Arab Aja Bikin Saudi Anime Expo, Kok Kita Masih Ribet Bilang Anime Itu Bikinan Kafir?

Kembalinya 'Captain Majid' dan Festival Anime Terbesar di Arab Saudi

Arab Saudi yang selama ini terkenal strict dalam menegakkan syariat Islam, tampaknya mulai ‘melek’ terhadap perkembangan pop kultur yang mulai mewabah. Setelah sukses menggelar konser Super Show. Lantas mengukuhkan boyband asal Korea Selatan, Super Junior sebagai selebriti K-Pop pertama yang menggelar konser di Arab Saudi bulan Juli lalu. Kini giliran anime Jepang yang melantangkan gaungnya di jazirah Arab dengan diadakannya festival anime terbesar di Arab Saudi.

Festival yang diberi nama Saudi Anime Expo ini dilaksanakan di Riyadh. Tepatnya pada tanggal 14 hingga 16 November sebagai bagian dari Riyadh Season. Beragam acara diadakan di festival yang digadang-gadang sebagai perhelatan anime terbesar yang pernah digelar di Arab Saudi.

Mulai dari pertunjukan musik yang dimeriahkan oleh beberapa musisi terkenal. Seperti penyanyi asal Lebanon, Sammy Clark, seiyuu (pengisi suara) sekaligus penyanyi Isao Sasaki dan Ichiro Mizuki. Dan juga band rock populer asal Jepang, Linked Horizon yang menyanyikan soundtrack anime Attack on Titan. Lengkap dengan kostum tentara dan visual panggung yang atraktif.

 

 

Nggak cuma itu, Saudi Anime Expo juga diramaikan dengan deretan booth anime-anime populer seperti: Naruto, Detective Conan, dan Captain Tsubasa. Di mana pengunjung dapat terlibat langsung dalam permainan yang seru. Seperti, mencetak gol dengan gaya Captain Tsubasa, memecahkan kasus yang rumit seperti Detective Conan, dan meluncurkan jutsu Rasengan layaknya Naruto melalui permainan bowling.

Pengunjung juga bisa berselfie-selfie ria bersama tokoh-tokoh anime favorit mereka. Seperti Naruto dalam wujud figur raksasa, karakter-karakter dari Dragon Ball lengkap dengan dewa naganya, serta figur life-sized Eren Yeager dalam bentuk titan dari anime Attack on Titan. Saudi Anime Expo sukses menarik minat penggemar Jejepangan di seantero jazirah Arab. Kendati masih menerapkan beberapa aturan ketat terkait syariat Islam, seperti kontes anime cosplay bagi wanita yang diadakan di ruangan khusus/tertutup.

Saudi Anime Expo kemarin juga menghadirkan Yoichi Takahashi, creator serial Captain Tsubasa. Salah satu anime terpopuler yang pernah tayang di Arab Saudi. Dilansir dari The Rahnuma Daily, Faisal Bafarat, CEO’s Arab Saudi General Entertainment Authority mengumumkan bahwa anime Captain Tsubasa yang berubah nama menjadi ‘Captain Majid’ saat ditayangkan di Arab Saudi ini, rencananya akan kembali ditayangkan di MBC pada tanggal 1 Desember mendatang.

Selain mangaka serial Captain Tsubasa, perwakilan dari Toei Animation, Shinji Shimizu juga turut hadir di sana. Dalam sesi tanya jawab, produser Toei Animation itu sedikit banyak mengumbar spoiler tentang climax-to-ending anime One Piece pada musim mendatang. Tapi nggak banyak-banyak juga spoilernya. Toei Animation teuteup aja bersikap sok misterius gitu deh tentang kelanjutan salah satu anime terpopuler sejagat raya tersebut.

Bulan Mei lalu, tepatnya saat di Festival Film Cannes, Toei Animation dan Manga Production mengumumkan bahwa mereka tengah bekerja sama memproduksi Ar-Rihlah (The Journey). Yakni sebuah film animasi berlatar sejarah dan kultur jazirah Arab pada masa seribu lima ratus tahun lalu. Wah, berarti pas zaman Nabi dong ya.

Film animasi yang rencananya akan tayang tahun depan ini melibatkan lebih dari 300 orang dan dikerjakan di Tokyo dan di Riyadh. Walaupun Manga Production dan Toei Animation belum memberikan detail secara lengkap mengenai alur cerita dan karakternya. Namun, Ar-Rihlah (The Journey) ditangani oleh orang-orang pilihan Toei Animation yang sudah berpengalaman menciptakan deretan anime-anime sukses.

 

Ar-Rihlah (The Journey) akan disutradarai oleh Kobun Shizuno yang terkenal melalui film-film anime Detective Conan. Untuk urusan script, Toei mempercayakannya pada Atsuhiro Tomioka yang pernah menangani film-film Pokemon. Budget produksi film animasi Ar-Rihlah yang ditaksir sekitar lima belas juta dollar ini, kabarnya ditanggung sepenuhnya oleh Manga Production.

Sebelumnya, Manga Production dan Toei Animation juga pernah berkolaborasi memproduksi The Woodcutter’s Treasure. Sebuah anime berdurasi dua puluh menit yang mengisahkan tentang cerita rakyat Arab Saudi.

Fyi, Manga Production merupakan salah satu perusahaan media Arab Saudi yang merupakan bagian dari Prince Mohammed bin Salman Foundation atau lebih populer dengan sebutan MiSK Foundation. Sebuah perusahaan milik putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Visi dan misi dari Manga Production adalah membuat proyek animasi, komik, dan video game yang bertujuan untuk mempromosikan gagasan dan pesan Kerajaan Arab Saudi secara internasional.

Berbagai kalangan menyambut baik perhelatan Saudi Anime Expo sebagai salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengadakan event pop kultur yang bisa diakses pria dan wanita secara bersamaan. Saat pembukaan Saudi Anime Expo, Duta Besar Jepang untuk Arab Saudi, Tsukasa Uemura mengatakan bahwa Arab Saudi dan Jepang ternyata memiliki hubungan yang ‘mendalam’ berkat anime-anime 70-an dan 80-an yang dulu pernah ditayangkan di Arab Saudi.

Bapak Dubes juga mengatakan kalau ia melihat banyaknya potensi dari para generasi muda Arab Saudi di bidang animasi. Dan berharap agar ke depannya generasi muda Arab Saudi nggak cuma menonton anime saja. Tapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan animasi yang akan menjadi ciri khas Arab Saudi.

Mungkin di masa depan, kita bisa menonton kisah-kisah Nabi dalam versi anime yang keren, Gaes. Who knows! Kalau Arab Saudi aja udah mulai memproduksi anime, masa sih kita masih ribut mempersoalkan anime itu sesat dan bikinan orang kafir jadinya nggak layak tonton?! Duh!

BACA JUGA Super Junior Konser di Arab Memang Pertanda Kita Harus Pertebal Iman atau tulisan Hiki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version