Makanan pokok orang Indonesia sebenarnya bukan nasi, tapi sambal. Kadang kalau makan belum pakai sambal rasanya nggak lengkap dan kaya ada yang kurang. Bahkan kalau kepepet cuma ada saos juga masih tetap belum puas. Tapi tenang, semua hal ini bisa diatasi dengan sambal Finna.
Finna bukanlah nama yang asing di dunia sambal instan. Rasanya nggak pernah mengecewakan, selalu dicari, sudahlah jadi tanda bahwa Finna memang salah satu merek yang berkualitas.
Nah, bagi kalian yang mungkin belum pernah ngerasain sambal Finna yang kondang ini, saya beri rekomendasi untuk kalian biar tahu mulai dari mana, dan mana yang harus dihindari versi saya.
Sambal terasi Finna, top tier
Tahta tertinggi sambal Finna ini ada pada varian sambal terasinya. Sambal terasi Finna memang paling terkenal. Rasanya juga enak, teksturnya nggak terlalu lembut. Jadi beneran mirip sambal yang ulegan.
Soal rasa juga enak banget, terasinya terasa pedasnya juga pas. Soalnya biasanya sambal terasi instan cuma bau terasi aja, nggak pedas, dan juga teksturnya terlalu lembut seperti saus. Makanya nggak heran kalau varian sambal terasi ini jadi kesukaan banyak orang.
Sambal bawang Finna, cocok buat makan yang goreng-gorengan
Sambal bawang dari Finna juga patut diperhitungkan. Sambal ini cocok buat makan-makanan Lamongan, misalnya lele goreng, ayam goreng, dan bebek goreng. Soalnya rasanya mirip seperti sambal yang dibuat di tenda-tenda penjual pecel lele Lamongan.
Meski sambal bawang terkenal pedas dan gurih, tapi menurut saya sambal bawang Finna ini cocok buat yang nggak begitu suka pedas. Aromanya enak banget dan rasa bawangnya nggak sengir.
Sambal udang, cocok untuk tanggal tua pas lagi pengen makan udang
Bagi yang suka udang-udangan tapi lagi tanggal tua, Finna juga punya solusinya. Finna punya varian sambal udang, kemasannya yang warna kuning. Sambal ini, rasanya paling kaya dan mewah daripada varian sambal yang lainnya. Soalnya di dalam sambal ini seperti ada udang kecil-kecilnya. Rasanya makin gurih dan terasa udangnya, nggak hanya pedes aja.
Sambal pedas Finna, rasanya getir
Basically, self explanation, right?
Ekspektasi kalian saat makan varian sambal satu ini ya hanya pedas. Tapi bagi saya, entah kenapa, sambal ini tidak sepedas namanya. Rasanya getir juga sih. Buat kalian yang lidahnya tidak bisa kena pedas, tetap akan menderita sih. Coba aja uji nyali sesekali.
Sambal kemiri, hanya cocok untuk orang yang suka kemiri
Sambal kemiri Finna bagi saya terasa aneh di lidah. Mungkin bagi orang yang suka dengan kemiri akan suka dengan varian sambal ini. Rasanya beneran kemiri banget. Kemirinya yang terlalu mendominasi, tapi setelahnya di mulut terasa getir karena kemirinya terlalu banyak. Kalau soal rasa pedasnya sih, varian kemiri ini pedas banget.
Sambal kecombrang, rasanya bikin salah fokus
Varian yang mending di-skip, setidaknya bagi saya, adalah sambal kecombrang. Sebab, rasanya ngalor ngidul bikin gagal fokus. Di mulut, rasanya tropis banget dan wangi banget. Sekali kunyah seperti makan semut, karena memang wangi. Padahal kemasannya cantik banget warna merah ke merah mudaan dengan gambar kecombrang yang terlihat menarik. Sayangnya rasanya kurang masuk akal di lidah. Mungkin varian sambal ini cocok bagi penyuka kecombrang.
Itulah varian sambal Finna dari yang enak banget sampai yang mending di-skip aja karena rasanya cukup mengecewakan dan nggak cocok di lidah semua orang. Sebenarnya, sambal Finna masih ada varian lainnya, nah, apakah ada dari varian lainnya yang bisa menggantikan varian yang di atas?
Penulis: Wulan Maulina
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 7 Rekomendasi Sambal Kemasan dengan Rasa Nikmat dan Harga Hemat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
