Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Martabak HAR: Kuliner Palembang Sejak 1947 yang Layak Mendapat Sorotan, Jangan Pempek Melulu!

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
9 Agustus 2024
A A
Martabak HAR: Kuliner Palembang Sejak 1974 yang Layak Mendapat Sorotan, Jangan Pempek Melulu! Mojok.co

Martabak HAR: Kuliner Palembang Sejak 1974 yang Layak Mendapat Sorotan, Jangan Pempek Melulu! (giwang.sumselprov.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau mampir ke Palembang jangan cuma mencicipi pempek, cicipi juga martabak HAR yang sulit ditemukan di daerah-daerah lain. 

Beberapa waktu yang lalu, akun Instagram Mojok mengunggah kuliner Palembang yang wajib dicoba. Tidak usah ditanya, urutan pertama pasti pempek. Siapa yang sih yang nggak kenal olahan ikan yang selalu bersanding sama cukonya itu. Kuliner ini sudah begitu terkenal di luar Palembang, bahkan hingga luar negeri. 

Selain pempek, kuliner Palembang lain yang masuk daftar ada tekwan, pindang, burgo, tempoyak, dan sambal lingkung. Semua panganan itu memang khas Palembang dan enak. Namun, ada satu panganan yang luput dari radar Mojok yakni martabak HAR Pelembang. 

Makanan ini sudah tidak asing bagi warga Palembang atau yang pernah ke Palembang. Namun, martabak HAR tampaknya memang belum dikenal orang di luar Palembang, termasuk orang Jawa. Patut disayangkan mereka belum tahu bagaimana enaknya martabak satu ini.

Martabak HAR Palembang yang unik

Martabak HAR Martabak HAR memang bukan panganan khas, tapi merek ini sudah begitu melekat di hati warga Palembang. Bentuk dan proses martabak ini seperti martabak pada umumnya. Namun, panganan ini punya keistimewaan dari sisi makanan pendampingnya. 

Secara kultur, martabak HAR memang lebih dekat dengan gaya India. Di mana martabaknya disajikan bersama kuah kari yang kental dan pedas berempah dengan potongan kentang atau yang versi spesialnya pakai potongan daging. Nggak lupa, martabak juga ditaburi sama irisan cabai hijau. Martabak yang renyah dicocol sama kuah kari yang pedas gurih adalah perpaduan yang terbaik. Sangat memanjakan indera pengecap.

Pengaruh India ini karena pencipta atau pendirinya adalah keturunan India yang kemudian mukim di Palembang. Tahu sendiri sejak dulu Palembang jadi pusat berkumpulnya banyak etnis, termasuk dari India. Dia adalah Haji Abdul Rozak. Sematan nama “HAR” dalam martabak yang sudah ada sejak 1947 ini berasal dari nama pendirinya. Ya, HAR itu adalah singkatan dari Haji Abdul Rozak. Unik, kan. Awalnya mungkin untuk membedakan sama nama martabak lainnya, tapi lama kelamaan HAR jadi nama yang melekat erat sama martabak ini.

Harga terjangkau

Satu porsi martabak HAR yang dijual di outlet martabak HAR di depan Masjid Agung Palembang dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Kalau nggak salah, antara Rp20.000 sampai Rp60.000 tergantung varian dan isiannya. Harga segitu untuk menikmati makanan selezat martabak HAR sangatlah worth it. Kalau ke Palembang jangan hanya mencicipi pempek, tekwan, pindang, burgo, tempoyak, dan sambal lingkung. Wajib coba juga martabak HAR yang lezat ini.

Baca Juga:

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

Susahnya Cari Ruang Terbuka Hijau di Palembang, Hiburan Cuma Mal atau Kafe, tapi Lama-lama Bosan dan Bikin Rugi!

Memang, dilihat secara orisinalitas, panganan ini bukanlah kuliner asli Palembang. Namun, perjalanan martabak HAR yang panjang di Palembang seperti sudah tidak bisa dipisahkan dari warga. Sayangnya, di luar Bumi Sriwijaya, panganan ini masih kalah populer oleh pempek. Di Jogja misalnya, dahulu sekali memang sempat ada penjual martabak semacam ini, tapi kini sudah tidak ada lagi. Ayo lah, martabak HAR buka cabang juga di Jogja. Banyak lho yang menunggu-nunggu juga selain saya.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Kuliner Tegal yang Layak Dikenal Lebih Luas, Ayo Orang Tegal Jangan Buka Warteg Melulu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2024 oleh

Tags: kuliner palembangmartabak harmartabak har palembangpalembang
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang loker palembang tukang parkir

4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang

14 Oktober 2023
Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Akhiran Kata Vokal ‘a’ Jadi ‘o’ terminal mojok

Ngomong Bahasa Palembang Tak Sekadar Mengganti Huruf Vokal ‘a’ Jadi ‘o’

14 Juni 2021
Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

Pasar 16 Ilir, Potensi Wisata Palembang yang Disia-siakan

23 Januari 2024
4 Hal yang Bikin Saya Menderita Tinggal di Palembang loker palembang tukang parkir

Jika Ada yang Lebih Sulit dari Menjilat Siku Sendiri, Mencari Kerja di Palembang Adalah Jawabannya

30 Oktober 2023
Aturan Tidak Tertulis Berwisata di Palembang, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kapok Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Berwisata di Palembang, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kapok

31 Desember 2024
4 Keresahan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang tukang parkir

4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

27 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

3 Tips Membeli Point Coffee dari Seorang Loyalis Indomaret, Salah Satunya Cari yang Ada Kursi di Depan Gerainya!

19 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.