Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kuba, Negara Kecil Bernyali Besar yang Ada di Garis Depan Hadapi Corona

Hupla Nehemia Sobolim oleh Hupla Nehemia Sobolim
7 April 2020
A A
kuba

Kuba, Negara Kecil Bernyali Besar yang Ada di Garis Depan Hadapi Corona

Share on FacebookShare on Twitter

Pak tua Fidel Castro mungkin sedang tersenyum bahagia di singgasana. Pasalnya apa yang diimpikannya terjadi di Kuba dulu sedang diwujudkan oleh generasi penerusnya saat ini.

Comandate, sebagaimana sapaan rakyat Kuba untuk beliau semasa hidupnya memang mendambahkan adanya solidaritas global antar negara. Fidel Castro kerap bericara solidaritas sembari dengan lantang menggaungkan suara anti-imperialisme dan neo-kolonialisme. Dia begitu vokal dalam menyerang Amerika dan negara-negara Eropa barat yang masih saja menghegemoni negara-negara jajahan mereka.

ADVERTISEMENT

Pidato Panjang 

Dalam pidato panjangnya (iya, pidatonya emang panjang, durasinya sampai 4,5 jam!) yang dia sampaikan di sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fidel Castro sampai berbicara seperti ini:

“Perjuangan rakyat Kuba dalam mempertahankan kemerdekaan dari imperialisme Amerika adalah masalah yang juga dialami oleh banyak negara lain yang dijajah. Dengan bangga kami mengatakan bahwa hari ini tidak ada kedutaan yang menguasai rakyat kami. Negara kami diatur oleh rakyatnya sendiri!”.

Kalimat penutup dari pidato panjang ini jadi begitu populer, lengkap dengan perkataan khasnya, “Patria o muerte, venceremos!” yang atinya, “Tanah air atau mati, kita pasti menang!”. Sampai sekarang, ide-ide yang digagasnya masih terasa bukan hanya di Kuba, tapi juga di negara-negara Amerika Latih, hingga Asia dan Afrika.

Fidel Castro dan Che Guevara memang menginspirasi banyak manusia. Mereka mencontohkan nilai-nilai kemanusiaan dengan selalu bersolidaritas kepada negara-negara yang sedang tertindas dan membutuhkan bantuan. Sudah sering sekali Kuba di jaman mereka mengirimkan bantuan medis dan melatih pasukan di berbagai negara konflik seperti Libya, Kongo, dan lainnya. Che, juga diberikan tugas mengelola proyek yang tujuannya untuk mendanai gerilyawan militan untuk membantu negara-negara itu.

Solidaritas yang diberikan Kuba masih lestari hingga kini. Buktinya, ketika banyak negara bersepakat untuk menutup diri dan memberlakukan aturan keras bagi warga negara mereka, Kuba jadi negara yang tetap membuka akses dan bersedia memberikan bantuan. Pasukan jubah putih (sebutan bagi tim medis Kuba) dengan gagah berani mendatangi sejumlah negara untuk membantu mereka melawan virus corona. Sebuah misi kemanusiaan yang tidak banyak negara berani lakukan. Sungguh Kuba memang negara kecil dengan nyali yang besar.

Negara Kecil yang Terus Berkembang

Kuba hanya negara kecil yang juga terpencil di Kepulauan Karibia. Negara ini hanya memiliki 11,48 juta penduduk per tahun 2017 dan. Dan memiliki luas wilayah yang lebih kecil dari pulau Jawa yaitu hanya 109.884 km². Saya pikir tidak banyak orang jaman sekarang mengenal namanya. Orang-orang jaman dulu sepertinya lebih familiar dengan Kuba terbukti dari populernya poster dan kaos bergambar Che Guevara dengan baret merahnya.

