ADVERTISEMENT

Alasan saya sebagai perantau tetap pilih kereta api dibandingkan travel mobil buat pulang kampung sampai rela war tiket saat momen liburan

Alasan saya sebagai perantau tetap pilih kereta api dibandingkan travel mobil buat pulang kampung sampai rela war tiket saat momen liburan

Sebagai perantau di Palembang yang berasal dari Lubuklinggau, tentu saat menjelang liburan saya  harus secepat mungkin membeli tiket kereta api. Bukan tanpa alasan jelas, kereta api di Sumatera Selatan memang menjadi transportasi pilihan, karena itu tiketnya bakal cepat banget habis, terutama di saat lebaran atau liburan tahun baru.

Apalagi di momen liburan. Kalo mau dapat tiket, udah harus beli dari sebulan sebelum jadwal berangkat, rasanya udah kayak war tiket konser KPop.

ADVERTISEMENT

Meskipun sebenarnya ada pilihan transportasi lain dari Palembang ke Lubuklinggau seperti travel mobil dan bus. Akan tetapi, setelah beberapa kali naik semua kelas kereta, sampai bisnis dan eksekutif yang tarif harganya nggak jauh beda, saya tetap memilih kereta api.

Mobil travel dan bus memang bisa jadi alternatif, tapi kalau menggantikan kereta api, nggak dulu sih. Saya bilang ini bukan tanpa alasan.

Kereta api jelas lebih nyaman

Yang akan saya tulis mungkin terlihat klise, tapi memang begitulah adanya. Kereta api memberikan kursi empuk, kaki lega, AC yang dingin, serta kepastian perjalanan. Keuntungan kayak gini masih sulit disaingi mobil travel. Bus mungkin sudah banyak yang setara kereta api, tapi untuk kepastian, mereka masih kalah reliabel.

Perpaduan kenyamanan dalam perjalanan di kereta api ini, tak bisa didapatkan pada transportasi lain misalnya seperti mobil travel. Jangankan untuk merentangkan kaki, ruang gerak antar bahu aja udah terbatas banget.

Belum lagi, karena jalan lintas Sumatera yang saking terkenal mulusnya udah seperti jalan off-road dan sering terjadi kemacetan akibat truk-truk berlalu lalang. Hal seperti ini kerap memaksa supir travel ugal-ugalan. Kereta api nggak akan berurusan dengan hal-hal seperti ini.

Harga tiket tak jauh beda, tapi prioritas keselamatan selama perjalanan

Harga tiket dari transportasi menjadi hal paling dipertimbangkan saat memilih transportasi untuk mudik. Kalo dibandingkan melalui aplikasi Accses by KAI, harga tiket kereta bisnis dipatok mulai dari Rp180.000 dan tiket kereta eksekutif mulai dari Rp230.000. Sedangkan untuk travel mobil tersedia berbagai varian, namun kebanyakan dipatok harga antara Rp170.000-230.000, tergantung jenis mobil dan jarak kota tujuan.

Jika dihitung secara matematis, memang perbandingan antar harga tiket tidak terlalu jauh berbeda. Tapi coba mari bandingkan pada aspek lain, terutama keamanan selama di perjalanan. Kereta api memberi pelayanan keselamatan perjalanan dari jalur rel terarah, koordinasi antarstasiun terstruktur, serta staf dan masinis yang berkompeten.

Dengan reputasi KAI yang kini telah berubah menjadi jauh lebih baik, pasti memberi ketenangan pikiran dan mental sebagai penumpang, tak perlu lagi khawatir terjebak jalan lubang parah atau takut adanya aksi pembegalan di sejumlah area masih rawan di lintas Sumatera.

ADVERTISEMENT

Hal-hal tersebut bikin saya nggak pikir dua kali untuk ikutan perang beli tiket kereta api. Pengorbanan memang harus dilakukan untuk sesuatu yang sepadan, bukan?

Kepastian waktu sampai kota tujuan

Satu kenikmatan lagi tak dapat tergantikan dari kereta api adalah kepastian waktu tepat sampai kota tujuan. Biasanya kereta api sudah punya jadwal rinci terkait waktu sampai di tiap stasiun. Bisa dibilang ini adalah nikmat paling mewah yang diberikan untuk penumpang, yakni ketenangan pikiran. Di mana kita udah nggak perlu capek lagi overthinking tentang durasi perjalanan. Udah nguras mental, nguras fisik pula.

Kembali lagi pilihan moda transportasi setiap individu memang berbeda-beda, tergantung prioritas dan kenyamanan masing-masing. Namun, bagi saya pribadi, setelah dihitung-hitung secara finansial maupun keselamatan fisik dan mental, kereta api merupakan kombinasi sempurna: harga nggak overprice, ada prioritas keselamatan, fasilitas memberi kenyamanan, serta kepastian waktu.

Penulis: Ahmad Hafiizh Kudrawi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2026 oleh .

Ahmad Hafiizh Kudrawi

Kontributor aktif media opini dan satir.