Kalian wajib mencoba trekking dan melihat langsung pemandangan yang ada di Bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo. Ramah pemula, lho!
Jujur saja, setiap kali saya melihat konten foto atau video estetik para anak muda yang sedang mendaki dan menunjukkan pemandangan di atas gunung, berlatar belakang awan, serta golden sunrise di puncak gunung, rasanya ingin juga mencobanya. Tetapi, sebagai kaum rebahan dan mageran, keinginan itu langsung menciut seketika.
Ya apalagi kalau bukan gara-gara bayangan harus menyiapkan fisik dan logistik yang matang untuk melakukan pendakian tersebut.
Bayangkan saja, betapa melelahkannya jika kita harus repot membawa banyak perlengkapan dan berjalan berjam-jam dengan jalur naik turun yang terjal. Belum lagi kalau kita harus mulai trekking di tengah malam dengan penerangan yang minim demi mendapat sunrise di atas puncak gunung nya.
Padahal, ada loh opsi buat kalian yang ingin merasakan langsung pemandangan alam dari atas gunung tanpa ribet dan menyiksa fisik. Kalian wajib mencoba trekking dan melihat langsung pemandangan yang ada di Bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo.
Bukit Sikunir, menikmati keindahan tanpa harus ngos-ngosan
Bukit Sikunir memang terlihat lumayan tinggi dan tidak ramah pemula, tingginya saja 2.300 mdpl. Tetapi, pada kenyataannya kita bisa sampai di puncak bukit ini tanpa harus mendaki trek yang terjal dan berjam-jam, seperti puncak-puncak gunung lain.
Saat saya ke sana, hanya membutuhkan waktu trekking yang cukup singkat, yaitu sekitar 30 sampai 45 menit saja. Waktu tempuh tersebut sudah dimulai dari parkiran kendaraan sampai ke puncak bukitnya. Jalurnya pun sangat manusiawi, walaupun berupa anak tangga yang dikolaborasikan dengan jalan tanah setapak, tapi kondisi jalannya tidak terlalu menanjak. Jadi, kita tidak perlu mempersiapkan fisik dan logistik yang seribet itu.
Sepanjang trek kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan pepohonan yang rindang. Bahkan belum sampai puncak saja sudah banyak spot foto yang estetik dan cocok dipamerkan di media sosial. Saat sampai di puncak, kita tidak merasa ngos-ngosan atau lelah, karena sangat menikmati pemandangan di sepanjang jalan dan jalur tidak terlalu menguras tenaga.
Keindahan pemandangan Bukit Sikunir
Begitu kita menginjakkan kaki di puncak Bukit Sikunir, kita disambut dengan pemandangannya. Mulai dari pemandangan lautan awan tebal, yang seakan membuat kita merasa sedang di negeri di atas awan. Kita juga seakan diberi ucapan selamat datang oleh Sindoro, Sumbing, dan Prau, yang berdiri tegak dan tegas menantang langit.
Fakta menariknya lagi, Bukit Sikunir ini dijuluki sebagai salah satu tempat melihat golden sunrise terbaik se-Asia Tenggara. Kilau kuning keemasan yang menyinari lautan awan dan kokohnya gunung bikin Bukit ini begitu indah dan puncaknya amat pantas kita perjuangkan.
Tips berburu golden sunrise di Sikunir
Sebelum mengunjungi Bukit Sikunir dan ingin menikmati pemandangan, terutama sunrisenya, kalian perlu menyiapkan beberapa hal agar tidak zonk. Pertama, kalian harus memastikan jam kedatangan lebih awal, sekitar satu jam sebelum prediksi jam terbitnya matahari. Hal ini untuk menjaga agar kalian tidak menyesal, karena terlambat sampai di puncak dan tidak mendapatkan view yang memuaskan.
Selanjutnya, kalian juga perlu memastikan jadwal keberangkatan kalian ke Bukit Sikunir ini di musim kemarau. Mungkin sekitar bulan Mei hingga September, agar perjalanan kalian tidak terganggu oleh cuaca. Karena cuaca yang buruk seperti saat musim hujan dapat memicu tertutupnya pemandangan sunrise dan kondisi jalanan tanah menjadi becek.
Selain itu, kalian harus menggunakan jaket atau pakaian yang lebih tebal. Mengingat kondisi suhu di area Dieng yang terbilang sangat dingin jika di pagi hari. Tenang saja, apabila kalian merasa suhunya sangat dingin dan tidak wajar seperti di area-area lain, kalian bisa membeli sarung tangan atau syal di warung-warung sekitar area parkir dengan harga yang terjangkau.
Bawa uang tunai
Di Bukit Sikunir kalian tetap perlu membawa logistik seperti minum atau cemilan pada saat naik ke puncak. Karena di area puncak tidak terdapat warung-warung yang menjual minum, makan, maupun hanya sekedar cemilan. Namun, di area bawah sebelum pintu masuk dan area parkir terdapat banyak warung yang menjual berbagai makanan dan oleh-oleh khas dari daerah Wonosobo. Perlu diingat, kalian harus sedia uang tunai, karena beberapa warung di sana belum mendukung pembayaran nontunai.
Jadi, tunggu apalagi? Buat kalian kaum mager tapi pengen mencoba naik gunung dan menikmati pemandangan alam dari atas gunung, kalian wajib mencoba mendaki Bukit Sikunir ini. Tanpa persiapan yang matang dan tenaga terkuras banyak, kalian sudah bisa mendapatkan pemandangan seperti di gunung-gunung pada umumnya.
Penulis: Arsya Listya Eka Pramudita
Editor: Rizky Prasetya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.