Dilema Liburan dan Keinginan Tetap Produktif

liburan

liburan

Bagi pemalas seperti saya, liburan merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu dari segala aktivitas. Kuliah yang penuh dengan drama tugas serta deadline lain yang menghantui setiap malam tentu butuh rehat dan istirahat. Liburan merupakan solusi untuk sejenak melupakan keharusan berpikir yang berat-berat itu.

Tanggal-tanggal kalender habis dilingkari sejak sebelum liburan tiba. Rencana-rencana mulai disusun mulai dari bermain ke tempat yang paling dekat sampai yang paling jauh. Orang-orang biasanya menyisihkan uang khusus untuk dihabiskan saat liburan tiba. Jadi tidak perlu bingung ketika ingin ini dan itu. Akan tetapi, seringkali rencana-rencana yang kita susun sedemikan rupa tidak sebanding lurus dengan kenyataan yang terjadi.

Banyak hal yang dipikirkan ketika liburan semakin dekat. Keinginan berlibur ke pantai, mendaki gunung atau wisata alam lain—yang kalau ditelusuri sangat banyak dan mewah—pasti masuk salah satu rencana di hari libur.  Walaupun tidak semua rencana terlaksana, keinginan-keinginan itu pasti akan tetap ada.

Liburan kuliah yang sangat panjang ini kadang membuat jenuh dan serasa ingin pergi kuliah saja karena bingung hendak melakukan apa. Padahal, saat sedang kuliah selalu ingin cepat-cepat liburan. Tetapi, juga tidak mungkin libur tiga bulan diisi dengan main setiap hari. Emang uang jatuh dari langit apa?

Sebenarnya ada alternatif lain yang bisa dilakukan untuk menghabiskan liburan. Seperti Minggu-Minggu biasanya, liburan bisa dihabiskan untuk rebahan dan tidur. Hal tersebut jika dihayati dengan benar sangat menyenangkan dan menenangkan pikiran. Bayangkan saja. Hidupmu bebas dari tugas dan kamu bebas melakukan apa saja tanpa beban.

Jam tidur yang tadinya hanya dua jam tiga jam, bisa menjadi 12 jam ketika liburan. Waktu untuk membaca jurnal, bisa diganti untuk membaca thread di Twitter. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan? Ehehe~

Akan tetapi, rasa bosan pasti akan selalu ada layaknya sebuah hubungan yang sudah dijalin lama. Hal-hal yang dilakukan itu-itu saja berulang-ulang terkesan monoton dan membuat capek. Ketika hanya rebahan dan bermain media sosial setiap saat bahkan setiap detik, jenuh akan datang menghampiri. Apalagi kalau kehabisan bahan. Beuh, bosan.

Hal itu kerap terjadi terlebih saat libur panjang begini. Hari-hari akan penuh dengan tidur dan rebahan. Ternyata tidur juga bikin capek. Bisa-bisa yang tadinya ketika hari biasa saya tidur hanya dua jam, saat liburan saya bisa tidur 12 jam dan rasanya malah jadi ngantuk terus. Hari-hari jadi lemas dan tidak bersemangat. Saya kangen tugas~

Keinginan produktif sering muncul ketika nganggur dan bosan. Sebenarnya, banyak hal-hal bermanfaat lain yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan. Di antaranya adalah bekerja. Banyak teman-teman kuliah saya yang memilih mencari kerja untuk mengisi liburan mereka. Tiga bulan bukan waktu yang sebentar meski tidak lama juga. Aneh memang ketika kuliah ingin libur dan saat libur malah ingin kerja. Dasar manusia, ya~

Namanya juga butuh duit, mau gimana lagi. Untuk meminta uang kepada orang tua saat liburan juga rasanya tidak enak hati. Alhasil, tidak sedikit dari mereka berusaha mencari pekerjaan atau kegiatan saat liburan, terlebih yang bisa menghasilkan uang.

Produktif bisa dimaknai apa saja. Asal tidak nganggur, saya rasa sudah bisa dikatakan produktif. Banyak hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari rasa jenuh. Bisa dimulai dengan bangun pagi, kemudian memulai aktivitas dengan bersih-bersih rumah. Itung-itung juga membantu orang tua, jarang-jarang juga kan sejak  jadi anak kos dan jarang pulang.

Setelahnya, bisa dilanjutkan dengan melakukan kegiatan yang disenangi. Menulis untuk dikirim ke Mojok misalnya. Tiap-tiap orang tentu mempunyai kegemaran yang bisa dilakukan kapan saja dan tentu atas dasar keinginan. Dengan begitu, liburan akan terasa lebih bermanfaat daripada hanya tidur-tiduran dan bikin gendut.

Tidak masalah ketika ingin main ke pantai dan bermain air. Pikiran memang butuh istirahat dan penyegaran. Tapi, tidak berarti berwisata harus dilakukan setiap hari. Secukupnya saja dan tidak perlu berlebihan. Semua kembali ke diri masing-masing, mau pilih nganggur atau produktif. Kan kalau liburan bawaannya santai gitu, jadi tidak perlu tegang mikirin yang enggak-enggak sejenis tugas dan deadline.

Exit mobile version