Dari The Beatles Kita Belajar, Keseringan Bawa Pacar ke Tongkrongan Itu Menyebalkan

The Beatles

Siapa yang nggak kenal The Beatles? Band yang berbasis di Inggris yang pernah menggemparkan jagat musik dunia pada 1960-an. Kini, band yang digawangi John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr ini punya film dokumenter yang dirilis di DisneyPlus Hotstar. Dalam, film itu kita diperlihatkan soal persiapan konser Rooftop yang fenomenal itu dan penggarapan album Let It Be pada 1969.

Saat ini film dokumenter itu sudah sampai di tiga episode, entah akan bertambah ataupun berkurang. Sebab, satu episode dari series dokumenter itu sangat panjang, yaitu 2,5 jam per episode. Rasanya sedikit membosankan karena dominan kita diperlihatkan grup musik ini latihan dengan lagu yang itu-itu aja.

Uniknya, kita diperlihatkan bagaimana mereka membuat dan merekam lagu-lagu fenomenal seperti “Let It Be”, “Don’t Let Me Down”, “I’ve Got A Feeling”, sampai “Oh! Darling”. Mereka ini gila, karena bisa membuat lagu yang begitu keren dengan cukup singkat, menggarap lirik bersama, dan membuat aransemen bersama.

Tapi, di film dokumenter ini saya sedikit kehilangan respek pada sosok Paul McCartney, pemain bass ini ternyata memiliki sifat yang bossy dan senang mengatur. Dia adalah orang yang penuh dengan pertimbangan dan ingin serba perfeksionis. Berbeda dengan mendiang John Lennon yang humoris dan santai.

Menurut saya loh ini. Jangan mara-mara~

Dominasi Paul ini yang digadang-gadang menjadi pemicu ketidakharmonisan band pelantun “Hey Jude” ini. Di film, memang sangat jelas diperlihatkan bahwa Paul begitu mendominasi dan senang mengatur. Ketika George Harrison kembali masuk ke band setelah sakit hati, John dan Paul ngobrol empat mata, di situ John menyinggung soal sifat Paul yang terlalu bossy.

Menyenangkan bisa melihat para legenda ini lagi, apalagi banyak tayangan yang belum pernah dipublikasikan semuanya. Terlebih ketika George Harrison memutuskan untuk keluar dari grup karena lagu-lagunya kurang diapresiasi. Padahal, George punya banyak lagu yang ngena kayak “Something” dan “I Me Mine”.

Setelah dibujuk oleh para personel lain, akhirnya gitaris itu kembali bergabung dengan band dan kembali menggarap lagu-lagu yang belum terselesaikan. Dalam film ini, The Beatles geladi dan rekaman di dua tempat yaitu di studio film yang ada di Twickenham dan markas Apple Corps di Savile Row. Tapi, Apple di sini bukan produsen iPhone ya, hihihi.

Akan tetapi, ada hal yang menurut saya lebih menjengkelkan, yaitu John Lennon yang selalu membawa Yoko Ono ke lokasi rekaman. Tidak sedikit ada adegan berciuman antara John dan Yoko, tetapi di setiap episode kamu pasti akan lihat Yoko selalu setia di sisi John, ke mana pun dia berada.

Berbeda dengan tiga personel lainnya, Linda McCartney hanya muncul sesekali. Istri George Harrison pun hanya muncul dua kali, ketika latihan dan konser Rooftop. Bahkan, istri Ringo Starr hanya muncul ketika konser Rooftop saja.

Saya apresiasi keharmonisan mereka dan kesetiaan Yoko kepada John. Tapi, kalau kamu lagi ada di tongkrongan cowok, terus ada temen yang bawa pasangan, pasti kesel dong. Rasanya nggak leluasa untuk ngobrol ataupun bersenda gurau. Walaupun, di film dokumenter itu, tiga personel the Beatles lainnya tidak mempermasalahkan itu dan tampak biasa-biasa saja. Bahkan, John, Yoko, dan Paul membuat lagu nggak jelas yang isinya teriakan saja, saya lupa judulnya.

Di satu episode, ketika George sudah tidak harmonis dengan personel lainnya, Paul dan Ringo sedang mengobrol bersama kru lainnya di Twickenham, mereka sempat membicarakan John. Tapi, tepatnya yang ngejulidin si John ini adalah Paul. Ia sempat mengejek dengan kalimat “Bisakah kau tidak mengajak Yoko terus?!”

Saya yakin itu adalah gurauan, cuma bercanda. Tapi, saya juga yakin pasti ada gondok yang menjalar di dalam dada Paul sehingga bisa mengatakan hal itu di hadapan teman-teman yang lain. Dari situ kita bisa mendapatkan pelajaran, jangan sering bawa pasangan ke tongkrongan. Nggak asyik!

Bayangkan, kamu khususnya cowok lagi ngumpul dengan tongkrongan di suatu kafe, lantas salah satu temanmu datang terlambat, sambil mengajak ceweknya. Rasanya, euh… kenapa sih? Bukankah ada waktu yang lain buat pacaran?

Lebih parahnya lagi, temen yang bawa pasangan itu nggak fokus sama pembicaraan. Malah, fokus manjain pacarnya. Kita tahu sendiri kalau becandaan cowok itu kadang nggak ngotak, dan akhirnya malah jadi canggung ketika bercanda karena ada pasangan di situ. Kecuali konsepnya date, temen-temenu bawa pasangan semua, kalau memang nggak jomblo, hahaha.

Nggak heran kalau ada rumor bahwa bubarnya The Beatles ada kaitannya dengan John yang kerap membawa Yoko. Padahal, band ini punya aturan buat nggak bawa istri atau pacar saat latihan atau nge-band. Konon katanya, John membawa Yoko ini adalah bentuk pemberontakan karena sifat Paul yang bossy.

Nah, dari sini juga harus kita pelajari dan antisipasi. Bisa saja karena kita terlalu hectic sama pasangan akhirnya waktu dengan teman akan terkuras. Pacar bisa putus dan jadi mantan, tapi kalau sahabat sudah jauh, siapa yang akan menemani kita nantinya? Alangkah baiknya untuk memahami situasi, bagi waktu dengan sahabat dan pasangan. Ternyata, selain lagu, The Beatles juga punya pelajaran penting tentang pertemanan.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version