Arsip Artikel: Putri Ardila
27 ArtikelMbak-mbak bermata minus yang nulis buat bertahan hidup dan berharap suatu hari bisa keliling dunia tanpa harus berhenti menulis.
Sragen, Kota yang Hidup Cuma Sampai Maghrib, Setelah Itu, Seakan Jadi Kota Mati
Di Sragen, slow living itu bukan gaya hidup, itu kewajiban. Bukan karena pilihan, tapi karena emang nggak ada opsi lain.
Jepara Ketinggalan Zaman, tapi Warganya Tetap Bahagia
Tinggal di Jepara ibarat terjebak dalam mesin waktu. Semua serba ketinggalan zaman tapi justru itu yang bikin tenang dan bahagia.
Hidup di Solo Itu Damai, sebab Tak Ada Teror Klakson di Lampu Merah di Solo
Maka dari itu, saya dengan tulus mengajak semua orang buat sesekali merasakan hidup di Solo. Biar kamu tahu, apa itu arti kedamaian.
Derita yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Perbatasan Ngawi-Sragen: Mau Pesan Ojol, Malah Disarankan Bertapa
Siapa bilang tinggal di perbatasan itu enak karena strategis? Buktinya tinggal di perbatasan antara Ngawi dan Sragen bikin saya menderita.
Risiko Tinggal di Desa Pelosok: Dari Sinyal Gaib Sampai Gosip yang Lebih Cepat dari 5G
Tinggal di desa pelosok itu romantis di cerita FTV doang. Kenyataannya? Banyak risikonya. Banyak banget, malah.