itu adalah Dinas Bayu Aji, wah, selamat, berarti Anda orang yang beruntung. Anda telah bertemu dengan salah satu kontributor Mojok.

Nggak perlu merasa salah dengar lalu bertanya, “Dinas atau Dimas, ya?” Percayalah, di dunia ini ada orang yang memiliki nama “Dinas”.

Awalnya saya sempat minder dengan nama ini. Namun setelah saya tanyakan ke si pembuat nama alias bapak saya sendiri, ternyata maknanya luar biasa keren. Cara bapak saya dalam menjelaskan pun saya rasa tak kalah keren untuk ukuran orang yang hanya tamatan SMP.

“Dinas Pendidikan berarti tempat layananan pendidikan. Dinas Kebersihan berarti tempat layanan kebersihan,” katanya. “Berarti, Dinas adalah tempat layanan, mengatur, atau mengelola,” lanjutnya.

Saya mengangguk kemudian bertanya, “Kalau Bayu?”

“Bayu berasal dari bahasa Sansekerta artinya angin. Angin itu kuat,” jawabnya.

“Angin kan bisa merusak,” sanggah saya.

“Betul, tapi kamu adalah angin yang aji. Aji itu mulia. Mulia berarti bermanfaat bagi manusia lainnya. Jika diartikan secara keseluruhan, Dinas Bayu Aji berarti orang yang memiliki kekuatan untuk memberi manfaat bagi orang lain,” papar bapak saya.

Setelah percakapan itu, tiba-tiba saya merasa bangga sekali dengan nama saya. Ternyata, nama saya bukanlah nama abal-abal yang kosong akan makna. Nama saya menyimpan harapan besar dari orang tua.

Sebenarnya perihal orang lain menganggap nama saya typo, dibuat guyonan seperti “Mau dinas ke mana?” saya sama sekali tidak sakit hati. Justru dengan keunikan ini banyak orang baru yang saya jumpai dapat dengan mudah mengingat nama saya. Bahkan beberapa dosen bisa menyapa saya ketika bertemu lantaran mengingat nama saya yang mungkin bagi mereka terdengar unik.

Bersyukur diberi nama unik

Pada akhirnya saya bersyukur diberi nama Dinas Bayu Aji. Tau kenapa? Karena saya pernah gooling “Dimas Bayu Aji”. Hasilnya banyak sekali muncul foto orang yang berbeda-beda.

Saya jadi mikir, meski tak pernah bikin skripsi, mungkin bapak saya memegang teguh prinsip: Jika membuat sebuah produk baru, harus berbeda dari produk-produk yang pernah ada. Karena itu akan menjadi kebaruan (novelty) dari produk yang kamu ciptakan. Ah, keren sekali.

Penulis: Dinas Bayu Aji
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Punya Nama Lengkap Hanya Satu Kata Ternyata Merepotkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2025 oleh

Tags: arti namaasal usul namaejaan namamemberi nama anaknamanama anakNama Anehnama orangnama unik
Dinas Bayu Aji

Dinas Bayu Aji

Fresh graduate Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Malang yang merantau di Malang; bekerja dan hidup pas-pasan; suka menulis isu pendidikan, dan sosial.

ArtikelTerkait

nama anak indonesia diambil dari nama 25 nabi islam muslim indonesia sensus penduduk 2020

Dua Nama Anak yang Diprediksi Paling Jarang Muncul di Sensus Penduduk 2020

9 April 2020
Evolusi Nama Orang Jawa_ Mulai dari Paijo hingga Vairus Abdul Covid terminal mojok

Evolusi Nama Orang Jawa: Mulai dari Paijo hingga Vairus Abdul Covid

22 April 2021
4 Alasan Nama Agus Nggak Bakal Punah dari Muka Bumi Mojok.co

4 Alasan Nama Agus Nggak Bakal Punah dari Muka Bumi 

8 Agustus 2024
Panduan Memberi Nama Anak yang Baik dan Benar

Panduan Memberi Nama Anak yang Baik dan Benar

29 Januari 2022
nama kebarat-baratan

Kelihatannya Doang Keren, Aslinya Punya Nama Kebarat-baratan Sering Bikin Repot

21 April 2020
6 PTN yang Namanya Kerap Disalahpahami

6 PTN yang Namanya Kerap Disalahpahami

13 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

Laweyan Solo, Kecamatan yang Jarang Dibicarakan padahal Nggak Kalah dari Banjarsari

8 Januari 2026
Nostalgia Rute KRL Paling Berkesan di Jabodetabek (Unsplash)

Rute KRL Paling Berkesan di Jabodetabek: Rute Stasiun Duri-Stasiun Sudirman yang Mengingatkan Saya Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.