Arsip Artikel: Wulan Maulina
214 ArtikelLulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!
Konsumsi nomor satu, substansi, nanti dulu.
Kereta Api Serayu: Kereta yang Bikin Penumpang Berangkat Segar, Pulang Layu
Kereta api Serayu seolah memang diberi nama demikian sebagai akronim dari berangkat segar pulang layu. Menggambarkan perjalanan kereta ini!
Sate Kere Solo, Makanan Orang Miskin yang Kini Digandrungi Semua Kalangan
Sate Kere Solo muncul karena orang-orang tidak mampu makan sate daging. Panganan itu terus bertahan hingga kini digemari berbagai kalangan.
Food Vlogger Semakin Nggak Bisa Mendeskripsikan Rasa: Miskin Kosakata, Cuma Menang “Pedas”
Food vlogger zaman sekarang cenderung miskin kosakata. Saat mendeskripsikan makanan cuma bisa menang “pedas”!
Ngunduh Mantu di Desa Adalah Arisan Bergilir Berkedok Persaudaraan
Ngunduh mantu di desa jadi seperti arisan saja. Jadi, seolah-olah, harus “mengembalikan” sejumlah nominal atau barang yang dulu didapat.
Trans Semarang, Cumi Darat yang Sesungguhnya. Ditungguin Nyembur, tapi kalau Disalip Nyebelin
Trans Semarang banyak dikomplain warga karena mengeluarkan asap hitam pekat dari knalpotnya. Malah sampai dijuluki cumi darat!