Kita Tidak Butuh Motivasi, yang Kita Butuh Itu Konsistensi!

Kalimat Yok bisa yok Bukan Toxic Positivity Sini Saya Jelasin motivasi

Motivasi (Pixabay.com)

“Duh, gue capek banget tau nggak hari ini. Berasa nggak ada motivasi, lo nggak ada kata-kata apa gitu buat gue?”

Jujur, sering kali saya mendengar keluhan tersebut ketika berada di sekolah. Biasanya sih, karena tugas-tugas sekolah mereka menumpuk atau mepet deadline.

Kalian tahu mengapa hal ini bisa terjadi? Ya betul sekali. Karena jika kita mengerjakan sesuatu apa pun itu, kalau hanya bergantung pada motivasi atau suasana hati. Percayalah kawan, pekerjaan atau tugas-tugas kita pasti tak kunjung selesai. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita disiplin terhadap apa yang kita lakukan.

Dari hal tersebut saya berpikir, sejujurnya motivasi itu tidak terlalu penting. Simak alasannya!

Dapat menghambat produktivitas

Nah, sadar nggak sih, kalau mengerjakan sesuatu dengan motivasi pasti hanya bertahan sementara, dan sulit sekali untuk konsisten. Misal kalian sudah menyusun semua rencana kegiatan hari ini, tetapi di tengah-tengah kalian tiba-tiba nggak mood. Pasti kacau-balau itu semua rencana yang sudah kalian persiapkan, dan saya jamin itu dapat menghambat produktivitas.

Maka dari itu kita harus belajar untuk disiplin. Disiplin menurut saya lebih baik, daripada motivasi yang hanya bertahan sementara.

Tak menjamin hasil

Saya juga pernah kok mengerjakan sesuatu karena ada motivasi. Tapi jikalau hanya mengandalkan itu saja, nggak akan cukup. Sebab, hal tersebut sifatnya hanya sementara, dan itu berbanding terbalik dengan disiplin. Maka dari itu kita harus pintar-pintar dalam memanfaatkannya.

Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan juga proses yang maksimal. Paham?

Gini deh, gimana hasil mau maksimal kalau kita mengerjakan sesuatu saat ada motivasi saja. Maka dari itu balik lagi ke poin pertama, yaitu disiplin. Saya jamin mengerjakan sesuatu karena disiplin hasilnya akan jauh lebih baik.

Memanipulasi diri sendiri

Motivasi, bukannya mengubah diri menjadi lebih baik, tapi malah sebaliknya. Hal ini justru memanipulasi kamu, seakan-akan kamu telah melakukan hal yang besar, padahal itu baru angan-angan saja.

Istilah ini biasanya disebut dengan self-gaslighting, dan tanpa sadar hal itu terjadi dengan sendirinya. Oleh karena itu, ketika kalian ada motivasi untuk menjadi lebih baik atau apa pun itu, segera laksanakan! Jangan malah membuang kesempatan itu sia-sia.

Motivasi hanya memulai, bukan menyelesaikan

Pasti sering kali terbesit di pikiran kita ide-ide baru saat kita mendapatkan motivasi. Hal tersebut memang bagus, kita jadi lebih berani dalam memulai hal-hal yang baru. Tetapi ingat, sifatnya hanya sementara.

Agar kita dapat mencapai tujuan, diperlukan kerja keras dan ketekunan. Motivasi hanya dapat memulai, tetapi tidak dengan menyelesaikan, sekali lagi yang dapat menyelesaikannya itu adalah kedisiplinan, kerja keras, dan ketekunan kita yang konsisten.

Maka dari itu, mari kita melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Memang nggak ada salahnya, karena yang salah itu hanya bertindak ketika ada motivasi saja.

Teruntuk kalian yang tidak dapat dukungan dari orang-orang sekitar, jangan khawatir ya! Teruslah berusaha dan konsisten. Kesuksesan hanya diraih oleh orang yang mau berusaha keras tiap waktu.

Penulis: Abdullah Ali
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Unpad

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version