Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah (unsplash.com)

Tidak pernah terbesit di benak saya sebelumnya ada pekerjaan bernama jasa war tiket konser. Menurut saya, jasa ini tidak layak dijadikan pekerjaan. Bagaimana bisa disebut pekerjaan kalau tugasnya begitu gampang, ngeklik beberapa tombol, antre, dan bayar. 

Ternyata saya salah. 

Jasa war tiket konser yang saya anggap sebelah mata itu ternyata ribet. Saya menyaksikan sendiri bagaimana kerja teman kantor yang buka jasa war tiket konser. Kini saya paham kenapa jasa ini kian menjamur dan bisa meraup cuan besar. 

Menyaksikan cara kerja jasa war tiker konser

Teman kantor saya membuka jasa war tiket konser Arirang BTS. Sistem yang dia terapkan sederhana saja. Orang yang ingin menonton konser tersebut bisa titip  pembelian tiket kepadanya.

Apabila teman saya berhasil mendapatkan tiketnya, dia akan mendapat fee Rp500.000 per tiket. Teman saya cerita dalam satu event besar, dia bisa membantu mendapatkan sekitar sepuluh tiket.

Dengan fee ratusan ribu rupiah per tiket, penghasilannya bisa mencapai jutaan rupiah hanya dari satu periode penjualan.

Penasaran, saya coba membantu di jasa war tiket konser ini. Teman saya memberikan arahan yang sederhana. Saya harus standby di depan laptop jam 12 siang dan membuka laman penjualan tiket. Tidak lupa pastikan koneksi internet lancar

“Tinggal buka halaman ini. Nanti jam 12 antreannya muncul otomatis,” begitu kata dia. 

Saya pikir selesai sampai situ. Ternyata tidak, begitu antrean muncul, saya langsung melihat angka yang bikin melongo. Sepuluh ribu! Awalnya saya mengira itu sudah parah. Lalu saya membuka lama penjualan tiket itu di tab lain. Layar menunjukkan angka 70.000! 

Lebih mengejutkan lagi, teman-teman kantor lain yang ikut membantu teman saya mendapatkan nomor antrean yang jauh lebih besar.  Ada yang 300.000, 500.000. 

Kata teman saya, itu biasa. Saat membuka jasa war tiket konser Blackpink, antreannya bisa mencapai jutaan orang. Jujur, saya kaget. 

Nomor antrean kecil  belum tentu menang

Ada satu hal yang saya pelajari dari membantu jasa war tiket konser. Ternyata, antrean awal atau nomor antrean kecil bukan jaminan berhasil. 

Saya sempat mendapat nomor antrean sekitar 10.000. Dalam pikiran saya, “Nah, ini pasti aman.” Ternyata tidak. Setelah berhasil masuk ke halaman pembelian, saya masih harus memilih kategori tiket.

Masalahnya, halaman tersebut terus menunjukkan tanda memuat ulang. Kadang muncul, hilang, bahkan eror.  Situasi itu berlangsung hampir sepuluh menit. Dan pada akhirnya? Saya terlempar keluar.

Mau tidak mau saya harus masuk antrean lagi dari awal. Ketika sistem memberikan nomor antrean baru, saya hanya bisa tertawa miris. Antrean menunjukkan angka 700.000. Rasanya seperti sedang bermain ular tangga dan baru saja digigit ular terbesar di papan permainan.

Antre 2 jam dan tidak dapat apa-apa

Hal lain yang saya sadari ketika membantu kawan saya adalah, jasa war tiket ternyata punya risiko besar. Dari jam 12 sampai hampir jam 2 siang, kami mencoba berbagai akun dan berbagai perangkat.

Hasilnya? Tidak dapat satu tiket pun. Nol. Kosong. Gagal total.

Untungnya pelanggan tidak dirugikan karena sistem pembayaran biasanya dilakukan setelah tiket berhasil diperoleh. Kalau gagal, ya tidak dibayar. Artinya, penyedia jasa war bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa mendapatkan penghasilan sama sekali.

Saya jadi sadar bahwa fee ratusan ribu rupiah itu bukan dibayar untuk satu kali klik. Fee itu dibayar untuk proses yang panjang. 

Dari obrolan dengan teman saya, ada satu hal menarik lagi. Katanya, beberapa kenalannya yang bekerja di perusahaan teknologi besar justru punya tingkat keberhasilan lebih tinggi.

Alasannya sederhana. Koneksi internet mereka jauh lebih stabil dan cepat. Entah seberapa besar pengaruhnya secara teknis, saya tidak bisa memastikan.

Akan tetapi, dari pengalaman hari itu, saya jadi percaya bahwa perbedaan beberapa detik saja bisa menentukan nasib. Di dunia jasa war tiket, internet cepat bukan lagi fasilitas, tapi modal usaha.

Jasa war tiket itu usaha berbasis kepercayaan

Semakin lama mendengar cerita teman saya, semakin saya sadar bahwa nilai terbesar dari bisnis ini bukan kemampuan mendapatkan tiket melainkan kepercayaan. Di dunia percaloan tiket, punya reputasi yang tidak selalu bagus. Banyak kasus penipuan. Banyak orang mengaku bisa mendapatkan tiket lalu menghilang.

Ada yang membawa kabur uang pelanggan, menjual tiket palsu, hingga menjanjikan tiket yang ternyata tidak pernah ada. Karena itulah teman saya tidak banyak beriklan. Sebagian besar pelanggan datang dari rekomendasi mulut ke mulut.

Dari teman ke teman. Dari pelanggan lama ke pelanggan baru. Dalam bisnis ini, reputasi jauh lebih berharga daripada laptop mahal atau internet cepat. Sekali saja kepercayaan hilang, bisnisnya bisa langsung selesai.

Berkat membantu jasa war tiket teman saya, kini saya punya pandangan berbeda terhadap usaha satu ini. Tidak lagi menyepelekan, saya malah salut mereka bisa memanfaatkan peluang.  Mereka tahu betul orang-orang akan rela membayar jasa yang mahal demi antre tiket.  

Penulis: Andry Setyawan
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mau Sukses War Tiket Konser Idola Kesayangan? Ini Tips dan Triknya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version