Jerawat Batu di Bagian Dahi, Hal Paling Menyebalkan dalam Hidup

Obat Jerawat Berbahan Sulfur, Salicylic Acid, dan Benzoyl Peroxide: Mana yang Paling Ampuh? terminal mojok.co jerawat batu

Obat Jerawat Berbahan Sulfur, Salicylic Acid, dan Benzoyl Peroxide: Mana yang Paling Ampuh? terminal mojok.co

Di dunia ini, ada tiga hal yang tak bisa dihindari: kematian, pajak, dan mental yang remuk karena jerawat batu.

Sebagai seorang kawula muda, rasa-rasanya kurang begitu lengkap cerita hidup kita jika tidak memiliki kisah menyebalkan terhadap jerawat. Bisul kecil berisi lemak yang tumbuh di bagian muka itu memang bisa menyerang siapa saja. Malahan hal ini selalu diidentikkan dengan kebanyakan pemuda yang sedang mengalami masa puber.

Pada umumnya, jerawat muncul karena tersumbatnya pori-pori oleh minyak berlebih, sel kulit mati, kotoran dan sebagainya. Namun ada juga teman saya yang katanya tumbuh jerawat karena faktor keturunan, gen, bahkan jatuh cinta. Entahlah, saya kurang begitu tahu keabsahan teori tersebut. Yang pasti, banyak faktor penyebab juga membuat jerawat yang timbul pada wajah atau tubuh kita berbeda-beda bentuknya.

Bagi yang belum tahu, sebenarnya jerawat itu macamnya ada banyak. Di antaranya ada blackheads, whiteheads, pustula, papula, kistik, nodul, dan jerawat mekanika. Nah, menurut saya, dari sekian banyak jerawat yang dipaparkan, yang paling menyebalkan adalah jerawat kistik atau kita biasa menyebutnya jerawat batu. Jerawat tersebut biasanya berbentuk benjolan merah, cukup besar, dan keras. Bahkan akan lebih membuat getir tatkala jerawat tersebut tumbuh di bagian dahi. Beneran!

Kalau ada yang tidak percaya silakan saja. Tapi sebagai orang yang pernah merasakan hal itu, saya akan membeberkan alasan kenapa jerawat batu yang muncul di bagian dahi merupakan hal yang paling menyebalkan dalam hidup.

Jerawat batu mengurangi rasa percaya diri

Lazimnya, seseorang yang sedang tumbuh jerawat di bagian mukanya memang selalu merasa kurang percaya diri. Bagaimana tidak? Seseorang yang biasanya tampil tampan atau cantik dengan muka glowing malah tiba-tiba muncul benjolan kecil yang mencolok di mukanya. Tentu hal seperti ini bisa mengurangi rasa kepercayaan diri seseorang bahkan beberapa sumber mengatakan bisa sampai stres dan depresi.

Biasanya, seseorang yang memiliki jerawat di bagian muka menerapkan beberapa solusi untuk menutupi jerawat yang menyerangnya. Misalnya menggunakan make up yang tebal, memakai masker, dan sebagainya. Tapi jika jerawat tersebut tumbuh di bagian dahi, apalagi yang tumbuh adalah jerawat batu, sudahlah, pasrah dan tawakkal kepada Tuhan merupakan satu-satunya jalan yang terbaik. Rasanya seperti tidak pengen keluar rumah sama sekali, kecuali setelah jerawat batu tersebut kempes.

Dituduh selalu berpikiran jorok

Teman saya yang mulutnya sembarangan pernah membuat teori ngawur. Jerawat batu yang tumbuh di dahi adalah hasil dari mata yang mulanya melihat hal-hal kotor, kemaksiatan ataupun perbuatan keji. Kemudian dari hal tersebut menyalur ke pikiran, lantas dari pikiran yang kotor muncul jerawat batu di bagian dahi. Begitulah cara kerja jerawat menyiksa seseorang yang senang berpikiran kotor, katanya.

Namun sampai sekarang saya masih penasaran teori tersebut muncul dari mana. Padahal secara medis, jerawat batu biasa terjadi akibat peradangan kuman penyebab jerawat. Malahan kadang akan semakin parah karena ada tambahan infeksi dari kuman lain. Jadi sebenarnya tuduhan-tuduhan seperti senang berpikiran jorok itu, menurut saya tentu tidak benar bahkan bertentangan dengan medis. Jadi, tolonglah dihentikan demi membantu mengurangi kegetiran seseorang yang sedang tertimpa musibah jerawat batu di bagian dahi. Oke?

Disangka ahli ibadah

Sebagaimana jamak diketahui bahwa jerawat batu atau bahkan segala macam jerawat, setelah kempes nantinya akan meninggalkan bekas atau flek hitam di bagian bekas jerawat tersebut. Hal ini juga menjadi kekesalan banyak orang yang pernah mengalami jerawatan. Jadi, sebenarnya jerawat ini sangat menyiksa mulai kemunculannya sampai kepergiannya. Kurang lebih mirip-mirip seperti mantan lah.

Berdasarkan hal tersebut, ada pengalaman menjengkelkan yang pernah saya alami. Saya pernah dianggap sebagai ahli ibadah karena memiliki flek hitam di bagian dahi. Padahal flek tersebut bukan karena ahli sujud melainkan cuma karena bekas jerawat batu. Ini tentu seperti menghina, sebab kalau salat maktubah oke lah bisa dikatakan saya rajin karena memang kewajiban. Lantas bagaimana kabar dhuha atau tahajjud saya? Ini yang jadi tamparan keras. Lagi pula, kok bisa menilai seseorang ahli ibadah hanya karena bekas hitam di dahi? Kalau kata Bang Haji Rhoma, sungguh terlalu.

Itulah beberapa alasan memiliki jerawat batu di bagian dahi merupakan sesuatu yang paling menyebalkan dalam hidup. Sebab nyerinya bukan hanya dari luar terutama ketika jerawat tersebut disentuh, namun hingga menyerang pada mental dan psikis. Jadi, mohon pengertiannya ya, Bolo.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenang Lifebuoy Clear Skin, Pionir Sabun Batang untuk Atasi Jerawat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Exit mobile version