Kecamatan Laweyan di Solo sebenarnya nggak kalah sama Banjarsari.
Solo selalu punya kisah bagi banyak orang. Kotanya nyaman, tenteram, serta kental dengan budaya dan tata krama. Kalau ada satu kata yang bisa mewakilinya, mungkin itu bersahaja. Ya, kota ini sederhana tapi punya segala hal yang dicari. Jangankan warganya, pelancong yang cuma datang satu atau dua hari saja pasti kerasan tinggal di kota satu ini.
Dari sekian wilayah yang ada di Kota Solo, mungkin yang bergelar overpower adalah Kecamatan Banjarsari karena wilayahnya paling luas, letaknya paling strategis, dan punya fasilitas yang bisa dibilang paling komplet se-Solo. Tapi tunggu dulu, jangan lupakan Kecamatan Laweyan yang lebih bersahaja alias underrated tapi nggak kalah keren dari Banjarsari.
Fasilitas lengkap di Laweyan Solo
Laweyan adalah kecamatan paling barat di Kota Solo. Laweyan bertetangga dengan Kecamatan Banjarsari dan Colomadu Karanganyar di utara, Kecamatan Baki dan Grogol Sukoharjo di selatan, Kecamatan Kartasura Sukoharjo di barat, serta Kecamatan Serengan di timur. Dari letaknya juga nggak kalah strategis karena jadi pintu masuk Kota Solo dari arah barat.
Sementara itu dilihat dari segi fasilitas, Kecamatan Laweyan boleh diadu sama kecamatan lainnya di Solo. Dari sektor pendidikan, rumah sakit, sarana kebudayaan dan seni, fasilitas olahraga, serta transportasi semua ada di sini. Bahkan tempat-tempat skena juga bertebaran. Kecamatan Banjarsari boleh jadi yang overpower, tapi Laweyan menolak menyerah.
Di sektor pendidikan, Kecamatan Laweyan punya cukup banyak sekolah tinggi. Di antaranya UNS kampus 4, UNU Surakarta, Politeknik ATMI Surakarta, Universitas Pignatelli Triputra, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Islam Batik, Tiga Serangkai University, bahkan Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS juga ada di Laweyan.
Fasilitas kesehatan di sini juga bisa dibilang nomor wahid se-Solo. Di kecamatan ini berdiri RS JIH Surakarta, RSUP Surakarta, RS Panti Waluyo, RS Kasih Ibu, RST Slamet Riyadi, RS UMS AR Fachrudin, Rumah Sakit Mata Solo, Rumah Sakit Onkologi Solo, serta RSGM Soelastri UMS. Jadi kalau (amit-amit) kita sakit di Kecamatan Laweyan, nggak perlu khawatir.
Stasiun Purwosari dan Stadion Sriwedari yang legendaris
Kalau Kecamatan Banjarsari punya Stasiun Solo Balapan, Kecamatan Laweyan punya Stasiun Purwosari yang nggak kalah bersejarah dan legendaris. Bagi pengguna KRL Jogja-Solo pasti nggak asing sama stasiun satu ini. Selain KRL dan kereta jarak jauh, Stasiun Purwosari juga jadi stasiun bagi kereta Batara Kresna dan kereta uap Jaladara yang lewat di Jalan Slamet Riyadi.
Kalau Banjarsari punya Stadion Manahan, Laweyan punya Stadion Sriwedari yang legendaris. Stadion Manahan mungkin adalah markas Persis Solo sekarang, tapi akar dari Persis Solo ada di Stadion Sriwedari. Sebagai salah satu stadion tertua di Indonesia, Stadion Sriwedari menjadi saksi dari penyelenggaraan PON pertama tahun 1948.
Di sebelah Stadion Sriwedari, ada tempat yang juga legendaris di Solo, yaitu Taman Sriwedari. Tempat yang bisa digunakan untuk rekreasi keluarga ini menawarkan wahana anak-anak serta tempat pentas seni dan budaya seperti pertunjukan wayang orang.
Selain itu, Laweyan Solo juga memiliki banyak tempat seni yang layak untuk dikunjungi. Misalnya seperti Tumurun Private Museum, Museum Keris Nusantara, Kampung Batik Laweyan, dan Lokananta Bloc. Soal tempat anak muda kalcer, Laweyan juga nggak mau kalah. Di Kecamatan Laweyan ada banyak coffee shop skena di Lokananta Bloc dan di Jalan Slamet Riyadi.
Menyimpan sejarah pajang
Kecamatan Laweyan memang nggak punya istana dan bangunan bersejarah seperti Kecamatan Banjarsari punya Istana Pura Mangkunegaran dan Kecamatan Pasar Kliwon punya Keraton Kasunanan Surakarta. Tetapi Kerajaan Pajang sebagai cikal bakal Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta sebagian ada di Kecamatan Laweyan.
Walaupun bekas Keraton Pajang berada di Makamhaji Kartasura, di Kecamatan Laweyan terdapat Masjid Laweyan yang merupakan masjid pertama di Kerajaan Pajang dan makam Kiai Ageng Henis sebagai salah satu tokoh Kerajaan Pajang. Laweyan juga punya Loji Gandrung yang juga jadi landmark-nya Solo.
Tak lengkap rasanya kalau nggak menyebut mal sebagai bagian dari kemajuan suatu daerah. Kecamatan Laweyan punya beberapa mal, di antaranya Solo Square Mall dan NEO Solo Grand Mall. Selain itu ada beberapa hotel besar di Kecamatan Laweyan seperti Alila Solo, Aston Solo Hotel, dan banyak lagi.
Itulah Kecamatan Laweyan yang bersahaja dan underrated dibanding dengan Kecamatan Banjarsari dan Pasar Kliwon di Solo. Memang Laweyan nggak overpower tapi terhitung komplit dan mampu bersaing dengan kecamatan tetangganya.
Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Banjarsari, Kecamatan Paling Overpower di Kota Solo, Semuanya Ada di Sini.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
