Dengan Ilmu Dramaturgi, Mas Al dan Mbak Andin Sukses Bikin Emak-emak Syukuran

Dengan Ilmu Dramaturgi, Mas Al dan Mbak Andin Sukses Bikin Emak-emak Syukuran terminal mojok.co

Dengan Ilmu Dramaturgi, Mas Al dan Mbak Andin Sukses Bikin Emak-emak Syukuran terminal mojok.co

Pemeran Ikatan Cinta sungguh berhasil membuat para penontonnya terbuai hingga merasuk ke ranah emosional dan batiniah mereka, khususnya emak-emak. Betapa tidak merasuk, Sodara. Beberapa waktu lalu, kelompok pencinta mereka alias fans sinetron Ikatan Cinta sampai mengadakan syukuran karena rujuknya si tokoh utama, Mas Al dan Mbak Andin yang nggak jadi berpisah.

Tak tanggung-tanggung, emak-emak itu juga membuat spanduk berukuran kecil bertuliskan “Syukuran Mas Al dan Mbak Andin Balen Ikatan Cinta Lovers”. Acara syukuran itu digelar oleh enak-emak penggemar sinetron Ikatan Cinta Lovers di daerah Banyurojo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Foto-foto syukuran mereka diunggah akun @tanyainril. “Ikatan cinta mengikatkan keluarga,” begitu celotehnya.

Tak ayal foto syukuran emak-emak tersebut viral di medsos. Kolega saya memasang foto emak-emak tersebut di dinding akun medsos mereka. Ada yang memang asli penggemar sinetronnya, ada pula yang hanya sekedar lucu-lucuan ikut meramaikan hal yang viral.

Om Tony D. Sampson (2012) dalam bukunya Virality: Contagion Theory in the Age of Networks mendefinisikan viral sebagai akumulasi yang dapat menyebar dari peristiwa, objek, dan pengaruh yang merupakan keseluruhan konten yang dibangun oleh wacana populer seputar budaya jaringan seperti medsos. Ya, seperti foto syukuran emak-emak tadi yang cepat viral karena memang sedang hangat-hangatnya Ikatan Cinta dibahas di medsos.

Saya mencurigai Mas Al dan Mbak Andin tengah memainkan ilmu dramaturgi-nya Erving Goffman yang sudah tersimpan lama dalam gua keabadiannya. Bagaimana tidak, manuskrip adiluhung berjudul The Presentation of Everyday Life-nya Goffman sudah ditulis sejak lama, yakni pada 1959, seumuran Om saya. Bisa jadi manuskrip tersebut ditemukan oleh sang sutradara Ikatan Cinta-nya, entah Om Doddy Djanas, Om Sendy Widodo, atau Om Teguh Prayogi. Salah satu sutradara tersebut telah berhasil menurunkan ilmu dramaturgi ini atau malah “memaksa” Mas Al dan Mbak Andin mempelajarinya lebih keras.

Hasilnya memang luar biasa, Kisanak. Mas Al dan Mbak Andin memang telah berhasil memainkan ilmu tersebut dalam sepak terjang memainkan jurus-jurus perannya dalam panggung sinetron Ikatan Cinta. Mereka berdua memang berada di panggung depan (front stage) sehingga merekalah yang menjadi pusat perhatian.

Mas Al alias Aldebaran adalah seorang pengusaha yang  memiliki sikap cool, tegas, dan emosional, namun pendendam. Tak heran, sebab memang ia ingin membalaskan dendam kematian adiknya Roy yang dituding disebabkan oleh Andin. Di balik itu semua, ia pun disukai karena berjiwa kebapakan dan siap menjaga orang yang ia cintai. Dan yang pasti ganteng, rapi, cowok bangetzzz lah. Sedangkan Mbak Andin alias Andini Kharisma Putri, merupakan anak hasil sebuah hubungan gelap. Wow!  Namun demikian, ia adalah wanita yang baik, cantik tentunya, dan mandiri. Cewek banget, uwu kan?

Peran mereka di belakang layar (backstage) akhirnya memang diabaikan oleh para penontonnya. Mbak Andin sendiri kabarnya lagi “break” dengan Bang Billy. Tapi, penonton tidak peduli itu, sebab memang bagi mereka yang sudah tersirep ilmu dramaturgi lebih melihat bagaimana pengamal ilmunya tampil di layar kaca sinetron Ikatan Cinta. Sang Suhu ilmu dramaturgi, Goffman, memang memusatkan perhatiannya pada kesan (impression) dalam interaksi tatap muka atau kehadiran bersama (co-presence) para pelaku dengan penontonnya.

Meskipun Mas Al dan Mbak Andin dapat menyajikan “pertunjukan” jurus akting apa pun bagi penontonnya, namun kesan yang diperoleh penonton terhadap pertunjukan berbeda-beda. Seseorang bisa sangat yakin terhadap pertunjukan yang diperlihatkan kepadanya, tetapi bisa juga  bersikap sebaliknya. Naaah, Mas Al dan Mbak Andin saat menunjukkan jurus-jurus aktingnya dengan berbagai sikap dan penjiwaan, telah berhasil  menyajikan suatu gambaran diri yang diterima para penontonnya melalui pesan-pesan berupa dialog dan bahasa tubuhnya.  Pada titik ini mereka berdua sudah berhasil.

Semoga saja sih Mas Al dan Mbak Andin konflik lagi, eh… maksudnya biar ada syukuran lagi. Kalau mereka berbaikan terus jalan cerita sinetronnya jadi hambar. Konflik itu nggak apa-apa, yang penting kan endingnya bahagia. Saya ucapkan selamat buat aktor-aktor sinetron Ikatan Cinta yang sudah segitunya bikin orang gandrung. Lanjutkan!

BACA JUGA Aldebaran ‘Ikatan Cinta’ dan Penokohan Tsundere dalam Sinetron Indonesia dan tulisan Suzan Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version