Menilik Kekuatan IPDN, IKOPIN, ITB Jatinangor, dan UNPAD: Jika Mereka Tawuran

Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’

Kuliah di salah satu kawasan pendidikan terkadang membuat saya merasa beruntung. Sebab, saya bisa kenal dengan berbagai mahasiswa dari kampus lain (padahal mah sebetulnya nggak gitu juga, sih). Dan yang terpenting saya bisa leluasa mencari “teman spesial” yang sefrekuensi.

Selain itu, saya bisa ikut berbagai kegiatan seperti lomba di kampus tetangga. Kalau ada event besar pun saya dan kawan-kawan organisasi biasanya selalu memanfaatkan hal tersebut buat jualan ngumpulin dana proker.

Saya sendiri kuliah di UNPAD yang letaknya ada di Jatinangor (bukan Bandung). Banyak calon mahasiswa baru UNPAD yang menyangka bahwa kampus saya itu letaknya di Kota Bandung. Padahal mah letaknya di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Kecamatan cuy, bukan kota hahaha.

Letak kampus saya sendiri berdekatan dengan tiga kampus lainnya. Di paling utara berdiri dengan megahnya kampus IPDN, diikuti oleh kampus IKOPIN, lalu diikuti oleh ITB cabang Jatinangor. Dan yang paling akhir alias buncit ada kampus saya, UNPAD. Sebenarnya di daerah Sumedang ke sana masih banyak kampus. Namun yang benar-benar berdekatan ya empat kampus itu.

Lalu bagaimana jika keempat kampus tersebut melakukan suatu kegiatan bertarung di jalanan sambil bawa alat-alat praktikum, pake topi PAT , bawa uang koperasi, sampai bawa ventilasi? Untuk melihat peluang keempat kampus tersebut dalam memenangkan pertarungan, mari kita lihat kekuatan dan statistik masing-masing kampus.

#1 IPDN

IPDN mempunyai kepanjangan Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Konon katanya, hanya anak-anak pejabatlah yang bisa masuk kampus kedinasan yang berada di lingkungan Kemendagri ini. Saya sendiri nggak tahu benarnya, tapi saya punya kok teman yang bukan dari keluarga pejabat bisa masuk kampus keren ini.

Selama saya kuliah di Jatinangor dan bepergian ke luar kampus, saya sering sekali melihat anak-anak IPDN. Mereka hampir ada di setiap sudut Jatinangor berjalan dengan gagahnya tanpa senyum. Ditambah badan yang begitu kekar, rambut lelaki botak semua, rambut wanita dikuncir semua kecuali yang berkerudung, kerudungnya pun dimasukkan dalam baju. Kadang, di hari libur pun saya masih mendapati mahasiswa IPDN pakai kemeja kremnya.

Pokoknya gampang banget nemuin anak IPDN. Selain pakaiannya yang sudah khas menggunakan kemeja krem yang begitu ketat ketika dipakai. Saya sering lihat anak-anak IPDN beli buku di toko buku loak sekitar kampus saya.

Dari yang saya lihat, sepertinya mahasiswa IPDN itu sedikit tertutup tapi sering jalan-jalan santai. Soalnya hampir setiap hari saya selalu ketemu anak IPDN ini jalan-jalan santai di sudut-sudut Jatinangor. Kalau mereka ikut bertarung melawan ketiga kampus tetangganya, mungkin mereka akan malu-malu kucing, tapi sekali ‘hajar’ musuh langsung cabut.

#2 IKOPIN

Kampus IKOPIN (Institut Manajemen Koperasi Indonesia) sangat dekat dengan kampus IPDN. Kalau saya duduk diam di sekitar kampus saya, saya nggak bakalan bisa ngebedain mana anak UNPAD dan mana anak IKOPIN. Soalnya beda dengan IPDN atau STAN, anak IKOPIN pakaian kampusnya ya pakaian biasa sehari-hari mahasiswa pada umumnya.

Tapi kalau saya sudah jalan ke daerah kampus IPDN buat jalan-jalan santai atau sekadar nyari makan, barulah saya bisa tahu mana anak IKOPIN. Bagi saya, anak IKOPIN itu agak santai dan juga baik-baik orangnya sekaligus misterius. Cakep-cakep pula.

