Magang di Kantor Pemerintahan Memang Nggak Keren, Dapet Tugas Aja Belum Tentu, apalagi Dapat Ilmu

Magang di Kantor Pemerintahan Memang Nggak Keren, Dapet Tugas Aja Belum Tentu, apalagi Dapat Ilmu

Magang di Kantor Pemerintahan Memang Nggak Keren, Dapet Tugas Aja Belum Tentu, apalagi Dapat Ilmu (Pixabay.com)

Dulu, di zaman masih kuliah, saya agak iri dengan rekan yang magang di kantor pemerintahan. Macam kantor dinas atau badan yang di bawah pemerintah daerah. Bagaimana tidak iri? Lha wong saya cuma magang di sebuah kantor cabang perbankan. Sudah gitu bank-nya juga kurang terkenal.

Setelah jadi buruh negara, saya malah bersyukur nggak pernah magang di kantor pemerintahan. Sebab, magang di kantor pemerintahan memang tidak enak, kurang dapat menyerap banyak ilmu praktik kerja seperti sektor swasta. Biar kalian nggak tergiur magang di kantor pemerintahan, akan saya jabarkan bagaimana tidak enaknya magang di sana, sebagai berikut:

ASN nggak bisa asal memberikan pekerjaan

Sebagian besar mahasiswa atau siswa yang magang di kantor pemerintahan kemungkinan besar bakal menganggur. Anda perlu maklum akan hal tersebut. Pasalnya, ASN nggak bisa asal lempar pekerjaan ke anak magang.

Ada segelintir ASN dengan pekerjaan yang berkaitan dengan rahasia jabatan maupun negara. Seperti data-data yang hanya untuk konsumsi internal kantor. 

Oleh sebab itu, ASN bukannya nggak ingin ngasih pekerjaan yang dapat memberikan pelajaran bagi anak magang. Hanya saja, ASN nggak bisa asal lempar pekerjaan. Cuma pekerjaan tertentu saja yang bisa diserahkan.

Tidak ada anggaran uang saku buat anak magang

Buat kalian yang mau magang di kantor pemerintahan, hanya satu pesan saya, yaitu jangan pernah berharap mendapatkan uang saku. Soalnya, jarang sekali ada kantor pemerintahan yang menganggarkan uang saku dalam anggaran belanjanya. Mengingat tak setiap tahun ada anak magang di kantor pemerintahan.

Lagian kalau kantor pemerintahan butuh tenaga tambahan di kantor, mereka lebih memilih membuka perekrutan. Contohnya yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Mereka membuka perekrutan tenaga pendamping koperasi tahun 2023 dengan beberapa kualifikasi tertentu.

Pekerjaan yang dianggap keren dikerjakan oleh orang yang andal

Saya tahu betul perasaan mayoritas anak magang. Mahasiswa pasti ingin tau sistem kerja dan belajar tugas apa saja yang dilakukan pekerja di tempat magangnya. Alasan saya tau betul karena pernah melaluinya.

Sayangnya, tugas yang dianggap keren wajib dilakukan oleh ahli dan orang terpercaya. Tak bisa dilakukan oleh anak magang yang baru belajar. Andai dalam melaksanakan pekerjaan yang dianggap keren tersebut terjadi kesalahan sedikit saja, bisa jadi berakibat fatal.

Kejadian itu bukan hanya membuat anak magang kena semprot. Karier orang yang memberikan tugas bisa jadi terancam. Kalian nggak mau toh membuat karier orang lain rusak?

Kalau pekerjaan dilempar ke anak magang, ASN kerja apa?

Di beberapa daerah, ASN kini wajib melaporkan bukti pekerjaan hariannya. Baik dalam bentuk foto atau video. Apabila ASN alpa melaporkan bukti pekerjaannya dalam satu hari saja, sedikit atau banyak tunjangannya dapat dipotong. Tidak melapor pekerjaan dianggap sama dengan tidak bekerja.

Nah, jika pekerjaan ASN yang sudah jelas setiap harinya diambil alih oleh anak magang, gimana caranya sang abdi negara membuat bukti pertanggungjawaban setiap harinya? Bila tidak ada bukti kerjanya, kasihan nanti pendapatan mereka bisa dipotong. Tau sendiri gaji pokok ASN nggak seberapa. Kalau dipotong lagi, mereka mau makan apa?

Dan yang paling krusial, gimana cara mereka membayar “biaya sekolah” SK mereka?

Di kantor pemerintahan ada periode sibuk dan senggang

Sebagai ASN, saya mengakui bahwa kantor pemerintahan ada masa sibuk dan senggangnya. Nggak sepanjang tahun sibuk melulu atau senggang terus.

Pada periode sibuk, saya bisa pulang sampai larut malam. Bukan hanya lembur sejam atau dua jam doang. Akan tetapi, jika datang periode senggang, saya bisa pulang kantor dengan tepat waktu. Hanya pada periode senggang, saya rasa work life balance saya terjaga.

Bagi anak magang yang masuk di periode sibuk, mereka cukup mujur. Mereka mesti dapat limpahan pekerjaan yang dapat dijadikan pengalaman. Sementara mereka yang magang di periode senggang, kebagian apesnya saja. Anak magang saat periode senggang akan sering nganggur, paling disuruh fotokopi berkas-berkas doang.

Begitu sekiranya alasan saya mengatakan bahwa magang di kantor pemerintahan itu tidak keren kayak yang ada di kepala orang pada umumnya. Makanya, buat kampus, jangan sekali-kali menyalurkan anak magang di instansi pemerintahan tanpa tugas yang jelas diberikan oleh pimpinan kantornya. Supaya tidak kecewa dan dapat dapat menyerap ilmu lebih banyak.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Magang di Sekretariat DPRD Nggak Keren Sama Sekali, Saya Malah Malu karena Banyak Nganggurnya daripada Kerjanya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version