Informasi
ADVERTISEMENT

Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

Mungkin, jalur ini nggak semenakutkan Alas Roban di Batang dan Alas Purwo di Banyuwangi. Namun, tetap saja, melewati Alas Kubangkangkung akan membuat bulu kuduk kalian merinding.

Lampu penerangan adalah hal yang fana!

Suatu ketika, saya dan seorang kawan diminta untuk mengantarkan Pak Kyai ke Kecamatan Sidareja, Cilacap. Ketika berangkat, kami melewati jalur utara yaitu di Kecamatan Karangpucung. Kemudian, saat perjalanan pulang, kami melewati Alas Kubangkangkung ini. Sebelum memasuki jalur ini, kawan saya sudah mewanti-wanti saya agar bersiap. Saya yang baru pertama kali lewat jalur ini di malam hari pun merasa terkejut. Kenapa?

Sebab, di sepanjang jalan sama sekali tidak ada lampu penerangan sama sekali. Alhasil, teman saya yang saat itu kebagian menyetir pun menyalakan lampu jarak jauh di sepanjang jalan. Terhitung hanya tiga kali kami berpapasan dengan kendaraan. Itu pun hanya truk besar. Menjumpai pengendara motor di jalur ini pada malam hari termasuk sebuah keajaiban dunia.

Oh ya, saat kami melintasi jalur ini, waktu menunjukkan pukul 22.00. Untuk mengurangi rasa takut, kami memilih untuk berbincang ngalor ngidul nggak jelas. Cara ini kami lakukan untuk sedikit mengalihkan perhatian dari rasa takut sepanjang jalan. Untung saja, waktu itu kami mengendarai mobil. Coba kalau pakai motor, ngalamat, Lur! Cilacap keras pokoke!

Kondisi jalan seperti roller coaster

Memang, kondisi jalan di sepanjang alas sudah bagus. Namun, kontur jalan yang naik turun membuat pengendara seperti diajak menaiki roller coaster. Ya, wahana permainan yang ada di Dufan itu, loh. Kalian nggak percaya? Silahkan coba dan rasakan sensasinya!

Bagi kalian yang mudah mabuk perjalanan, saya sarankan supaya jangan memacu kendaraan dengan kecepatan di atas 60 km/jam saat melewati Alas Kubangkangkung. Hal ini supaya kalian nggak mual dan muntah saat melewati jalan alternatif yang menghubungkan Cilacap dengan Tasikmalaya ini.

Itulah alasan kenapa jalur ini menjadi sarana uji nyali dan momok yang menakutkan bagi setiap pengendara yang melewatinya. Kalau tidak terpaksa sekali, jangan berani-berani melewati jalur ini saat malam hari. Apalagi dalam keadaan sendirian. Ati-ati bae, Sedulur!

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Stop Bertanya “Ngapak ya?” ke Semua Orang yang Mengaku Berasal dari Cilacap. Ngapak Bukan Satu-satunya Identitas yang Dimiliki Cilacap!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2023 oleh .

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

Exit mobile version