ADVERTISEMENT

Jembatan Kali Winongo di Jalan Jambon, tempat terburuk untuk mengalami kecelakaan

Jembatan Kali Winongo di Jalan Jambon, tempat terburuk untuk mengalami kecelakaan

Kecelakaan memang tidak mengenal tempat, tapi, kecelakaan di Jembatan Kali Winongo adalah tempat terburuk untuk celaka

Beberapa waktu lalu, warga Jogja merayakan perbaikan Jalan Kabupaten. Jalan yang selalu ramai tiap saat itu dulunya penuh lubang dan nggak rata, membuat pengendara dan penumpang yang lewat sakit sekujur badan. Tapi sekarang, Jalan Kabupaten sudah mulus dan halus. Perjalanan jadi lebih nyaman ketika melewati ruas jalan yang membujur lurus dari selatan ke utara itu.

ADVERTISEMENT

Nggak jauh dari Jalan Kabupaten, terdapat Jalan Jambon yang menjadi jalur alternatif bagi pengendara yang mau ke Jalan Magelang dari Jalan Kabupaten, maupun sebaliknya. Mungkin beberapa dari kalian masih asing jika saya jelaskan lewat deskripsi seperti ini, tapi saya yakin kalian pernah melintasinya. Tahu Sindu Kusuma Edupark (SKE)? Nah, jalur ini melintasi SKE.

Belakangan ini, jalur ini semakin ramai. Motor, mobil, hingga truk kerap melintasi jalur alternatif ini karena bisa memangkas waktu tempuh secara signifikan. Mereka nggak perlu melewati Jalan Godean yang ramai maupun Selokan Mataram yang sempit untuk bisa ke Jalan Magelang maupun Jalan Kabupaten.

Tapi tahukah kamu, jalur alternatif ini sering banget membuat pengendara terlena sehingga rawan kecelakaan, terutama saat malam hari? Padahal, terlibat kecelakaan di jalur ini bakal merepotkan banget, baik bagi korban maupun saksi.

Jalur yang dikira sepi dan halus

Saya tinggal nggak jauh dari jalur ini. Dan bagi kami warga setempat, kami nggak pernah berani untuk mengebut maupun kehilangan fokus saat melintasi jalur ini. Tapi banyak sekali pengendara yang melintasi jalur ini yang memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

Alasannya, jalur ini di waktu tertentu memang sepi, apalagi di sekitar turunan dekat Kali Winongo, Jembatan Kali Winongo, hingga depan SKE. Padahal, di tempat-tempat yang saya sebutkan ini sangat minim penerangan. Kalau kehilangan fokus sebentar saja, kita bisa saja luput melihat keadaan sekitar.

Apalagi, jalan yang berada di turunan sebenarnya nggak mulus-mulus amat. Ada beberapa bagian yang ketinggian aspalnya berbeda-beda. Selain itu, turunan yang berbelok cukup curam ini sering dikira sepi oleh pengendara yang belum terlalu sering lewat sini, khususnya yang melaju dari arah Jalan Kabupaten. Ketika lengah, para pengendara telanjur ngegas dan nggak menyadari kendaraan dari sisi berlawanan juga melaju dengan kecepatan tinggi karena jalanan naik.

Semisal ada pengendara yang terkejut dan banting setir ke kiri, bahaya besar langsung menghadang mereka. Soalnya, tepat di kiri jalan adalah Bendung Jambon yang nggak berpagar. Banyak pengendara yang belum tahu mengingat hampir nggak ada penerangan yang memadai di sisi ini. Saat siang hari memang bendung ini terlihat jelas. Tapi saat malam, pengendara nggak akan mengira kendaraan mereka bisa saja tercebur ke air.

Ditambah lagi Jembatan Kali Winongo yang sering menjadi tempat menyeberang kendaraan dari dan ke Blambangan menuju Perumahan Tirtasani sehingga banyak antrean kendaraan di titik tersebut. Jarak antara jalan turunan Bendung Jambon dengan jembatan sangatlah dekat. Kalau nggak berhati-hati, pengendara yang lengah bisa celaka.

ADVERTISEMENT

Jembatan Kali Winongo, tempat terburuk untuk mengalami kecelakaan

Sayangnya, nggak jarang ada pengendara yang ngebut maupun berkendara sesuka hati di jalur alternatif ini. Akibatnya terkadang terjadi kecelakaan di sini.

Baru-baru ini, terjadi kecelakaan tunggal tepat di Jembatan Kali Winongo yang korbannya diduga sedang dalam keadaan mabuk. Bapak saya bercerita, salah satu tetangga saya menjadi pengendara yang melintas di sana ketika korban sudah terkapar di tengah jalan. Tetangga saya tersebut berupaya membantu dengan mengurai kemacetan kendaraan sekaligus hendak melaporkan kecelakaan ke polsek setempat.

Tapi ternyata, kena kecelakaan di Jembatan Kali Winongo itu merepotkan. Bukan hanya untuk korban yang segera butuh pertolongan, warga setempat pun bingung bagaimana cara menolongnya.

Begini. Jalur alternatif ini, wabil khusus di titik Jembatan Kali Winongo, berada tepat di tengah tiga kecamatan sekaligus. Di sisi utara, terdapat Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Sisi selatannya merupakan wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Sementara itu, ngesot sedikit ke sisi timur kita akan langsung bertemu Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Tetangga saya bingung, kepada polsek mana ia harus melapor? Ia sempat ragu bila melapor ke polsek A, ia akan ditolak dan diminta melapor ke polsek B. Kondisi seperti ini tentu membuang golden time bagi korban kecelakaan. Tapi di saat yang sama, titik ini nggak “dimiliki” oleh kecamatan manapun karena memang berada tepat di perbatasan antarkecamatan.

Dari kecelakaan tersebut saya belajar suatu hal. Nggak ada satupun orang yang berharap dirinya terlibat kecelakaan. Tapi saat berkendara, kita bisa mengurangi risiko kecelakaan dengan mematuhi aturan. 

Jangan sampai berkendara secara ugal-ugalan sehingga malah merugikan diri sendiri. Sudahlah badan sakit dan terluka karena kecelakaan, masih harus kebingungan pula dengan problem administratif terkait lokasi geografis kecelakaan. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial dan artikel menarik lainnya di Terminal Mojok

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2026 oleh .

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki