Informasi
ADVERTISEMENT

Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga

Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga jogja

Nggak gini-gini banget juga sih

Saya tidak bermaksud menyederhanakan kenyataan. Saya juga sadar, di balik layar birokrasi kampus, ada banyak orang yang sebenarnya mungkin tidak nyaman dengan arah kebijakan ini. Bisa jadi mereka dulunya idealis, ingin membuat pendidikan lebih inklusif, lebih manusiawi. Tapi ketika sistem mendesak mereka untuk menjadi efisien dan “menghasilkan,” idealisme itu pun terkikis pelan-pelan. Bisa jadi tidak hilang, tapi mereka harus menundanya.

PTN-BH katanya biar kampus bisa lebih berdaya, lebih maju. Tapi di balik semangat itu, saya juga melihat bagaimana perlahan kampus bergeser dari tempat mencetak pemikir jadi tempat mencari cuan. Mahasiswa bukan lagi aset bangsa, tapi target pasar. Bahkan sampai urusan kos eksklusif pun, mereka ikutan jadi target.

Saya tahu kampus juga perlu biaya. Tapi bukankah seharusnya kampus berdiri di antara nilai dan bisnis, bukan tenggelam di dalamnya?

Penulis: Lisa Nur Maulidia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bebas dan Nyaman, Kos Eksklusif Menjamur di Jogja, Kaum Mendang-mending Minggir Dulu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2025 oleh .

Lisa Nur Maulidia

Penulis lepas dan mentor akademik. Menaruh perhatian pada isu pengasuhan, pembelajaran, trauma, dan kemanusiaan, serta tertarik menjembatani pendidikan dengan cerita.