Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Gaji PNS Daerah Memang Tipis, tapi Bisa Pulang Tiap Hari Itu Privilege yang Begitu Manis

Dhafin Fuad Mahathir oleh Dhafin Fuad Mahathir
7 Juli 2025
A A
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kenapa nggak daftar kementerian aja, Ron? Gajinya lebih besar, tunjangannya tebal, fasilitas juga jauh lebih oke.”

Begitu kira-kira komentar yang sering diterima teman saya, Roni. Dia adalah seorang PNS daerah di kota kelahirannya, dan tak sekali dua kali ditanya kenapa nggak ambil kesempatan kerja di pusat. Padahal, dia termasuk cerdas, cukup potensial untuk bersaing di Jakarta, atau kota besar lainnya.

Tapi jawaban Roni selalu sederhana: “Gaji boleh beda, tapi bisa pulang tiap hari itu nggak ada harganya.”

Hidup di kota sendiri adalah kemewahan

Roni tinggal dan bekerja di kota yang sama sejak awal jadi abdi negara. Kantornya cuma sekitar 15 menit dari rumah. Setiap pagi dia bisa mengantar anaknya sekolah, sore hari menjemput, dan malamnya masih bisa makan bareng keluarga tanpa terganggu jadwal lembur atau macet khas ibu kota.

Sementara itu, beberapa teman kami yang kerja di kementerian sering harus tinggal jauh dari keluarga. Ada yang tinggal di apartemen sempit, ada yang baru bisa pulang kampung sebulan sekali, bahkan ada yang sejak anak lahir belum pernah nemenin sekolah karena selalu di luar kota.

“Buatku, bisa lihat anak tumbuh tiap hari, itu jauh lebih berharga daripada tunjangan kinerja,” kata Roni sambil ketawa kecil, tapi matanya kelihatan serius.

Bisa coba bisnis rumahan tanpa takut tergusur

Salah satu hal yang Roni nikmati sebagai PNS daerah adalah fleksibilitas waktunya. Setelah pulang kantor, dia bisa bantu istrinya menjalankan bisnis kecil di rumah. Mereka buka jasa katering untuk tetangga dan teman-teman kantor. Bahkan Sabtu-Minggu kadang ikut bazar di balai kota.

“Kalau aku kerja di pusat, bisa jadi aku malah kos atau ngontrak. Nggak punya rumah sendiri, apalagi buka usaha,” katanya. “Di sini aku bisa manfaatin rumah keluarga, mulai pelan-pelan, dan semuanya tetap dalam jangkauan.”

PNS Daerah tak perlu ikut drama tiket pesawat atau cuti darurat

Satu hal yang paling Roni syukuri adalah bisa tetap dekat dengan orang tuanya. Ayahnya sudah pensiun dan mulai sakit-sakitan, ibunya butuh pendamping untuk belanja atau kontrol ke rumah sakit. Karena tinggal di kota yang sama, Roni bisa menjalankan peran anak tanpa drama tiket pesawat atau susahnya ngatur cuti mendadak.

Baca Juga:

Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa

Beberapa teman kami yang kerja di Jakarta harus berebut cuti saat orang tuanya sakit atau saat ada acara keluarga penting. Belum lagi harga tiket yang kadang bikin mikir dua kali buat pulang.

Roni cukup ambil motor, mampir beli bakso, dan bisa sampai rumah orang tuanya dalam 20 menit.

PNS Daerah aman dari penempatan ke ujung dunia

PNS pusat memang banyak peluang, tapi juga banyak risiko penempatan. Beberapa teman Roni yang dulu idealis dan semangat mengabdi di kementerian, kini harus bolak-balik ke daerah terpencil. Ada yang ditempatkan di perbatasan, ada yang harus tinggal di pulau kecil dengan sinyal pas-pasan.

Roni? Paling mentok cuma mutasi ke dinas lain yang masih satu kabupaten. Tetap bisa pulang tiap hari, tetap bisa hadir di ulang tahun anak, dan tetap bisa ikut jagong manten tetangga tanpa perlu izin 3 hari.

Pilihan waras di tengah euforia “merantau demi karier”

Buat Roni, menjadi PNS daerah bukan bentuk menyerah atau “kurang ambisi.” Justru itu pilihan yang penuh perhitungan. Dia tak hanya berpikir soal gaji bulanan, tapi juga kualitas hidup jangka panjang.

“Kadang orang terlalu terpukau sama angka. Padahal, hidup itu bukan lomba saldo tabungan. Bisa punya waktu buat keluarga, itu lebih mahal dari tunjangan mana pun,” ujarnya suatu sore saat kami ngopi bareng.

Dan saya harus mengakui: Roni benar.

Kalau kamu masih berpikir jadi PNS daerah itu pilihan kelas dua, coba deh ngobrol sama (orang seperti) Roni. Kamu mungkin akan sadar bahwa bekerja di kota sendiri, dekat dengan keluarga, dan punya waktu luang yang manusiawi, adalah kemewahan yang jarang bisa dibeli, bahkan dengan tunjangan yang tiga kali lipat sekalipun.

Penulis: Dhafin Fuad Mahathir
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Hal yang Harus Disyukuri Menjadi PNS Daerah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2025 oleh

Tags: penempatan pnspns daerahpns pusat
Dhafin Fuad Mahathir

Dhafin Fuad Mahathir

Mantan finalis OSN Geografi 2015

ArtikelTerkait

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa Mojok.co

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa

11 Januari 2024
3 Hal yang Harus Disyukuri Menjadi PNS Daerah Terminal Mojok

3 Hal yang Harus Disyukuri Menjadi PNS Daerah

3 Mei 2022
Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

Menjadi Abdi Negara di Kota Kecil Nggak Buruk-buruk Amat, Malah Banyak Untungnya

22 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.