Baca Juga:

Kuba Adalah Jalan Keluar untuk Calon Mahasiswa yang Memimpikan Fakultas Kedokteran

Vaksin Covid-19 Butuh Waktu Lama untuk Dibuat: Penjelasan Sederhana

Negara ini juga tidak kaya. Malah, sejak jalur perdagangannya diblokade AS, pertumbuhan ekonomi Kuba tidak banyak bertumbuh dibanding negara-negara lain. Kalau dibandingkan dengan Indonesia pun kalah jauh. Pendapatan per kapita Kuba hanya sebesar 87,13 miliar USD di tahun 2017, Indonesia sendiri di tahun yang sama punya pendapatan 1.016 triliun USD.

Tapi meskipun begitu, Kuba selalu ada di garis terdepan saat membantu negara-negara yang membutuhkan. Saat virus Ebola melanda Afrika Barat, sampai saat Haiti diserang wabah kolera. Dokter-dokter Kuba selalu terjun ke sana. Dan semuanya tanpa minta imbalan dan balas budi. Hal ini hanya bisa dilakukan karena Kuba memang memiliki sistem kesehatan yang bagus. Mereka punya rasio dokter dan pasien terbaik di seluruh dunia, hal yang tentu tidak mengherankan karena di Kuba untuk kuliah kedokteran bisa dilakukan secara gratis.

Perlawanan Kuba Terhadap Virus Corona

Dalam perang melawan virus corona ini Kuba mengirimkan bantuan ke 16 negara, juga aktif membuat anti virus yang dinamai Recombinant Interferon Alpha 2B (IFNrec) yang sekarang digunakan oleh dokter di China untuk mengobati warga yang terinfeksi corona. Obat ini salah satu dari 30 obat yang dipakai otoritas Kesehatan Tiongkok untuk melawan virus Corona. Obat ini sejak 2003 silam diproduksi oleh perusahaan patungan kedua komunis ini bernama ChangHeber.

Dengan meningkatnya kasus baru per hari, tidak ada salahnya pemerintah Indonesia dapat membuka diri. Apakah pemerintah terutama pejabat-pejabat negara yang sebelumnya bersikap remeh itu akan terbuka? Di sisi lain, ada kelompok-kelompok yang masih terus seruhkan anti komunis. Tapi menurut saya dalam situasi genting ini, baiknya perdebatan-persebatan seperti itu mestinya ditinggalkan demi solidaritas kemanusiaan.

BACA JUGA Belajar dari Bhutan kalau Kekayaan Tidak Menjamin Kebahagiaan dan tulisan Hupla Nehemia Sobolim lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: kubanegara kubavirus corona
Hupla Nehemia Sobolim

Hupla Nehemia Sobolim

The One Man Army

ArtikelTerkait

Lockdown Mandiri di Desa Bikin Sadar kalau Cuma Ketua RT yang Bisa Nyelametin Kita

Lockdown Mandiri di Desa Bikin Sadar kalau Cuma Ketua RT yang Bisa Nyelametin Kita

30 Maret 2020
Panic Buying, Orang Miskin Cuma Bisa Nontonin

Orang Kaya Sibuk Panic Buying, Orang Miskin Cuma Bisa Nontonin

5 Maret 2020
4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

Arus Pulang Kampung di Tengah Covid-19: Mereka Bukan Pemudik, Mereka Pengungsi

27 Maret 2020
Prestasi DPR Selain Mempersatukan Avatar Korea dan Avatar Anime terminal mojok.co

Dibanding Tenaga Kesehatan, Emang Anggota DPR Udah Ngapain Kok Minta Diprioritasin?

24 Maret 2020
Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok

Selain Jahat, Orang yang Ngasih Stigma ke Perawat sebagai Pembawa Virus Juga Goblok

25 Maret 2020
Apa Kemanusian Kita Sebegitu Rendahnya Sampai Musibah Virus Corona Dibisnisin Juga?

Apa Kemanusian Kita Sebegitu Rendahnya Sampai Musibah Virus Corona Dibisnisin Juga?

5 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Jangan bebani mahasiswa KKN dengan tugas yang harusnya dikerjakan negara

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.