Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tips Mengantisipasi Kartu e-Toll Dibawa Kabur Pengendara Lain Saat Dipinjam di Pintu Tol

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
4 Januari 2021
A A
Tips Mengantisipasi Kartu e-Toll Dibawa Kabur Pengendara Lain Saat Dipinjam di Pintu Tol Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya punya satu pengalaman yang kurang menyenangkan saat berkendara di jalan tol. Sebagaimana diketahui, sudah beberapa tahun terakhir ditetapkan bahwa siapa pun pengendara mobil yang ingin melewati jalan tol, wajib memiliki dan menggunakan kartu elektronik (e-Toll) sebagai alat transaksi pembayaran.

Kendati sudah menjadi ketetapan dan disosialisasikan dengan apik melalui media, baik secara online maupun konvensional, juga dari mulut ke mulut, masih saja ada orang yang tidak membawa kartu e-Toll saat berkendara melalui jalan tol. Alasannya beragam, entah lupa atau memang belum punya. Kalau ada yang bawa, ada saja yang saldonya tak cukup.

Jika memang demikian, mau tidak mau pengendara tersebut harus meminjam kartu e-Toll pengendara lain yang juga mengantre di pintu tol. Ada yang meminjam kartu sambil menawarkan penggantian tarif secara tunai. Ada juga yang tidak mengganti besaran tarifnya.

Namun, saya pernah mengalami pengalaman yang paling parah dan kurang menyenangkan. Ada pengendara yang memang punya niat jahat sejak awal. Saat itu, ia meminjam kartu e-Toll pada saya yang sedang antre di belakang mobilnya. Setelah saya berikan kartu e-Toll milik saya, si pengendara melakukan transaksi di pintu tol dan pergi begitu saja tanpa mengembalikan kartu saya.

Mangkel? Iya. Marah? Jelas. Akan tetapi, saat itu saya hanya bisa pasrah dan melamun begitu saja. Lagian, mau kejar mobilnya atau teriak pun susah. Selain saya masih berada di dalam mobil, lha wong setelah dia pergi dengan mobilnya, pintu tol otomatis tertutup. Kalau saya paksa untuk menerobos, risikonya bodi mobil bakal penyok atau rusak. Belum lagi harus bertanggung jawab dan memberi keterangan pada pihak terkait. Hadeh. Bisa celaka dua belas!

Oke, kartu e-Toll memang bisa dibeli lagi di bank atau minimarket terdekat. Masalahnya, saldo dalam kartu tersebut terbilang lumayan. Ratusan ribu! Coba kalau maling kartu e-Toll itu melakukan modus yang sama terhadap banyak pengendara. Kalau dikumpulin kan jadi lumayan. Sebelas dua belas lah dengan pencatutan dana bansos yang katanya hanya Rp10 ribu per orang. Saat diakumulasi, ujung-ujungnya jadi banyak banget, kan?

Kesialan tersebut akhirnya jadi pengalaman yang berharga bagi saya. Setelahnya, bahkan hingga saat ini, yang pertama kali saya lakukan saat mengisi saldo pada kartu e-Toll adalah top-up seperlunya. Dengan begitu, jika kartu hilang karena keteledoran sendiri atau dicuri orang, setidaknya ya ndak nyesek-nyesek amat.

Kemudian, ketika menghadapi kejadian serupa, saat mengantre di pintu tol dan pengendara di depan saya minta izin untuk meminjam kartu e-Toll, apa pun alasannya, saya berinisiatif untuk keluar dari mobil dan saya sendiri yang akan tap kartu ke mesin pintu tol. Terserah orang lain mau bilang apa. Paling penting adalah mengantisipasi agar kartu tetap aman dalam genggaman.

Baca Juga:

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

Selain itu, belajar dari pengalaman dan agar tidak kebingungan di perjalanan, khususnya selama di jalan tol, hingga saat ini saya selalu membawa kartu e-Toll lebih dari satu sebagai cadangan dan untuk mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan. Minimal dua kartu lah. Meski harus mengeluarkan biaya tambahan, saya pikir, hal ini sangat worth it dilakukan oleh setiap pengendara yang melalui jalan tol.

Jadi, misalnya kartu e-Toll yang satu hilang, masih ada satu lagi yang bisa digunakan tanpa harus merepotkan orang lain atau petugas yang stand by di area pintu tol. Selain itu, meminimalisir antrean di pintu tol jadi panjang.

Selain bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa, beberapa tips sederhana yang saya usulkan sangat mungkin dilakukan oleh banyak pengendara. Harapan utamanya tentu selama di perjalanan kita semua akan selamat dan baik-baik saja. Namun, tak ada salahnya juga kan mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan. Tak terkecuali soal kehilangan kartu e-Toll lantaran pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jika di antara kalian, amit-amit, mengalami kemungkinan terburuk serupa dengan pengalaman saya, paling tidak ada tindakan antisipasi yang sudah dilakukan sejak awal. Mungkin juga, hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi pihak berwenang yang bertugas di area pintu tol untuk memperketat keamanan. Agar pengendara merasa aman, nyaman, dan tetap bisa mencegah tindak kriminal di luar dugaan.

Sumber Gambar: otomotif.kompas.com

BACA JUGA Pengalaman Ikut Swab Test Antigen Drive Thru, Nggak Ribet walau Agak Deg-degan dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2021 oleh

Tags: kartu e-Tollkartu elektronik
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

13 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.