Aroma jalanan baunya campur aduk
Kemudian, yang tak kalah mengganggu pula, aroma jalanan di sini punya bau sendiri, yakni aroma sampah, kali yang kotor, dan berbagai bebauan menjadi satu. Pokoknya campur aduk. Saya tak mengatakan daerah Surabaya lainnya tidak ada yang seperti itu. Tapi di bagian utara ini, kaya hampir semuanya.
Dulu saya mengira itu memang bau khas Surabaya sebagai wilayah kota, ternyata tidak. Jika saya berkunjung ke daerah lain yang lebih tertata, ada juga ternyata yang bersih dan rapi. Kalau kalian berkunjung ke sini, pasti pahamlah yang saya maksud. Makanya, saya bilang Surabaya Utara itu berbeda dengan wilayah lainnya.
Terakhir, saya rasa jalanan di Surabaya Utara juga lebih jarang pepohonan, makanya suhu panas di sini berbeda. Apalagi area ini sangat dekat sama pantai, jadi maklum kalau level panasnya di atas yang lain. Hmmm, kapok saya keluyuran ke sini pas siang-siang!
Yah, sekian pengalaman saya yang tak mengenakkan ini. Saya pribadi juga bingung apa bisa kita mengubah Surabaya Utara lebih rapi dan dingin lagi, tentunya tanpa ada diskriminasi loh ya. Kan eman, brandingnya punya banyak penghargaan, tapi ternyata ada kawasan yang dibiarkan. Hehehe.
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
