Informasi

Bondowoso, Sebaik-baiknya Kandidat Ibu Kota Jawa Timur

Bondowoso, Sebaik-baiknya Kandidat Ibu Kota Jawa Timur

Sumber daya alam dan potensi wisata

Sebagai wilayah yang berada di dataran tinggi, sumber daya alam di Bondowoso sangat melimpah. Wilayah yang masih didominasi oleh lahan pertanian dan perkebunan tentu sangat potensial untuk menjadi sumber pendapatan daerah.

Selain itu, kota kecil ini memiliki banyak sekali spot yang bisa menjadi potensi wisata. Spot wisata alam di Bondowoso pun semakin hari semakin banyak.

Ini penting karena menjadi kepala daerah yang selalu memikirkan urusan rakyat tentu kadang bisa bikin pusing. Nah, di Bondowoso tidak perlu khawatir untuk mencari spot healing untuk sejenak mencharge pikiran agar kembali fresh. Ya kali, kerja terus sampai nggak sempat healing.

Kota kecil yang siap dikembangkan

Sebagai kota kecil, tentu saja Bondowoso sangat bisa untuk ditata ulang menjadi kota modern di masa depan, ya mirip-mirip IKN lah. Bandingkan dengan Surabaya atau Malang yang sudah semrawut, sangat sulit untuk bisa ditata ulang.

Biar kota ini nggak gitu-gitu aja

Kembali ke Bondowoso setelah cukup lama merantau, saya mendapati kota ini belum ada banyak perubahan, dan julukan sebagai kota pensiun tetap melekat. Tentu ini menjadi kegelisahan para pemuda di Bondowoso yang ingin kota ini nggak gitu-gitu aja. Mereka ingin kota ini selayaknya kota lain yang juga bisa terus berkembang.

Makanya, mungkin jalan satu-satunya adalah dengan menjadi Ibu Kota.

Nah, saya rasa itu dulu alasan mengapa Bondowoso layak menjadi Ibu Kota Jawa Timur. Makin banyak kota yang berkembang, makin maju kan negara kita?

Penulis: Cahya Ramadona Putra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bondowoso, Kota Sejuta Julukan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2023 oleh .

Cahya Ramadona Putra

Seorang penulis dengan ritme produktivitas yang sangat bergantung pada suasana hati. Ada kalanya sanggup menyelesaikan artikel panjang dan serius, namun di lain waktu hanya berakhir membuat status WhatsApp. Bahkan, tak jarang pula memilih untuk diam dan tidak menulis apa-apa sama sekali