Karena manusia suka lupa, tulisan dibutuhkan untuk membantu kita mengingatnya. Tapi, meskipun sudah ditulis, kalau tidak dibaca kembali buat apa? Kalau begitu sih tidak heran mantan koruptor bisa terpilih lagi menjadi anggota dewan dan banyak yang masih mengelu-elukan orde baru.
Kita sibuk mencerca yang berbeda, melupakan persamaan yang mungkin ada. Padahal manusia terlalu rumit untuk dijelaskan hanya dengan satu atau dua kata sifat, untuk dikelompokkan dalam satu atau dua kategori, untuk dikaitkan dengan satu atau dua identitas saja.