Itaewon Class dan Start Up, Solusi untuk Anak Muda yang Butuh Motivasi

Itaewon Class dan Start Up, Solusi untuk Anak Muda yang Butuh Motivasi terminal mojok.co

Itaewon Class dan Start Up, Solusi untuk Anak Muda yang Butuh Motivasi terminal mojok.co

Untuk kalian pecinta drama Korea Selatan, nyadar nggak sih kalau tahun 2020 diawali dan diakhiri dengan drama yang temanya hampir mirip? Berbeda dengan tahun 2016 di mana drama Korea Selatan lagi manis-manisnya, tahun ini dibuka dan ditutup dengan drama yang menyuguhkan kisah cinta anti menye-menye. Tak jarang orang-orang yang anti drama korea pada akhirnya tertarik untuk menonton juga, karena jalan cerita yang seru, tidak melulu tentang pasangan yang saling bucin.

Diawali dengan Itaewon Class yang tayang perdana pada akhir Januari. Itaewon Class merupakan drakor yang diadaptasi dari webtoon dengan judul yang sama. Drakor ini menceritakan tentang seorang laki-laki bernama Park Sae Ro Yi yang diperankan oleh Park Seo Joon. Park Sae Ro Yi adalah pemuda yang memiliki prinsip dan berpegang teguh pada prinsipnya. Tidak ada seorang pun yang mampu mematahkan prinsip hidup Park Sae Ro Yi. Park Seo Joon beradu akting dengan aktris muda dari Korea Selatan bernama Kim Da Mi yang berperan sebagai Jo Yi Seo. Park Sae Ro Yi bersama teman-temannya merintis bisnis kuliner di Itaewon yang bernama Dan Bam.

Park Sae Ro Yi, Jo Yi Seo, dan teman-teman lainnya melewati masa-masa sulit dalam membangun bisnis mereka. Dan Bam hampir saja bangkrut, tapi karena kerja keras mereka, akhirnya bisnis yang mereka rintis bersama bisa terkenal dan sukses. Kemudian ada Start Up, yang masih tayang pada bulan ini. Start Up bercerita tentang Seo Dal Mi yang diperankan oleh Bae Suzy. Seo Dal Mi adalah seorang perempuan tangguh yang selalu berusaha mencapai mimpi-mimpinya. Lawan main Bae Suzy dalam Start Up adalah Nam Joo Hyuk dan Kim Seon Ho. Nam Joo Hyuk berperan sebagai Nam Do San, seorang laki-laki yang memiliki perusahaan bernama Samsan Tech. Sedangkan Kim Seon Ho berperan sebagai Han Ji Pyeong, seorang HS Venture Capital.

Nah, itu tadi adalah sedikit gambaran tentang Itaewon Class dan Start Up. Saya memang tidak menjelaskan secara detail, karena takut spoiler. Apalagi Start Up yang masih on going. Jadi, masih belum tahu bagaimana akhir ceritanya. Sekarang, saya akan jelaskan apa saja kesamaan dari dua drama ini, sekaligus apa sih pelajaran yang bisa kita ambil dari menonton Itaewon Class dan Start Up?

#1 Cerita yang antimainstream

Drama Korea Selatan terkenal dengan kisah cintanya yang manis, sampai bisa membuat penontonnya baper dan gagal move on. Sering mengangkat kisah tentang sepasang kekasih yang saling berbagi perhatian. Namun, berbeda dengan Itaewon Class dan Start Up, dua drama ini sebenarnya juga mengisahkan cinta karakter utamanya. Tetapi porsinya tidak sebanyak drakor pada umumnya. Tidak terlalu menonjolkan sisi romantisnya, tapi Itaewon Class dan Start Up lebih menunjukkan pasangan yang saling mendukung impian dari pasangannya. Scene berkencan hampir tidak ada, lebih banyak scene yang menggambarkan jungkir balik perjuangan tokoh-tokohnya dalam merintis usaha. Akan tetapi, tetap ada kisah cinta di dalamnya.

Kalau menurut saya sih, kisah cinta di Itaewon Class dan Start Up tidak terlihat seperti dua orang yang tidak sengaja bertemu kemudian sering berkencan, bertukar perhatian, jatuh cinta, dan berpacaran. Lebih terlihat sebagai partner yang saling memberi support, saling meyakinkan akan mimpi masing-masing, kemudian saling jatuh hati.

