Tujuan saya membuat artikel ini adalah untuk menindaklanjuti artikel saya pada 3 tahun lalu berjudul Bontang Kalimantan Timur, Kota Kaya Raya yang Miskin Hiburan. Artikel tersebut saya buat atas dasar keresahan saya dan mungkin masyarakat lainnnya sebagai warga Kota Bontang yang bingung untuk mencari sebuah hiburan.
Namun, setelah saya pulang dari merantau untuk menempuh pendidikan, saya dikejutkan oleh banyaknya infrastruktur yang dibangun dalam 2 tahun terakhir. Hal ini menjadi angin segar bagi saya dan masyarakat yang tinggal di Bontang. Bahkan, sampai sekarang pun saya sampai bingung untuk memilih untuk dijadikan destinasi mencari hiburan.
Sebelum lebih jauh membahas apa saja yang berubah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pejabat terkait, karena ini saya tidak perlu jauh-jauh mencari hiburan sampai luar kota. Itung-itung sekalian deh promosi Kota Bontang, hehe.
Akhirnya warga Bontang bisa nonton bioskop dengan tenang
Pada artikel sebelumnya, saya sudah sempat menyinggung mengenai bioskop yang tidak ada di Bontang. Sekarang, siapapun bisa menonton dengan aman dan tenang, tidak perlu jauh-jauh menginap sampai ke luar kota. Bioskop ini terletak di dalam pusat perbelanjaan Citimall Bontang yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman.
Antusias warga terhadap kehadiran bioskop ini sangat luar biasa. Mereka bisa menjadikan menonton film sebagai alternatif hiburan dari penatnya bekerja.
Coffee shop di mana-mana
Perubahan ini yang terasa kental dan signifikan bagi saya sebagai warga lokal, kenapa begitu? Sejauh mata memandang, kanan atau kiri jalan sudah banyak sekali didirikan coffee shop. Ibaratnya tidak mau ketinggalan zaman. Tentu, hal inilah yang banyak ditunggu oleh anak muda. Kafe yang dihadirkan pun dengan berbagai konsep yang luar biasa, bisa dibilang kalcer banget. Walau begitu, tetap saja bingung mau pilih yang mana.
BACA JUGA: Biaya Hidup di Kalimantan Timur Begitu Mahal bagi Perantau Jawa
Trotoar ala-ala Malioboro Jogja
Proyek ini sebenarnya sudah direncanakan lama oleh Pemkot Bontang. Sebagian besar trotoar diperbaiki, khususnya di Jalan MT. Haryono dan Ahmad Yani, bisa diibaratkan sebagai pusat kota, karena lokasi yang strategis. Pemerintah kota ingin mengubah fungsi trotoar bukan hanya untuk pejalan kaki, namun sebagai sarana hiburan, dengan menambah kursi dan lampu di sepanjang trotoar untuk melihat indahnya Kota Bontang di setiap sudut.
Bahkan, setelah direnovasi pemkot merencanakan untuk mengadakan kegiatan car free night di sepanjang Jalan Ahmad Yani, namun sampai sekarang belum terealisasi. Hal ini disambut baik oleh warga, karena dengan adanya trotoar ala-ala Malioboro mereka bisa menikmati atau mencari hiburan sejenak melihat suasana malam dengan lampu yang cantik. Bagi kamu yang ingin datang ke Kota Bontang, silahkan mampir, hehehe.
Hutan mangrove dijadikan spot untuk melihat sunset
Posisi Kota Bontang terletak di daerah pesisir wilayah Kalimantan Timur, dengan geografis tersebut tidak heran kalau banyak hutan mangrove di sekitarnya. Spot ini sebenarnya sudah lama ada dan pernah ramai beberapa tahun yang lalu. Namun, sekarang sudah banyak perubahan yang dilakukan pemerintah dengan menambah kursi dan pembenahan lainnya. Taman Mangrove Berbas Pantai saat ini sering dijadikan hiburan di kala sore hari untuk melihat sunset yang cantik. Pemandangan laut dan bibir pantai dengan pohon pinus sangat cocok untuk dijadikan foto estetik. Tinggal diberi sentuhan lagu-lagu santai di instastory, sudah jadi itu.
Bontang Kuala, pemukiman di atas laut
Spot hiburan yang terakhir adalah Bontang Kuala. Saya yakin, dalam beberapa tahun mendatang tempat ini akan menjadi sebuah ikon dari Kota Bontang, kenapa begitu? Tempat ini sangat menarik, berada di atas laut didirikan sebuah perkampungan atau permukiman yang begitu luas yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai nelayan ikan.
Sebenarnya, tempat ini sudah lama untuk dibangun, bahkan sebelum Kota Bontang itu berdiri atau terbentuk. Di tempat inilah sambal gammi atau sambal bakar yang disajikan di atas sebuah wadah dilahirkan. Letak Bontang Kuala ini sangat strategis untuk dijadikan spot wisata atau hiburan karena terdapat sebuah anjungan kecil yang menghadap langsung ke laut. Tidak perlu khawatir, Pemkot Bontang sudah membuat beberapa gerai atau warung kecil yang menjual makanan dan minuman. Kalian nggak perlu bingung kalau mau santai sore di sini.
Jadi, untuk warga Bontang dan yang ingin datang, tidak perlu takut untuk mencari hiburan di kota kecil ini. Dari sekian banyak perubahan itu, saya harap bisa menjadikan Kota Bontang menjadi dikenal oleh khalayak luas, karena ketika mendengar kata Kalimantan Timur, orang akan terbiasa dengan Kota Samarinda dan Balikpapan saja.
Penulis: Raihan Dafa Achmada
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Ironi Kalimantan Timur: Berdiri di Atas Minyak, tapi Masak Pakai Kayu
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
