Informasi
ADVERTISEMENT

Jalur Wlingi-Karangkates, Penghubung Blitar dan Malang yang Indah tapi Mengancam Nyawa Pengguna Jalan

Jalur Wlingi-Karangkates, Penghubung Blitar dan Malang yang Indah tapi Mengancam Nyawa Pengguna Jalan

Kombinasi tikungan dan jalur tanjakan yang membahayakan

Bagi yang ingin menikmati pemandangan, jalur Wlingi-Karangkates ini memang yang terbaik. Namun jangan salah, kombinasi tikungan dan tanjakan di sini sangat tidak dianjurkan bagi pengemudi pemula. Kalian yang naik mobil atau motor perlu kewaspadaan ekstra jika baru pertama kali melintas di sini.

Tak sedikit pengguna jalan yang masuk ke jurang akibat tidak hafal medan. Apa lagi saat perjalanan malam, beberapa jalur di sini dalam kondisi minim penerangan.

Selain pengemudi pemula, kalian yang sudah lelah karena berkendara lama sebaiknya menepi sejenak sebelum lewat jalur ini. Sebab tidak sedikit pengendara yang mengalami microsleep dan akhirnya kecelakaan.

Lewat jalur Wlingi-Karangkates di malam hari sama dengan setor nyawa

Seperti yang saya singgung di awal, beberapa ruas jalan di jalur ini memang minim penerangan. Sebenarnya ada tiang PJU-nya, namun ketimbang nyala, sepertinya mereka lebih sering padamnya. Sehingga jika memilih berkendara motoran di malam hari tentu sama saja kayak setor nyawa. Apalagi malam hari jadi waktunya truk-truk pengangkut tebu beroperasi. Kombinasi jalurnya tentu akan memacu adrenalin pengendara naik tiap tuas gas ditarik.

Tambah lagi beberapa titik di jalur ini jauh dari permukiman karena membelah bentang pegunungan yang masih asri dan alami. Bayangkan saja jika tiba-tiba motor kalian mogok pas di tengah jalur jauh dari kampung. Jadi pertimbangkan jika ingin melintas di sini di malam hari.

Toh saat memaksa melintas di malam hari, tetap saja tidak bisa melihat pemandangan yang indah sepanjang jalur Wlingi-Karangkates. Sia-sia kan jika sudah jauh jauh melintas, tapi yang didapatkan malah tidak pantas. Alias gelap-gelapan sepanjang jalan yang dilalui. Jadi jangan lewat sini malam-malam, ya, Dek, bahaya!

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Surat Terbuka untuk Pemerintah Kabupaten Malang: Jalanan di Jalur Ngantang dan Payung Minim Cahaya dan Tambalan Tidak Rata, Gimana Ini?!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2025 oleh .

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

Exit mobile version