Informasi
ADVERTISEMENT

Indosat Harusnya Introspeksi dan Berbenah supaya Nggak Bikin Pelanggan Tambah Kecewa

Indosat Harusnya Introspeksi dan Berbenah supaya Nggak Bikin Pelanggan Tambah Kecewa

Paket data harganya semakin mahal

Dulu, ada satu hal yang membuat saya jatuh cinta pada Indosat, yakni paket data dengan kuota unlimited. Sejak masih SMA, kuota unlimited ini selalu jadi andalan saya. Selain harga paketnya yang terjangkau siswa sekolah seperti saya dulu, kuotanya bisa saya gunakan selama satu bulan full. Walaupun kuotanya sudah habis, tapi masih bisa saya gunakan untuk chat WhatsApp.

Saat itu, harga 1 GB kuota unlimited harganya cuma Rp25 ribuan. Sekarang sih harganya sudah naik, sekitar Rp35 ribuan. Nah, gara-gara harga paket data yang makin mahal itu, saya mulai sedikit demi sedikit meninggalkan provider satu ini. Hanya sesekali saya berlangganan paket datanya.

Sedihnya, nggak hanya harga paket data unlimited yang naik, hampir semua paket kuota Indosat harganya naik semua. Saya kira cuma saya saja yang merasakan kenaikan harga ini. Ternyata banyak teman saya yang juga mengeluhkan harga paket data provider kuning ini yang makin selangit.

Dulu sinyal Indosat bagus, sekarang makin meredup

Sebenarnya sejak dulu nama Indosat sudah terkenal bagus, dan sinyalnya memang bagus. Sayangnya beberapa tahun ke belakang sinyalnya mulai meredup dan sulit ditemukan. Entah itu hanya terjadi pada saya atau di kota-kota lain tetap sulit sinyalnya.

Sinyal yang kadang muncul kadang hilang ini tentu membuat siapa pun jengkel tak terkecuali saya. Saya pernah sedang Zoom Meeting, eh sinyalnya malah ada dan tiada. Akibatnya saat nge-Zoom jadi macet-macet nggak karuan.

Waktu terjadi gangguan beberapa hari lalu juga umpatan untuk provider kuning ini banyak sekali. Salah seorang pengguna X juga mengumpat, “Larang tok, meng sinyale ko blekok!” Bahkan lucunya, sekelas Dokter Tirta saja juga ikutan geram dengan gangguan sinyal Indosat malam itu. Sama seperti netizen lainnya, beliau juga mencuitkan keluhannya dalam akun X-nya. Jelas saja cuitan Dokter Tirta mendapat banyak reply-an dari netizen yang mengeluhkan hal sama.

Begitulah pengalaman sekaligus kekecewaan saya terhadap Indosat. Harga kuota dan sinyal yang didapat pelanggan nggak sebanding dengan uang yang dikeluarkan oleh pelanggan. Apalagi akhir-akhir ini sinyal provider kuning ini kerap mengalami gangguan yang bikin emosi. Kalau lagi nggak dibutuhin sih nggak apa-apa, lha, kalau pas lagi banyak deadline kan repot!

Perusahaan besar seperti Indosat harusnya sadar diri dan introspeksi. Masa iya mau gini-gini saja? Harusnya sinyal makin kuat, dong, bukan makin redup. Gimana, sih? Bisa-bisa pelanggan kabur semua kalau kayak gini terus, lho!

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Alasan Saya Bertahan dengan Indosat Lebih dari 17 Tahun.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2024 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

Exit mobile version