Flyover Pasar Rebo, Tempat Pacaran Favorit sekaligus Tempat Tawuran Favorit di Jakarta Timur

Flyover Pasar Rebo, Tempat Pacaran Favorit sekaligus Tempat Tawuran Favorit di Jakarta Timur

Flyover Pasar Rebo, Tempat Pacaran Favorit sekaligus Tempat Tawuran Favorit di Jakarta Timur (Pixabay.com)

Flyover Pasar Rebo adalah tempat romantis sekaligus menyeramkan di wilayah Jakarta Timur. Setidaknya itu yang saya rasakan sejak 2009 hingga kini, sejak saya kuliah hingga sebatas melewatinya waktu-waktu tertentu. Bagi saya, tempat ini amat ikonik.

Flyover ini akan kamu jumpai jika kamu melalui jalan raya Pasar Rebo, dan lebih terlihat jelas dari Terminal Rambutan. Meski flyover ini jarang macet, tapi kalian bisa menemukan banyak orang berada di tempat tersebut. Dan orang-orang itu, punya alasan berbeda-beda kenapa mereka memilih untuk memadati tempat tersebut.

Flyover Pasar Rebo Jakarta, tempat beristirahat sejenak pemburu rupiah

Banyak para pemburu rupiah di daerah Jakarta Timur atau bahkan Jakarta Utara yang domisili di Depok dan Bogor. Tentu, perjalanan sepanjang itu bikin lelah siapa pun. Dan bagi para pemburu rupiah tersebut, Flyover Pasar Rebo Jakarta adalah tempat paling tepat untuk istirahat sejenak, sebelum melanjutkan perjalanan yang melelahkan.

Jika beruntung, kita akan melihat kokohnya Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. Tol Jagorawi dan Jalan Raya Bogor pun terlihat dari flyover ini. Kita bisa melihat dua hal indah dan menyebalkan dalam satu waktu dari flyover ini.

Cari hiburan

Banyak warga sekitar sengaja singgah di Flyover Pasar Rebo Jakarta ini untuk sekadar cari hiburan. Cara saya menandai bahwa itu warga sekitar adalah ia menggunakan helm atau tidak. Jika tidak kemungkinan, besar mereka adalah warga sekitar yang sudah hafal jalur penyelamatan ketika ada patrol.

Kenapa warga sekitar cari hiburannya di flyover? Sederhana, viewnya bagus. Sebagus itu memang.

Flyover Pasar Rebo Jakarta, tempat pacaran paling asik

Tempat dengan view bagus, pasti akan diserbu pasangan yang dimabuk cinta untuk jadi tempat pacaran. Ini sudah hukum pasti. Dan Flyover Pasar Rebo Jakarta pun tak terkecuali. Ada alasan kenapa flyover ini juga dinamakan Jembatan Cinta, ya karena flyover ini kerap jadi tempat pacaran.

Memang, kita pasti menganggap pacaran di flyover itu aneh. Tapi, yang namanya dimabuk cinta, semua hal terasa indah. Begitu kan?

Para pedagang

Kalau kalian menganggap orang pacaran di flyover udah aneh, saya beri satu hal yang mungkin sama anehnya: jualan di flyover.

Ada orang yang berjualan di Flyover Pasar Rebo Jakarta, dan saya nggak bercanda. Tapi sebenarnya hal ini nggak aneh-aneh amat. Mengingat tempat ini ramai dikunjungi oleh pekerja, pemadu cinta, dan warga sekitar, jelas ada peluang untuk pedagang mencari cuan di sini.

Yah, melihat orang beradu nasib di kerasnya Jakarta pun bisa jadi hiburan. Dan hiburan, selalu butuh kudapan.

Nonton tawuran

Ini mungkin hal teraneh, makanya saya wajib memasukkannya di sini.

Jalan Raya Bogor, khususnya di bawah Flyover Pasar Rebo Jakarta sering dijadikan tempat buat tawuran. Tempat ini sering jadi ajang adu nyali para pemuda tanggung yang pamer skill penggunakan sajam. Biasanya para anak-anak STM yang kurang edukasi tentang damai itu indah yang beradu skill di sini.

Yang lebih konyolnya lagi, biasanya para senior dari atas flyover menjadi cameramen bahkan menjadi suporter yang juga merekam aksi para pemuda tanggung itu. Maka saran saya untuk Pak Polisi yang biasa razia tawuran, coba cek anak-anak yang nongkrong ketika tawuran. Siapa tahu mereka seniornya.

Tak berlebihan jika saya bilang, Flyover Pasar Rebo Jakarta adalah salah satu tempat ikonik di Jakarta Timur. Ya, meski alasannya sederhana, tapi bagi penikmatnya, tempat ini memberi hal-hal yang mereka inginkan. Kedamaian, tempat aman, dan mungkin, mungkin saja, tempat yang mengingatkan mereka kenapa mereka harus bertempur di Jakarta.

Penulis: Sugeng Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Alasan Duren Sawit Jadi Daerah Ternyaman di Jakarta Timur yang Kacau, Cocok Dijadikan Tempat Tinggal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version