Informasi
ADVERTISEMENT

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Naik Kereta Api Dhoho Penataran

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Naik Kereta Api Dhoho Penataran

Ketenangan no, berisik yes

Naik kereta api Dhoho Penataran berarti harus punya toleransi yang tinggi. Gimana nggak, penumpangnya banyak dan rata-rata mereka satu rombongan besar. Tentu saja sepanjang perjalanan kita bakal mendengar mereka ngobrol dari A sampai Z. Sebenarnya nggak ada larangannya sih kalau mau ngobrol di dalam kereta, tapi mbok ngobrol dengan volume normal biar nggak mengganggu penumpang lain.

Selain itu, di kereta ini juga banyak penumpang yang membawa anak kecil. Anak-anak ini biasanya berlarian sepanjang lorong gerbong sambil tertawa. Bener-bener suasananya ramai kayak di playground. Nggak masalah sih untuk orang yang senang dengan anak kecil seperti saya, tapi kalau orang yang nggak begitu suka suasana ramai mungkin akan merasa terganggu.

Menemukan harta karun

Saya akui, saya naik kereta api Dhoho Penataran di jam paling padat penumpang. Bayangkan, satu gerbong penuh penumpang, baik yang duduk di kursi maupun yang terpaksa berdiri. Apesnya, saat itu saya harus pergi ke toilet.

Akhirnya saya berjalan ke toilet terdekat dari kursi saya. Sampai di sana, saya menemukan toilet jongkok. Saya punya kebiasaan menengok dulu lubang toilet untuk melihat kebersihannya. Sialnya, ada yang ketinggalan di sana embuh punya siapa. Ampun deh, terpaksa saya guyur, tapi kok air yang keluar seuprit.

Ya sudah, demi menjaga diri saya batalkan keinginan buang hajat saat itu. Saya memutuskan untuk menahannya sampai tiba di stasiun tempat saya mengakhiri perjalanan.

Overall, kereta api Dhoho Penataran sebenarnya worth to try, apalagi kalau kalian suka berpetualang dan pengin menjajal rute memutar Jawa Timur. Saran saya, coba cari jam keberangkatan yang nggak terlalu padat biar nggak berdesak-desakkan di dalam kereta. Jangan lupa juga pesan tiket dengan kursi supaya bisa duduk nyaman di dalam kereta, Gaes.

Penulis: Anisa Fitrianingtyas
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Derita Punya Rumah di Gang Kecil.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2023 oleh .

Anisa Fitrianingtyas

Perempuan pembelajar suka pindah-pindah lokasi menulis. Peduli dengan alam, lingkungan, dan suami. Putu Sukowati, yang sudah merantau bertahun-tahun tapi masih suka makan pecel.

Exit mobile version