Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau KDMP menjadi salah satu program pemerintah yang paling banyak mendapat sorotan. Selain anggarannya yang fantastis, program ini dinilai belum matang. Lihat saja titik-titik persebaran yang nyeleneh dan barang-barang yang dijual tidak ada bedanya dengan minimarketlain.
Tentu kalian masih ingat dengan lokasi Kopdes Merah Putih di Gunung Prau hingga dua Kopdes yang lokasinya saling berhadapan. Belum lagi, jualannya yang tidak jauh berbeda dengan Indomaret dan Alfamart, bukan mengangkat produk-produk lokal desa setempat.
Intinya, program ini mendapat banyak sorotan bukan karena prestasinya, tapi karena keanehannya. Itu mengapa, sebagai orang yang sudah puyeng menyimak perkembangan program ini, saya coba cari-cari sisi positif atau manfaat Kopdes Merah Putih.
Barang kali, dengan menemukan manfaat lain dari Kopdes Merah Putih, selain jadi tempat belanja, saya bisa melihat program ini dengan cara yang berbeda.
Mungkin tidak jadi tempat belanja, tapi bisa jadi tempat janjian
Hingga Juni 2026 tercatat sudah berdiri 83.383 bangunan KDMP yang tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya kota-kota besar, kopdes juga ada di daerah-daerah terpencil. Bahkan, di kaki Gunung Prau pun ada.
Itu mengapa, saya rasa janjian dengan teman di Kopdes Merah Putih adalah pilihan terbaik. Terlebih, koperasi ini punya bangunan yang cukup mencolok. Selain luas, kopdes sudah lekat di benak masyarakat dengan bangunan dengan corak putih dan merah yang khas. Percaya deh, saat teman kalian menentukan koperasi ini sebagai titik, kalian akan memiliki kesamaan perspektif sehingga tidak akan tersesat.
Di desa-desa, keberadaan KDMP juga bisa jadi ancer-ancer atau petunjuk bagi orang yang mengantar paket. Misal, sisi selatan koperasi atau beberapa meter atau rumah dari koperasi. Oh, mungkin COD sekalian di koperasi juga bisa ya.
Menumpang toilet di Kopdes Merah Putih saat bepergian
Sudah jadi rahasia umum, jaringan minimarket seperti Indomaret dan Alfamart adalah penyelamat mereka yang melakukan bepergian jauh. Selain bisa belanja berbagai macam kebutuhan, minimarket macam ini jadi penyelamat mereka yang kebelet ke toilet.
Mengingat barang-barang di KDMP tidak selengkap jaringan Indomaret dan Alfamart ( dan memang tidak seharusnya begitu), jadi kita manfaatkan toiletnya saja kali ya. Eh, Kopdes punya fasilitas toilet kan ya?
Ya kalaupun tidak ada toilet, bangunan Kopdes setidaknya bisa jadi tempat berteduh kalau cuaca sedang terik atau hujan deras. Bangunan yang cukup besar dan lega setidaknya bisa dimanfaatkan untuk itu.
Membuat konten
Ini satu hal lain yang dilakukan orang-orang di Kopdes (dan banyak dilakukan sekarang). Tidak sedikit orang yang membuat konten belanja di Kopdes ini. Ada yang mengulas produk-produk yang dijual. Tidak sedikit pula yang mengulas pelayanannya.
Anehnya, konten-konten semacam ini lumayan banyak penontonnya. Mungkin, diam-diam banyak orang yang penasaran dengan program ini, tapi terlalu malas untuk memeriksa langsung di lapangan. Mungkin juga, program ini kadung mendapat sorotan dari warga sehingga konten apa pun soal Kopdes bakal menyita perhatian.
Saya rasa itu hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes selain belanja. Ternyata, kalau dicari-cari, ada juga ya manfaat dari puluhan ribu bangunan ini. Namun, setelah menulis ini saya jadi merenung dalam. Benar-benar perlukah duit triliunan rupiah digelontorkan untuk bangunan yang akhirnya hanya difungsikan seperti di atas. Fungsi utamanya sebagai koperasi desa malah nggak maksimal.
Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
