Informasi

Bojong, Daerah Terbaik untuk Menepi di Tengah Kota Magelang yang Kian Menyebalkan

Bojong, Daerah Terbaik untuk Menepi di Tengah Kota Magelang yang Kian Menyebalkan Mojok.co

Bojong Kota Magelang, daerah di Kota Sejuta Bunga yang lain daripada yang lain. 

Kota Magelang mungkin kalah populer dibanding Semarang dan Jogja. Namun, itu semua dulu, kini Kota Magelang mulai dilirik oleh mereka yang bosan hidup di kota-kota besar. Maklum, walau kota kecil, fasilitas di Magelang cukup lengkap. Akses ke kota ini juga mudah. 

Sayangnya, kepopuleran kota mungil ini menjadikan Magelang semakin padat. Meski begitu, ada satu daerah di Kota Magelang yang masih nyaman dijadikan tempat tinggal atau sekadar tempat menepi. Daerah itu bernama Bojong, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan, Kota Magelang. Di bawah ini beberapa alasannya:

#1 Banyak kelompok tani atau urban farming, cari sayur mudah

Di sini, ada kelompok urban farming yang diinisiasi oleh seluruh warga di sini. Sesuai anjuran pemerintah dalam program yang bernama ProKlim (Program Kampung Iklim). Tujuan dari program ini untuk memenuhi kebutuhan pangan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari rumah sayur, perikanan, dan pertanian ada di sini. Jadi, kalau berkunjung ke sini jangan kaget. Kalau ada sayuran yang ditanam di dekat rumah warga.

#2 Bojong dekat dengan Taman Kyai Langgeng

Taman Kyai Langgeng adalah salah satu taman kebanggan warga. Walau tidak sepopuler dahulu, taman ini masih saja menjadi primadona untuk  detinasi study tour siswa maupun keluarga. Warga sekitar juga banyak memanfaatkan taman ini untuk jalan dan lari santai setiap pagi yang sejuk. 

Nah, jarak Bojong ke Kyai Langgeng ini tidak jauh, hanya sekitar 1 kilometer saja. Kalian bisa menjangkaunya dengan kendaraan bermotor atau jalan kaki. Mudah dan dekat. 

Baca halaman selanjutnya : #3 Ikatan antar warga …

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2024 oleh .

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

Exit mobile version