#2 Karakter-karakter yang berprinsip kuat

Park Sae Ro Yi dan Seo Dal Mi adalah contoh anak muda yang berprinsip. tidak mengikuti arus, juga tidak melawan arus. Tidak mudah terpengaruh dengan omongan orang lain yang berusaha mematahkan prinsip mereka. Contohnya saat Park Sae Ro Yi diminta berlutut, ia menolaknya karena ia merasa tidak bersalah dan tidak perlu berlutut. Bahkan Park Sae Ro Yi rela walaupun harus dikeluarkan dari sekolahnya hanya karena tidak mau berlutut. Baginya, lebih baik dikeluarkan dari sekolahnya daripada harus berlutut.

Park Sae Ro Yi adalah tipikal orang yang tak akan mengkhianati prinsipnya sendiri. Begitu pula dengan Seo Dal Mi, ada scene di mana ia menolak bantuan dari mentornya apabila ia gagal mendapatkan investor. Menurut Seo Dal Mi, apabila ia menerima bantuan itu sama saja usahanya berakhir dengan sia-sia. Tak hanya karakter utamanya yang digambarkan memiiliki prinsip hidup yang kuat. Akan tetapi, karakter pendukungnya juga digambarkan memiliki prinsip yang kuat.

#3 Yakin dengan pilihan hidup

Perjalanan seseorang dalam mencapai titik suksesnya tentu berbeda-beda. Tetapi sering kali masyarakat membuat standar yang sama pada semua orang. Contohnya saja anggapan kalau lulus SMA harus kuliah karena kebanyakan orang begitu. Namun, itu tak berlaku untuk orang-orang yang berani memilih pilihan hidupnya sendiri. Park Sae ro Yi, Jo Yi Seo, Seo Dal Mi, Nam Do San, adalah contoh orang-orang yang mampu mengusahakan mimpinya sampai sukses walaupun hanya lulusan SMA.

#4 Latar belakang keluarga

Dari drakor Itaewon Class dan Start Up kita bisa lihat kalau zaman sekarang, latar belakang keluarga tidak menentukan kesuksesan seseorang. Dalam drama tersebut, orang-orang yang sukses menggapai impiannya justru berasal dari keluarga yang tidak utuh. Mulai dari Park Sae Ro Yi sampai Seo Dal Mi, keduanya sama-sama berjuang sebagai satu-satunya tumpuan keluarga. Park Sae Ro Yi hidup sendiri setelah ayahnya meninggal karena kecelakaan.

Sedangkan Seo Dal Mi hidup berdua bersama neneknya, setelah kedua orang tuanya bercerai dan ayahnya meninggal. Keadaan yang tak seberuntung orang lain tak membuat para tokoh utama ini menjadi pribadi yang lemah. Sebaliknya, keadaan membuat mereka menjadi lebih kuat. Karakter pendukung lain yang bernasib sama adalah Han Ji Pyeong, seorang yatim piatu yang tak pantang menyerah dengan keadaan.

#5 OST yang membakar semangat

Gaho adalah band asal Korea Selatan yang sama-sama menyanyikan original soundtrack untuk drakor Itaewon Class dan Start Up. Lagu berjudul Start untuk Itaewon Class dan Running untuk Start Up. Dua lagu itu memiliki tema yang sama, intinya mengajak kita untuk berani memperjuangkan apa yang kita impikan. Musiknya yang upbeat bisa membakar semangat para pendengarnya.

Buat kalian yang lagi ada di fase mencemaskan masa depan atau kalian yang lagi butuh motivasi tapi udah bosen denger omongan orang lain. Dua drama ini bisa jadi solusinya. Tidak perlu mendengarkan seorang motivator dengan serius. Cukup nikmati alur cerita dari drama Itaewon Class dan Start Up, pasti dengan sendirinya kalian akan termotivasi. Yuk semangat! negeri kita lagi butuh pemuda-pemuda yang berani, dan kita harus jadi bagian dari pemuda yang dibutuhkan itu.

BACA JUGA Sinetron ‘Ikatan Cinta’ Dibilang Drakor Versi Lokal. Maaf, Drakor yang Mana? dan tulisan Nila Rosa Pratiwi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Exit mobile version