Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Meski Dianugerahi dengan Keindahan Alam yang Tiada Banding, Kabupaten Lumajang Belum Pantas Jadi Kota Tujuan Wisata, Banyak Begal!

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
3 Juni 2025
A A
Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab kabupaten lumajang

Wisata Lumajang Makin Bersinar Mengalahkan Malang Timur yang Nggak Diurus Pemkab (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jangan bertanya tentang tempat wisata di Kabupaten Lumajang. Kalian ingin mencari pantai, gunung, danau, hingga kebun, semuanya ada. Bahkan, keindahan alam Lumajang bisa diadu dengan wisata Malang dan Bali. Sayangnya, meski menyimpan banyak keindahan alam, Lumajang belum layak menjadi tujuan bagi para wisatawan. Saya khawatir jika wisatawan memilih berlibur ke Lumajang, justru berakhir pada kekecewaan. 

Soalnya, pemerintah Lumajang belum bisa memberikan rasa aman. Meski zaman sudah modern, aksi pembegalan di Lumajang masih kerap terjadi hingga sekarang. 

Bahkan pada waktu yang berdekatan, terjadi dua aksi pembegalan di Lumajang. Kasus pertama, terjadi pada 30 April 2025 di Banyuputih Lor dengan korbannya adalah seorang perawat. Kasus kedua terjadi pada 10 Mei 2025 di Klakah. Mirisnya, korban adalah siswi SMK yang seduh neduh di sebuah warung. 

Wilayah “merah” di Kabupaten Lumajang

Bukan hanya itu saja kasus begal di Kabupaten Lumajang yang saya ketahui. Saya juga teringat cerita kakak kelas saya tentang teman kampusnya yang menjadi korban begal di daerah Randuagung di 2020. Beruntungnya, sepeda motor korban tak berhasil digondol karena ia melemparkan kuncinya ke jurang, lalu dia lari mencari pertolongan. 

Entah apa yang ada di benak pemerintah, mengapa kasus kriminalitas jalan raya di Lumajang seolah dibiarkan begitu saja. Sebenarnya, wilayah-wilayah terjadinya pembegalan yang saya ceritakan di atas sudah terjadi sejak lama. Ketika saya kecil, pakde dan mas sepupu saya bercerita tentang wilayah-wilayah “merah” di Lumajang. 

Keberadaan kriminalitas menjadi sinyal bahaya bagi wisatawan, khususnya mereka yang membawa kendaraan pribadi. Keberadaannya akan membuat para wisatawan tidak aman dan nyaman. Sebagai orang luar, tentu mereka bisa mengalami beban psikologis. 

Jangankan wisatawan sebagai orang luar, orang Lumajang sendiri kadang masih takut kalau melintasi wilayah merah di sana. Pakde saya kerap memutar jalan daripada harus melewati wilayah yang rawan begal. Sama halnya dengan saya, ketika mudik ke Lumajang, lebih memilih rute aman jika ada jalan pilihan. Kalau tidak ada? Ya terpaksa lewat, sambil mengencangkan doa meminta keselamatan. 

Maka, solusi terbaiknya adalah menggunakan kendaraan umum jika ingin liburan ke Lumajang. Karena sejauh ini saya belum mendengarkan kasus pembegalan terhadap bus, apalagi kereta api.

Baca Juga:

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

Transportasi umum yang hampir nggak ada

Meski menjadi solusi terbaik dari sisi keamanan, itu bukan solusi terbaik bagi perjalanan ke depannya. Dari segi kenyamanan wira-wiri dari satu tempat ke tempat lain, sungguh tidak nyaman. Soalnya, di Kabupaten Lumajang belum ada transportasi umum yang nyaman dan murah, seperti Trans Jatim, yang membantu dalam melakukan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain. 

Jadi, kalau wisatawan naik bus, perjalanan dari terminal ke tempat penginapan, pasti kesulitan mencari kendaraan umum. Sama halnya kalau menggunakan kereta api.

