Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Almarhum Sutopo Purwo Nugroho, Seorang Humas yang Lebih Dari Sekedar Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect

Nurul Diva Kautsar oleh Nurul Diva Kautsar
8 Juli 2019
A A
sutopo purwo nugroho

sutopo purwo nugroho

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika bangun tidur saya kaget bukan kepalang melihat beranda di media sosial—Instagram, Facebook dan Twitter—diramaikan oleh berita meninggalnya Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Bapak Sutopo Purwo Nugroho. Maklum sebagai sarjana Ilmu Komunikasi saya sangat terinspirasi oleh beliau terutama cara beliau yang selalu update dalam menyampaikan kebenaran data terkait bencana di Indonesia, walaupun dalam keadaan sakit yang luar biasa.

Dari situ saya terinspirasi dan mulai berpikir agar saya bisa menjadi seperti beliau yang bisa meginspirasi semesta untuk selalu bersinergi bersama manusia. Bagaimana tidak kaget, bulan lalu saya menonton video terakhir beliau yang cukup viral di Instagram, dalam video tersebut Pak Sutopo sempat pamit dan memohon doa restu sebelum almarhum berangkat untuk berobat ke Tiongkok.

Saya pikir itu bukan video terakhir beliau karena beliau masih terlihat sehat, tapi nyatanya takdir berkata lain, Tuhan lebih sayang kepada Bapak Sutopo. Bagi saya beliau merupakan sosok yang inspiratif dan memiliki pengaruh yang luar biasa dalam bidang penyampaian Komunikasi dan Informasi seputar kebencanaan yang terjadi di Indonesia. Gaya penyampaiannya yang tegas ‘kekinian’, jelas dan tidak berbelit-belit sehingga membuat informasi yang almarhum sampaikan menjadi optimal layaknya infografis hidup yang akurat dan menjadi satu satunya sumber terpercaya bagi masyarakat ketika terjadi bencana.

Sebagai garda depan komunikasi kebencanaan tentu saja hal tersebut menjadi tanggung jawab besar  bagi almarhum untuk tetap menyampaikan keakuratan data maupun fakta dilapangan terkait bencana yang terjadi di Indonesia. Ada misi yang diemban dan ingin beliau sampaikan secara tulus kepada khalayak tentang informasi bencana melalui berbagai medium dan teknologi yang mendekatkan seperti halnya internet.

Prinsipnya sebisa mungkin fungsi humas melalui in which channel yang almarhum sampaikan bisa jadi upaya untuk ikut serta dalam memerangi gempuran hoax yang seringkali menimbulkan keresahan di masyarakat terkait informasi seputar bencana. Yang membuat saya kagum terhadap beliau yaitu ketika keadaan sakit pun beliau masih tetap semangat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait bencana tsunami di Selat Sunda.

Seperti yang terlihat dalam unggahan  video beliau pada tanggal 23 Desember 2018 di akun media sosial pribadi miliknya, almarhum tetap menyampaikan informasi tersebut walaupun dalam keadaan sakit dan sedang berobat di luar kota.

Dan menurut saya disinilah letak istimewanya beliau—beliau mampu meminimalisir unsur hoax di ranah bencana di Indonesia dengan menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber informasi kebencanaan dengan selalu update setiap terjadi perkembangan melalui akun pribadi miliknya sehingga akses informasi bisa terinfokan setiap saat tanpa harus konferensi pers. Jika saya amati cara penyampaian pesan belaiu terkait komunikasi bencana bisa dikatakan lebih dari sekedar Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect lo.

Seperti yang kita tahu—mungkin bagi orang komunikasi lebih paham tentang ini—Teori Lasswell itu berbunyi: “siapa yang mengirimkan pesan? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa?”

Baca Juga:

Tembakau Nenek

Dan sekarang  mari kita bedah sabda Lasswell ini. Almarhum Sutopo sudah mempraktikan poin pertama, yaitu Who  dan Says What—beliau menyampaikan informasi bencana. Lalu yang kedua In Which Channel—beliau memanfaatkan akun media sosial sebagai medium pesan agar seluruh masyarakat bisa dengan cepat mengakses, mengingat sumber hoax terbesar bermula dari situ. To Whom—sasarannya jelas kepada masyarakat baik muda maupun orang tua para pengguna aktif media sosial. Dan yang terakhir With What Effect—hoax berkurang, sumber informasi cepat, akurat sehingga ssuai data dan fakta di lapangan dan berasal dari satu pintu yaitu Pak Sutopo sebagai humas yang mengayomi semesta.

Dari situ kita belajar bahwa, mungkin masih ada dua poin yang terlupakan oleh Harold Lasswell jika melihat cara almarhum Sutopo Purwo Nugroho dalam menyampaikan informasi dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai humas dan penyalur informasi dalam keadaan sakit kemarin. Jika diamati perlu adanya tambahan poin yang bisa mewakili para humas-humas yang kondisinya serupa dengan almarhum ketika berjuang melawan kanker dan masih bertanggung jawab dalam bekerja secara professional yaitu struggle dan credibillity in every condition. Karena beliau mencontohkan bagaimana caranya berjuang untuk selalu update keadaan bencana atau krisis apapun secepat mungkin dan rasa tanggung jawab dalam setiap keadaan yang dirasakan. Integritas telah mensugesti beliau untuk sedikit melupakan penyakitnya demi negara yang aman dari beragam bencana yang membuat kisruh negara—bencana alam dan bencana hoax.

Perjuangan beliau akan selalu dikenang sebagai artefak Kehumasan dari seorang praktisi komunikasi yang lebih dari sekedar Who, Says What, In Which Channel, To Whom, With What Effect. Tapi ada sebuah perjuangan yang besar yang almarhum bawa ditengah kondisi kanker paru-paru stadium 4B yang merenggut nyawanya demi mencerdaskan masyarakat di tengah pesatnya arus informasi yang tidak terkendali terutama seputar mitigasi bencana yang harus terus diliterasi. Dari beliau kita belajar bahwa teknologi bisa membawa dampak besar terutama dalam meminimalisir hoax terkait penyalahgunaan fakta dan data di lapangan. Selamat jalan Bapak Sutopo Purwo Nugroho. Kami semua rindu literasi bencanamu.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: humas bnpbraisa sutoposutopo kankersutopo purwo meninggalsutopo purwo nugroho bnpb profilesutopo purwo nugroho instagramsutopo purwo nugroho twitter
Nurul Diva Kautsar

Nurul Diva Kautsar

Perantau di Jogja usia 30-an asal Cirebon yang menggemari isu lokal dan seputar ilmu komunikasi. Penyuka heavy metal, kadang-kadang motret dan pas senggang baca buku.

ArtikelTerkait

Mengenal Tembakau Tambeng, Si Raja Tingwe dari Besuki terminal mojok.co

Tembakau Nenek

19 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Perawatannya Tak Sama seperti Matic Biasa Lainnya

25 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri
  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.