Saya sendiri punya teman anak IKOPIN yang kerja part time di tempat teman saya (anak UNPAD) bekerja. Dia orangnya baik banget, murah senyum, sering nganterin teman saya pulang kerja, dan lumayan cakep (walaupun kami sama-sama cowok). Dan dari gerak-geriknya juga sedikit misterius sih.

Jika IKOPIN turun ke lapangan untuk ikut tawuran, sepertinya kampus IKOPIN ini akan sedikit unggul dari kampus IPDN. Melalui perhitungannya yang matang (karena sebagian besar prodi di IKOPIN berhubungan dengan akuntansi, keuangan, & manajemen) sekaligus keramahan yang diselipi kemisteriusannya. Para mahasiswa IKOPIN bisa menyusun rencana yang nggak bakal bisa diduga.

#3 ITB Jatinangor

ITB (Institut Teknologi Bandung) cabang Jatinangor baru mulai berdiri pada tahun 2010, pas saya masih kelas 5 SD. Kampus pusatnya ada di kota Bandung. Yang berarti sebagian besar mahasiswanya ada di kampus utama Bandung. Sementara kampus yang berada di Jatinangor hanya menyelenggarakan beberapa program studi tertentu saja.

Dari kedua kampus yang sudah saya ceritakan tadi, anak ITB Jatinangor lah yang sangat sulit saya temui. Bagaimana tidak, sekitar kampusnya saja sudah sepi kaya kota mati. Yang ada di situ hanya dua satpam penunggu gerbang. Meskipun sering lewat situ, saya hampir nggak pernah ngeliat lalu lalang mahasiswa masuk ke kampusnya. Apa iya anak ITB Jatinangor itu punya kekuatan goib? Ah, masa, sih?

Sampai detik ini, selama saya ngampus di UNPAD, belum pernah sekali pun ketemu anak ITB Jatinangor di Jatinangor ataupun main ke kampus saya. Bahkan saya ketemu sama anak ITB Jatinangor saja ya waktu saya ada acara di ITB Ganesha alias di kampus utamanya. Dari perkenalan saya di kampus utama itu, menurut saya anak ITB Jatinangor itu baik dan murah senyum tapi punya mimik wajah yang agak misterius.

Dari aspek tersebut, saya bisa katakan bahwa anak ITB Jatinangor itu susah ditebak dan jauh lebih misterius daripada anak IKOPIN dan jauh lebih tertutup dari anak IPDN. Jika turun ke lapangan, mungkin anak ITB Jatinangor nggak akan terdeteksi. Tapi kalau udah pada bubar, sepertinya anak ITB Jatinangor baru bisa terlihat.

#4 UNPAD

Paling ujung dari ketiga kampus tadi tak bukan dan tak lain adalah UNPAD alias Universitas Padjadjaran. Kecamatan Jatinangor ini adalah kampus utama UNPAD, jadi bisa dibilang massanya pun lebih banyak dibanding ketiga kampus tadi. Kita bisa menemukan berbagai sosok di UNPAD ini. Mulai dari yang botak, murah senyum, baik, cakep, pakaian ngetat, mimik wajah nakal, misterius, sampai yang goib-goib pun ada di sini.

Lantaran sebagai kampus utama, semua program studi ada di kampus ini. Mengenai massa? Nggak usah ditanya lagi, deh. Bejibunnn banget. Mulai dari Sabang sampai Merauke berkumpul di kampus ini.

Kalau UNPAD disuruh turun ke lapangan buat tempur sama ketiga kampus tadi? Nggak usah saya jawab di sini kali, ya. Kalian bisa menerka-nerka sendiri lah ya jawabannya, siapa yang paling unggul dari berbagai segi dan sudut pandang. Bahkan UNPAD sendiri udah nyiapin arenanya sendiri: GOR JATI.

Udah ah sampai di sini aja, nanti tawuran beneran, lagi! Saya kan hanya membayangkan saja, bukan mengajak atau manas-manasin. Dengan kekuatan yang saya sebutkan di atas, mending sih, jangan tawuran, tapi bikin program kerja yang kolaboratif aja. Kalau ini mah, yuk cus!

BACA JUGA Masuk Kuliah: Saatnya Salah Jurusan atau tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version