Informasi
ADVERTISEMENT

Nasib STKIP PGRI Bangkalan, dulu jadi primadona kampus di Bangkalan, sekarang mati segan hidup banyak saingan

Nasib STKIP PGRI Bangkalan, dulu jadi primadona kampus di Bangkalan, sekarang mati segan hidup banyak saingan

STKIP PGRI Bangkalan dulunya adalah primadona. Tapi kini, cerita kejayaan berganti dengan kemuraman

Beberapa tahun ke belakang, banyak kampus di Bangkalan mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari keberanian mereka membuka program studi baru. Bahkan, beberapa ada yang statusnya naik ke tingkat lebih tinggi dari sekolah tinggi menjadi institut, juga ada pula yang menjadi universitas. Tentu, hal ini menunjukkan bahwa gairah pendidikan semakin meningkat di kabupaten Bangkalan.

Tapi, ada satu kampus yang menurut saya cukup memprihatinkan, yakni kampus STKIP PGRI Bangkalan. Kampus yang usianya sebetulnya cukup lama ini perkembangannya seakan stagnan. Tapi meski demikian, saya tetap salut kampus ini tetap bertahan sampai sekarang. Ya, di tengah banyaknya kampus baru yang menjadi saingan.

Fakultas Pendidikan UTM jadi awal tenggelamnya STKIP PGRI Bangkalan 

Berdasarkan informasi dari para alumni sesepuh kampus ini, dulunya STKIP PGRI Bangkalan merupakan primadona kampus di Bangkalan Madura. Dengan biaya yang cukup terjangkau, prospek yang ditawarkan juga jelas, yakni menjadi guru. Siapa yang tidak ingin kuliah di kampus ini. 

Ya, ini terbukti sampai saat ini. Tak sedikit sekolah-sekolah di Bangkalan Madura gurunya didominasi oleh lulusan kampus ini. 

Namun seiring berjalannya waktu, ketenaran kampus ini kian merosot. Kejayaannya mulai menjadi cerita masa lalu. Hal ini mulai terlihat ketika Universitas Bangkalan berubah status menjadi universitas negeri dengan nama Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Apalagi beberapa tahun kemudian, UTM membuka fakultas baru, yakni Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan.

Sejak saat itu, semakin habislah pasar mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan di kabupaten ini.

Harus bikin cabang ke kecamatan-kecamatan

Selain karena berdirinya UTM, banyaknya kampus yang ada di kecamatan juga bikin STKIP Bangkalan kalah tenar. 

Dulu, masyarakat yang berada di pelosok desa jika ingin melanjutkan pendidikan tinggi harus jauh-jauh ke ujung barat, yaitu pusat Kabupaten Bangkalan. Sekarang hal itu tidak berlaku lagi. Sebab, sudah banyak kampus-kampus baru yang berada di kecamatan. 

Tentu, dengan banyaknya kampus baru di kecamatan berpengaruh pada STKIP Bangkalan yang berada di pusat kabupaten Bangkalan. Jarak yang lebih dekat dan biaya hidup selama menempuh pendidikan jauh lebih murah membuat kampus-kampus yang tergolong baru ini cukup ideal bagi masyarakat. Maka dari itu, agaknya STKIP PGRI Bangkalan perlu mendirikan cabang di kecamatan supaya tetap bisa bertahan dan semakin dikenal. 

Saksi dalam perkembangan pendidikan 

Terlepas dari cerita-cerita di atas, ada hal yang tetap bikin salut dari STKIP PGRI Bangkalan. Meski tak lagi jadi primadona, kampus ini tetap bertahan dan setia di kabupaten Bangkalan. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi pendidikan guru pada masanya, kampus ini menjadi saksi dalam perkembangan pendidikan di Bangkalan Madura.

Sejak tahun 1993 resmi berdiri, STKIP PGRI Bangkalan fokus untuk mencetak generasi pendidik baru. Dan, sampai saat ini pun begitu. Hal ini bisa dilihat dari deklarasi yang digaungkan yaitu “kampus pejuang pendidikan”. Maka tak heran, dari dulu sampai sekarang banyak sekolah di Bangkalan Madura gurunya didominasi oleh alumni dari kampus ini.

Perannya dalam menyediakan tenaga kependidikan, saya kira PemKab harus memberikan apresiasi kepada kampus ini. Sebab, banyak lulusan STKIP PGRI Bangkalan turut berperan dalam perkembangan pendidikan di kabupaten Bangkalan.

Dan, sampailah kita di penghujung acara, eh tulisan. Ya sudah, kita doakan semoga kampus guru-guru kita (warga Bangkalan Madura) ini terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten Bangkalan. Walaupun yang terakhir ini sebenarnya urusan pemerintah.

Penulis: Feri Hamdani Putra Fasa
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Karanganyar, Daerah Underrated di Jawa Tengah yang Nyaman untuk Ditinggali

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2026 oleh .

Feri Hamdani Putra Fasa

Mahasiswa S1 yang lulus tepat waktu. Memiliki cita-cita menjadi pengusaha sukses, penulis ulung.