Jangan Naik Honda PCX atau Yamaha Aerox karena Kamu Bakal Tersiksa

Honda PCX dan Yamaha Aerox Menyiksa Kamu yang Nggak Layak (HariPrasetyo:Shutterstock.com)

Honda PCX dan Yamaha Aerox Menyiksa Kamu yang Nggak Layak (HariPrasetyo:Shutterstock.com)

Bicara sepeda motor, menurut saya, nggak hanya soal selera saja. Dalam hal ini, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kelayakan. Misalnya, kalau tubuh kamu itu mungil, ya jangan memaksa bawa Honda PCX atau Yamaha Aerox. Jatuhnya kamu itu menyiksa diri dan membahayakan orang lain.

Contohlah diri saya ini. Saya ini laki-laki usia tanggung dengan bobot 80 kilogram. Tinggi badan saya, kalau tidak salah, 167 sentimeter. Oleh sebab itu, kalau naik motor matik, cocoknya pakai Honda PCX, Yamaha Aerox, hingga Yamaha NMAX. Bukan karena “mendang-mending”, tapi sadar diri.

Coba aja bayangkan, badan saya bongsor begini naik Yamaha Mio atau Honda BeAT. Itu namanya menyiksa diri sendiri. Naik motor mungil, kaki kelipet, bokong mendelep. Nyiksa banget. Baru jalan 5 kilometer pakai BeAT, pantat saya sudah kesemutan.

Maksa naik Honda PCX atau Yamaha Aerox sebagai bukti “orang nggak ngotak”

Saat ini, banyak orang membeli sepeda motor hanya karena ingin terlihat keren. Mereka kalah sama gengsi dan kelihatan nggak peduli sama keselamatan. Ya beginilah contoh orang nggak ngotak. Badan mungil, kecil, nggak mempertimbangkan tinggi badan, tapi maksa naik motor “besar” untuk ukuran mereka.

Di usia-usia SMP dan SMA inilah mereka berubah menjadi “bocil kematian”, yang merengek ke orang tua, minta dibelikan Honda PCX atau Yamaha Aerox. Ada juga yang maksa minta beli motor sport kayak Kawasaki Ninja ZX25R. Aneh sekali karena mereka ini “jinjit” kalau motor lagi berhenti. Nurunin standar tengah saja nggak kuat. 

Parahnya lagi, banyak orang tua menuruti saja kemauan anaknya tersebut. Tanpa berpikir keselamatan sang anak maupun orang lain sesama pengguna jalan raya. Bahkan mereka rela utang demi menuruti kemauan sang anak. 

Ketika hidupmu bergantung pada kabel tuas gas

Soal serampangan membeli motor nggak sesuai postur tubuh memang menjangkiti semura orang. Nggak cuma bocil kematian, ya. Orang dewasa pun ada yang bebal. Saya curiga, sikap ini yang menulari anak-anak SMP dan SMA. Selain itu, kadang orang tua juga mengedepankan gengsi dan sekadar gaya-gayaan. Jangan salah, orang tua juga suka gaya-gayaan. Namanya saja “pernah muda”.

Sayangnya, orang dewasa ini nggak sadar kalau nyawa anak yang bawa motor lebih besar ketimbang postur tubuh itu bahaya banget. Anak-anak SMP dan SMA ini bawa Honda PCX atau Yamaha Aerox tanpa kontrol diri. Kadang bermanuver tanpa bisa kita tebak. Serong kiri, serong kanan. Meliuk-liuk di jalanan. Betul-betul meresahkan.

Sudah begitu, mereka sama sekali nggak memikirkan keselamatan pengendara di belakangnya. Mereka nggak hanya mempertaruhkan nyawa sendiri, tapi juga orang lain. Apa ya nggak mikir kalau mereka jatuh, bisa jadi pengendara di belakang ikut jatuh karena rem mendadak. Sering juga mereka nggak sengaja menabrak pengguna jalan lain karena memacu kendaraan terlalu tinggi lalu hilang kendali. 

Giliran jatuh dan mencelakakan orang lain, mana mungkin bocil kematian ini mau tanggung jawab. Kalau sudah begini, orang tua yang kena getahnya. Niatnya biar keren naik Honda PCX atau Yamaha Aerox, ujungnya menyiksa diri sendiri dan orang lain.

Naik motor sesuai kebutuhan dan kelayakan

Sepeda motor, sesuai khitahnya, hanya sebuah alat untuk mengantar kamu dari titik A ke B. Untuk sebagian orang, sepeda motor menjadi alat untuk mencari rezeki. Intinya, sebagai sebuah alat, sepeda motor berfungsi untuk memudahkan hidup orang. Oleh sebab itu, manfaatkan motor sesuai tujuan dan kebutuhan.

Honda PCX atau Yamaha Aerox misalnya, cocok untuk kebutuhan mereka yang badannya besar. Cocok dengan postur tubuh dan pasti nyaman. Kalau tubuhmu mungil dan bakal jinjit kalau pakai PCX atau Aerox, ya pakai saja BeAT. Apalagi sekarang BeAT 2023 juga sudah bagus secara tampilan dan mesin. Menurut saya, BeAT udah bukan simbol kemiskinan, kok.

Kalau kamu nggak layak naik Honda PCX atau Yamaha Aerox, jangan memaksa, lah. Intinya, sih, gitu. Karena pada akhirnya, jangan menyiksa diri, lalu pada akhirnya bikin celaka orang lain. Gitu.

Penulis: Saar Ailarang Abdullah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Dikasih Gratis pun, Saya Tetap Tidak Mau Punya Honda PCX, Berat Bobotnya, Berat Tarikannya!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version