Sejauh pengamatan saya, transportasi umum yang biasa ada di stasiun dan terminal adalah becak. Tapi, menggunakan becak adalah keputusan yang tidak manusiawi dan tidak ramah dompet. Soalnya jarak antara stasiun atau terminal ke tempat-tempat penginapan, jauhnya bukan main. Transportasi umum lainnya adalah ojek. Tapi sekali lagi, itu akan bikin boncos dompet. 

Belum lagi kalau sudah trip ke tempat wisata. Wisatawan pasti bakal makin kesusahan. Mengingat, tempat wisata di Kabupaten Lumajang berada di pinggiran dan jarak antardestinasi sangat jauh. Dan sejauh pengalaman saya ketika jalan-jalan ke tempat wisata di Lumajang, tidak ada transportasi umum. Maklum karena memang aksesnya yang jauh. 

Jadi, bakalan mati kutu kalau tidak punya kerabat atau teman. Bisa-bisa kalau kalian tidak membawa kendaraan pribadi, liburan ke Lumajang hanya menambah emosi, bukan ketenangan.

Toko oleh-oleh yang kelewat langka

Sepertinya, rasa emosi kalian bakal makin nambah kalau tahu fakta bahwa mencari toko oleh-oleh di Lumajang bukan perkara mudah. Bertahun-tahun mudik ke Lumajang dan beribu kali memutari wilayah perkotaan, saya tak pernah melihat batang hidung toko oleh-oleh. 

Sebenarnya bukan tidak ada. Ada, tapi lokasinya masuk ke jalan sempit karena ada di perumahan. Jadi akses untuk kendaraan agak susah masuknya. Dan itu pun bukan toko besar, jadi stoknya terbatas. Saya saja kerap kehabisan kalau tidak pesan dahulu. 

Kalau ingin toko oleh-oleh di Kabupaten Lumajang yang lebih besar, sebenarnya ada. Namun, lokasinya jauh berada di Jatiroto, perbatasan dengan Jember. Kalau dari kota, perjalanan bisa lebih dari 30 menit. Belum lagi jalan menuju Jatiroto bikin naik pitam. 

Atau opsi terakhir adalah pasar pisang. Itu pun hanya menjual pisang agung, tidak ada produk lain. Padahal, kebiasaan wisatawan dalam membeli oleh-oleh, maunya membeli banyak sajian produk agar bisa beragam saat memberi ke orang terdekat.

Melihat kerumpangan dan kekurangan yang ada, saya begitu sedih. Sangat disayangkan jika Kabupaten Lumajang dengan kekayaan wisata alamnya, belum ramah wisatawan. Padahal, kalau pemerintah bisa memberantas begal, mengembangkan transportasi umum, dan mendukung UMKM untuk toko oleh-oleh, bukan tak mungkin Lumajang bisa menyingkirkan Malang dan Bali sebagai destinasi wisata di Indonesia. 

Teruntuk bupati-wakil bupati Lumajang yang terpilih, saya tunggu janji politiknya tentang pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata. Apakah janji itu hanya seperti janji-janji manis politisi pada umumnya? 

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cara Saya Jelaskan Letak Kabupaten Lumajang biar Mudah Dipahami

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2025 oleh

Tags: Kabupaten Lumajangkasus begal di lumajangwisata
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Kereta Api Wisata Ambarawa: Mahal, Ribet, Sumpek, tapi Tetap Diburu Para Wisatawan

Kereta Api Wisata Ambarawa: Mahal, Ribet, Sumpek, tapi Tetap Diburu Para Wisatawan

16 November 2023
4 Sisi Gelap Kebumen yang Jarang Diceritakan hingga Wisatawan Pikir Dua Kali untuk Kembali

4 Sisi Gelap Kebumen yang Jarang Diceritakan hingga Wisatawan Pikir Dua Kali untuk Kembali

26 Oktober 2025
5 Tempat di Kota Bandung yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi terminal mojok.co

5 Tempat di Kota Bandung yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi

23 November 2021
Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026
4 Wisata Semarang yang Tidak Semua Orang Bisa Menikmatinya Mojok.co

4 Wisata Semarang yang Tidak Semua Orang Bisa Menikmatinya

16 April 2025
3 Museum yang Wajib Kamu Kunjungi ketika Liburan ke Bandung terminal mojok

3 Museum yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Liburan ke Bandung

31 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.