Informasi
ADVERTISEMENT

Garut Itu Luas, Malu Sama Julukan Swiss Van Java kalau Hotel Cuma Numpuk di Cipanas

Garut Bukan Cuma Dodol, tapi Juga Tempat Pelarian Hati dan Ruang Terbaik untuk Menyendiri

Sangat disayangkan melihat daerah seluas dan sepotensial Garut tapi pembangunan wisatanya seolah-olah terpusat di tengah. Harusnya, pembangunan hotel dan akses transportasi mulai merambah ke wilayah yang lebih luas. Agar ekonomi warga lokal di pelosok juga ikut terangkat. Bukan cuma jadi penonton saat mobil-mobil pelat B lewat menuju pantai selatan.

Yang jelas, Garut butuh pemerataan. Kita butuh penginapan yang tersebar di titik-titik strategis pedalaman dan akses transportasi yang terintegrasi.

Potensi Garut dan Ketimpangannya

Sebenarnya, Garut cocok jadi kota slow living di Jawa Barat. Bukan sekadar kota transit jika mau atau dari Bandung ke Tasikmalaya. Garut punya potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang kuat, seharusnya nggak sebatas jualan Cipanas, domba, atau dodol saja.

Jangan sampai orang luar hanya mengenal kota ini sebatas tempat rendam kaki di air panas atau tempat beli dodol di toko oleh-oleh pusat kota. Garut itu jauh lebih luas dari sekadar Tarogong atau Cipanas. Selama pemerintah dan pengembang masih betah nongkrong di kota saja, ya selamanya pariwisata Garut bakal begini-begini saja, indah di foto, tapi bikin emosi dan pegal di perjalanan karena fasilitasnya yang jago kandang.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal-hal yang Harus Kamu Tahu tentang Kota Garut agar Tahunya Nggak Cuma Vina Garut doang!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2025 oleh .

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.