Melihat Ke-selow-an Kaesang sebagai Kunci Mendinginkan Panasnya Medsos

selow

selow

Beragam karakter pengguna media sosial (Medsos) dapat kita temui jika menelusuri jejaring Medsos apapun. Salah satu karakter paling menyebalkan ya tentu saja pengguna medsos yang suka nyinyir. Namun ada yang unik belakangan ini, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep tetap selow bahkan menawarkan jualannya ke pengguna medsos yang nyinyirin Pak Jokowi di twitter.

Kaesang tidak menegur atau mendiamkan cuitan akun twitter itu, ia malah membuat situasi yang seharusnya panas itu menjadi adem bahkan menjurus jadi lucu. Kaesang dengan santainya membalas cuitan penuh amarah netizen twitter itu dengan menawarkan produk miliknya kepada netizen itu. Pengikut Kaesang di twitter tentu saja membuat situasi itu menjadi semakin lucu dengan membercandai lagi postingan “promosi” dari Kaesang itu.

Menarik jika melihat ke-selow-an  Kaesang dalam menanggapi berbagai postingan bernuansa negatif yang menghampiri dirinya dan keluarganya. Bagi sebagian orang, jika dirinya dinyinyirin dengan nada kasar pastilah merasa sangat jengkel. Apalagi ketika seseorang mengatai bapak kandung kita, rasa amarah pasti memuncak. Saya sangat yakin, Kaesang juga pasti memiliki perasaan marah ketika “diserang” dengan kata tak mengenakkan. Namun menariknya dan patut kita turuti adalah bagaimana Kaesang mengolah situasi tidak mengenakkan itu menjadi sebuah lelucon, bahkan menyisipkan promosi dagangannya.

Situasi yang dibuat Kaesang itu menjadi bernilai karena ia adalah seorang public figure, terlebih lagi merupakan anak kandung orang nomor satu di negeri ini. Berbagai tindak tanduknya akan menjadi sorotan banyak orang bahkan juga menjadi contoh. Terutama karena ia masih muda dan merupakan anak kandung generasi milenial, pewaris media sosial dan keriuhannya.

Di tengah keriuhan medsos yang sangat mudah mengeluarkan caci maki dan mudah menyulut emosi, Kaesang malah meredam situasi tak mengenakan dengan cara yang elegan sekaligus bisa menyerang balik tanpa terkesan melukai perasaan orang lain secara terus terang. Mungkin Kaesang juga pernah terlihat marah, para pengikutnya di twitter menganggap Kaesang marah ketika ia tidak lagi menggunakan seluruh huruf kapital dalam postingannya.

Situasi itu pernah terjadi saat seorang membuat usaha dan menggunakan nama yang hampir mirip dengan Sang Pisang. Kaesang menampakkan ketidaksukaannya di medsos. Namun setelah terkonfirmasi, Kaesang bukan mau menggugat atau membuat malu orang itu. Bahkan saran menggugat yang banyak disarankan netizen tidak dilakukannya dengan alasan hanya untuk mengedukasi.

Kaesang yang notabene merupakan anak Presiden mencitrakan dirinya sebagai sosok yang selow di media sosial. Bahkan ia bisa santai saja ketika netizen mengedit foto dan “mengolok-olok” dirinya, dan malah Kaesang menimpalinya dengan postingan yang bikin situasi jadi makin lucu. Ke-selow-an itulah yang seharusnya kita bisa ikuti dalam ber-medsos dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun-tahun belakangan ini hoaks dan ujaran kebencian membanjiri media sosial. Seseorang bisa dengan mudah mengeluarkan makian kepada orang lain, bahkan kepada seorang tokoh yang seharusnya dihormati. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang diharapkan mengontrol itu, tidak benar-benar efektif dan sering kali menjadi bumerang bagi kebebasan berekspresi.

Tokoh-tokoh penting yang memiliki pengikut di akun medsos dan simpatisan di dunia nyata tidak turut mendinginkan situasi. Tak jarang mereka ikut-ikutan bikin situasi medsos menjadi kian panas. Ketika hadir sosok yang bisa membuat situasi panas menjadi seketika adem, tentu saja menyenangkan.

Di kehidupan nyata kita bisa saja bertemu dengan situasi sulit dan kerap kali memancing amarah. Kita dituntut untuk mengelola emosi agar tidak menjadi petaka bagi diri sendiri. Cara Kaesang mengelola akun medsosnya menarik untuk ditiru. Sebagaimanapun peliknya masalah yang dihadapi, cukup direspon dengan lelucon dan santai.

Kadang kala ketika kita jenuh dan penat dengan situasi pekerjaan dan kehidupan sosial, kita ingin menenangkan diri sambil main medsos. Namun postingan hoaks dan ujaran kebencian malah merajalela, membuat diri kita makin penat dan emosi menjadi gampang tersulut.

Jika saja diri kita masing-masing bisa menggunakan akun medsos dengan bijak sambil tetap selow dalam merespon berbagai ujaran nyinyir, sedikit banyak akan membuat adem dunia per-medsos-an. Ke-selow-an yang ditampilkan Kaesang bisa menjadi kunci pendingin bagi medsos yang semakin riuh dan kerap menyebarkan api kebencian ini.

Exit mobile version