Informasi
ADVERTISEMENT

Gunung Ranti Banyuwangi, alternatif menikmati negeri di atas awan tanpa khawatir berdesakan

Gunung Ranti Banyuwangi, alternatif menikmati negeri di atas awan tanpa khawatir berdesakan

Buat kalian yang ingin menikmati keindahan pegunungan Banyuwangi tanpa harus berdesakan dengan wisatawan lain, Gunung Ranti bisa menjadi alternatif menarik untuk dicoba!

Sebagai akamsi yang lahir dan besar di Bumi Blambangan, setiap kali mendengar nama Banyuwangi dan wisata pegunungannya di perantauan, kebanyakan orang mungkin langsung teringat Gunung Ijen. Apalagi kalau bukan karena kawahnya yang mempesona dan fenomena blue fire yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Namun saya merasa ada satu gunung yang tidak boleh luput dari perhatian pengunjung. Namanya Gunung Ranti. Lokasi pos pendakiannya bahkan berseberangan dengan Pos Paltuding, yang menjadi titik awal pendakian Gunung Ijen. Sayangnya, nama Gunung Ranti seolah tenggelam di balik popularitas tetangganya. Padahal, gunung dengan ketinggian 2.601 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menyimpan panorama alam yang tidak kalah menarik.

Bayangkan saja, kita bisa menikmati matahari terbit, hamparan awan dari ketinggian, hingga pemandangan pegunungan Ijen purba. Bahkan, ada kesempatan untuk berkemah di puncak dan menikmati suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk wisatawan. Lantas, apa saja yang membuat Gunung Ranti layak masuk daftar tujuan pendakian kalian berikutnya?

Gunung Ranti Banyuwangi, kurang dikenal padahal potensial

Kalau kalian mencoba mencari informasi tentang wisata pegunungan di Banyuwangi melalui media sosial, nama Gunung Ijen mungkin akan lebih sering muncul. Sementara itu, Gunung Ranti seperti menjadi tetangga yang jarang diajak berkenalan.

Padahal, keduanya berada di kawasan yang berdekatan. Gunung Ijen punya kawah dan fenomena blue fire sebagai daya tarik utama, sedangkan Gunung Ranti menawarkan pengalaman berbeda bagi mereka yang ingin menikmati panorama pegunungan dari ketinggian.

Menurut saya, salah satu hal yang membuat Gunung Ranti kurang dikenal adalah minimnya eksposur di media sosial. Coba saja bandingkan tagar #GunungRanti dengan #GunungIjen. Kalian akan melihat betapa jauhnya perbedaan popularitas kedua nama tersebut.

Di era sekarang, keindahan alam saja terkadang belum cukup untuk membuat sebuah destinasi dikenal banyak orang. Perlu ada upaya untuk memperkenalkannya melalui konten perjalanan, foto, video, maupun informasi pendakian yang mudah ditemukan calon pengunjung.

Tentu saja, bukan berarti Gunung Ranti Banyuwangi harus meniru Ijen. Justru, pengelola bisa menonjolkan keunikan yang dimiliki gunung ini. Sebab, setiap gunung punya cerita dan pengalaman berbeda untuk ditawarkan kepada para pendaki.

Menikmati negeri di atas awan dari puncak Gunung Ranti

Saya beberapa kali mendaki Gunung Ijen dan Gunung Ranti. Namun, ada satu pengalaman yang masih membekas ketika mengunjungi Gunung Ranti, yakni menikmati panorama negeri di atas awan dari ketinggian.

Hamparan awan yang menyelimuti kawasan pegunungan memberikan sensasi tersendiri. Belum lagi ketika matahari mulai terbit, perlahan menyinari lanskap alam yang terbentang di depan mata. Punggungan Gunung Ijen pun bisa terlihat dari sudut pandang yang berbeda.

Bagi kalian yang suka berburu foto estetik, pemandangan seperti ini tentu sayang untuk dilewatkan. Apalagi, suasana pegunungan yang terbuka memberikan kesempatan untuk menikmati perubahan warna langit ketika pagi mulai datang.

Tidak berhenti sampai di situ, bentang sabana dan lanskap pegunungan Ijen purba, termasuk kawasan Kawah Wurung, juga menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan tersebut membuat pengalaman berkemah di puncak Gunung Ranti terasa semakin istimewa.

Ada sensasi berbeda ketika kita bisa menikmati alam dalam waktu lebih lama, bukan sekadar datang, mengambil foto, lalu buru-buru pulang. Kita bisa duduk menikmati udara pegunungan, menunggu matahari terbit, atau sekadar memandangi hamparan alam tanpa harus terus-menerus mengecek waktu.

Hal yang membuat pengalaman ini semakin menarik, Gunung Ranti menawarkan kesempatan berkemah di puncak. Berbeda dengan kawasan Gunung Ijen yang area perkemahannya dibatasi di Pos Paltuding, pengalaman di Gunung Ranti memungkinkan pendaki menikmati suasana puncak lebih dekat dengan alam, sesuai ketentuan dan kondisi jalur yang berlaku.

Pilihan tepat liburan tanpa berdesakan

Pernah tidak kalian berniat mencari ketenangan saat liburan, tetapi justru bertemu kemacetan di perjalanan? Saya pernah mengalaminya ketika hendak menikmati libur panjang di Gunung Ijen. Saat merantau di Malang dan Surabaya, kemacetan sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Eh, ketika ingin melepas penat di Banyuwangi, kemacetan malah ikut menyambut perjalanan menuju destinasi wisata.

Niatnya ingin healing, pulang-pulang malah tambah pening. Pada momen tertentu, seperti pergantian tahun dan libur panjang, tingginya minat wisatawan bisa membuat perjalanan menuju destinasi populer terasa kurang nyaman. Gunung Ijen pun tidak selalu menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin menikmati suasana tenang.

Tentu dari pengalaman itulah, Gunung Ranti terasa menarik sebagai alternatif. Bukan semata-mata karena ingin menghindari keramaian, tetapi juga karena gunung ini menawarkan cara berbeda untuk menikmati alam Banyuwangi.

Tentu saja, kondisi sepi bukan jaminan setiap perjalanan akan bebas hambatan. Pendaki tetap perlu memeriksa cuaca, kondisi jalur, aturan pengelola, serta menyiapkan perlengkapan yang sesuai sebelum berangkat.

Namun, bagi kalian yang senang menikmati alam tanpa terlalu banyak keramaian, Gunung Ranti layak dipertimbangkan. Ada pemandangan yang indah, udara pegunungan yang menyegarkan, dan kesempatan menikmati suasana puncak dengan lebih leluasa.

Berharap lebih dikenal

Sebagai warga Banyuwangi, saya berharap Gunung Ranti semakin dikenal oleh wisatawan. Bukan supaya gunung ini berubah menjadi destinasi yang penuh sesak, melainkan agar semakin banyak orang mengetahui bahwa keindahan Banyuwangi tidak hanya berpusat di Gunung Ijen.

Jadi, kalau kalian berencana berkunjung ke Banyuwangi dan ingin merasakan pengalaman berbeda, tidak ada salahnya melirik Gunung Ranti. Siapa tahu, kalian justru menemukan alasan untuk kembali ke Banyuwangi, bukan hanya demi Ijen, tetapi juga demi menikmati negeri di atas awan dari puncak Gunung Ranti.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Rekomendasi Wisata di Banyuwangi selain Kawah Ijen

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2026 oleh .

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.