Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

Dokter Hewan Bukanlah Dukun, Jadi Biarkan Mereka Melakukan Tugasnya sebagaimana Mestinya

Indri Permatasari oleh Indri Permatasari
25 September 2021
A A
dokter hewan peliharaan sakit mojok

dokter hewan peliharaan sakit mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Kucingku kok dari kemarin lusa nggak mau makan, minum juga nggak mau. Sekarang malah tidur terus di dekat kamar mandi. Diobati apa ya biar sembuh?”

“Anjingku yang kriwil rambutnya rontok semua, kaya gudiken gitu? Disuntik opo yo enaknya?”

ADVERTISEMENT

“Burungku kemarin tak kasih antibiotik koq malah sekarang lesu nglentruk gitu? Kenapa yo?”

Gimana? Apakah ada di antara sobat tersayangku di sini yang pernah sambat sejenis ini karena ndilalah punya teman seorang dokter hewan?

Ya mungkin dalam pikiran para pemilik hewan kesayangan, tak ada terlintas hal lain kecuali agar peliharaannya bisa segera sembuh kembali. Mungkin mereka berharap dengan curhat seperti ini, njuk kemudian temannya yang seorang dokter hewan itu bakal dengan sigap menjawab. Tapi, maaf saja, realitas sering tidak sesuai dengan imajinasi.

Hmm… jadi begini. Pada dasarnya hampir semua hewan yang hidup di dunia ini tidak berkomunikasi dalam bahasa yang sama dengan kita, manusia. Berangkat dari titik ini, konsultasi pengobatan hewan jarak jauh jelas memiliki tingkat kesulitan berlipat jika dibandingkan dengan konsultasi kesehatan antar manusia.

Jika dokter manusia dapat melakukan diagnosis dengan bertanya langsung kepada pasiennya, tidak begitu halnya dengan dokter hewan. Mereka memperoleh anamnesis dengan mengandalkan klien atau pet owner yang kadang kala tidak terlalu detil dalam memberi kronologi ceritanya karena berbagai alasan.

Oleh sebab itu, dokter hewan juga harus melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap pasiennya, dan diperkuat dengan pengambilan sampel (bisa berupa feses, darah) untuk diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti penyakit sehingga pengobatan yang dilakukan menjadi efektif dan efisien. Pemberian obat pada hewan pun tidak bisa digebyah uyah begitu saja berdasarkan umur seperti layaknya pada manusia. Sebagai contoh, obat untuk spesies A justru bisa berbahaya dan berakibat fatal bila diberikan ke spesies B.

Baca Juga:

Sakit gigi penyakit yang terdengar remeh, tapi aslinya sangat menyiksa

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Mengingat hal yang jebulnya tidak sederhana ini, maka adalah wajar apabila curhat-curhat seperti di atas akan dibalas dengan “Segera saja dibawa ke dokter hewan praktik terdekat ya, get well soon.”

Jadi wahai para penyayang binatang, hal ini sejatinya bukan karena temanmu yang ndilalahnya dokter hewan itu pelit ilmu, males nulungi kancane, atau semata pingin dapat duit untuk hewan yang diobatinya. Sebagai pengingat, sebagaimana dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi, dokter hewan juga adalah sebuah profesi.

Memang nggak semua pemilik hewan peliharaan berperilaku nyebahi sih. Banyak juga yang sadar akan kesehatan hewannya dan bahkan memperlakukan peliharaannya layaknya anggota keluarga. Sayangnya masih banyak juga yang hanya memelihara hewan sambil lalu. Disayang-sayang pas lagi lucu-lucunya, tapi kemudian dilupakan ketika mereka sudah tak lucu apalagi sakit-sakitan.

Layaknya ikatan cinta dalam membina bahtera rumah tangga, perkara memelihara hewan kesayangan juga adalah sebuah komitmen. Memenuhi hak dan kebutuhan dasar adalah kewajiban. Memberi rumah yang nyaman, makanan yang sesuai peruntukannya, juga memperhatikan kesehatan adalah keharusan.

ADVERTISEMENT

Balik lagi ke awal kisah, masih ada pemilik yang enggan untuk memeriksakan hewannya secara rutin ke dokter hewan. Banyak yang akhirnya mencoba-coba pengobatan sendiri dengan berbekal browsing dan ilmu katanya.

Ketika hewan sudah parah kondisinya, barulah mereka serahkan pengobatannya ke dokter hewan. Apesnya sebagian dari mereka akan menyalahkan bahkan melayangkan gugatan ketika peliharaannya berpulang. Padahal memang kondisi hewannya sudah tipis harapan karena memang terlambat dalam penanganan.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan memelihara hewan. Salah satunya adalah membantu menjaga kesehatan mental, apalagi di masa sulit seperti sekarang ini. Sungguh mulia sekali kan jasa para anabul dan hewan kesayangan bagi manusia?

Jadi MyLov, sebagaimana manusia yang sakit pergi ke dokter atau fasilitas kesehatan untuk memeriksakan dirinya, demikian pula halnya dengan hewan sakit juga harus dibawa ke dokter hewan, jangan hanya ditanyakan via telepon atau chat.

Dan sebagai pengingat, dokter hewan bukanlah dukun yang ahli menerawang dan melakukan pengobatan jarak jauh. Kami dulu belajarnya mata kuliah Ilmu Diagnosa Klinik, bukan Ilmu Diagnosa Klenik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2021 oleh

Tags: diagnosisdokter hewanDukunklenikPeliharaansakit
Indri Permatasari

Indri Permatasari

Tukang Ngglundhung.

ArtikelTerkait

The Medium: Film Horor Found Footage, tapi Kameramennya Bikin Bingung terminal mojok.co

The Medium: Film Horor Found Footage, tapi Kameramennya Bikin Bingung

21 Oktober 2021
5 Tipe Respons Bos saat Dipamiti Karyawannya untuk Mengikuti Seleksi CPNS TERMINAL mojok.co

Ikut Tes CPNS Itu Bawa Otak, Bukan Bawa Jimat

10 Februari 2020
pelet ilmu hitam indonesia santet mojok

Pelet Itu Tidak Ada Bedanya dengan Baliho Politisi dan Foto Profil Tinder

30 Agustus 2021
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Pernah Bayangin Rasanya Jadi Anak Dukun? Sini, Saya Kasih Tahu

3 September 2020
Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

Pelajaran Hidup yang Saya Dapatkan dari Memelihara Burung Ciblek

3 September 2023
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Dukun Itu Nggak Bisa Mencari Barang Hilang, Sudah Nggak Usah Berharap

23 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

12 Agustus 2026
Jalan Merdeka Bandung, jalan yang "menjajah" karena bikin warganya tersiksa

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

13 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Ketahuilah, masalah KPR rumah bukan hanya soal bayar, tapi masih ada 5 masalah yang bakal bikin kamu stres

13 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.