Babak penyisihan turnamen futsal Fazzio Youth Festival 2026 yang diadakan di Sport Academy Babarsari berlangsung begitu seru. Turnamen yang diikuti 16 tim dari SMA dan SMK di Yogyakarta ini adalah event tahunan yang diadakan oleh Yamaha untuk memberi wadah para pemuda untuk menunjukkan bakat serta potensi-potensi yang dimiliki tiap sekolah di Yogyakarta.
Acara yang berlangsung pada 9 September di Sport Academy ini berlangsung begitu seru. Animo peserta begitu tinggi, dibuktikan dengan begitu membludaknya venue pertandingan. Dari pemain, penonton, serta official tim memadati venue. Parkiran begitu penuh meski pertandingan belum berjalan semuanya.
Salah satu pertandingan dalam Fazzio Youth Festival yang berjalan begitu seru adalah pertandingan antara SMA 3 Yogyakarta—biasa disebut Padmanaba vs SMA Budi Mulia Dua. Pertandingan keempat ini berjalan begitu intense. Tim Padmanaba, yang berbaju putih, melancarkan serangan dengan begitu terukur. SMA Budi Mulia Dua pun tak kalah gencar menjaga pertahanan, juga melancarkan serangan yang sempat bikin penonton dan pemain yang duduk di bench menahan nafas.
Tapi Padmanaba berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Tak berselang begitu lama, mereka berhasil menggandakan keunggulan. Budi Mulia Dua pun tak berhenti menyerang meski mereka kebobolan duluan. Mereka sempat memperkecil ketinggalan, tapi hingga pertandingan berakhir, skor 2-1 tak berubah.
Pertandingan berakhir dengan Padmanaba sebagai pemenang. Meski kedua tim sama-sama kuat, ujungnya yang menang tetaplah yang berhak mendaku sebagai tim yang terbaik.
Padmanaba mengincar semifinal
Mojok berkesempatan mewawancarai salah satu pemain Padmanaba, Agas (16). Sembari mengatur nafas setelah berjibaku dalam pertandingan yang intens, Agas berkata bahwa tim SMA Budi Mulia Dua adalah tim yang kuat. Salah satu pemain Budi Mulia Dua, Dio, adalah pemain yang kuat, dan salah satu skuat tim futsal Sleman.
Persiapan tim Padmanaba untuk turnamen Fazzio Youth Festival selama sebulan membuahkan hasil. Kebetulan, mereka belum ada kegiatan sekolah, jadi turnamen ini bisa jadi salah satu upaya mereka berlatih serta menyiapkan diri.
Saat tim Mojok bertanya target Padmanaba dalam turnamen ini, Agas menjawab semifinal adalah tujuan pertama.
“Otomatis kita mengincar semifinal dulu, karena semifinal sudah mengamankan spot juara, tapi kalau bisa final, final, final!”
Tim yang paling impresif di Fazzio Youth Festival
Pertandingan penutup penyisihan futsal Fazzio Youth Festival mempertemukan antara SMA 1 Kalasan vs SMA 1 Sewon. Di antara pertandingan lain, bisa dibilang pertandingan inilah yang paling impresif.
Tak begitu lama sejak peluit dibunyikan, SMA 1 Sewon membuka keunggulan dengan skema serangan yang amat begitu rapi. SMA 1 Sewon pun tak mengendurkan serangan. Cara mereka menyerang dan skema permainan yang begitu rapi menunjukkan bahwa dominasi mereka dalam pertandingan ini bukanlah sebuah kebetulan.
Gol demi gol tercipta, dan dalam waktu yang tak begitu lama, SMA 1 Sewon unggul 4-0. Gol balasan dari SMA 1 Kalasan tercipta lewat kickoff. Meski begitu, gol balasan tersebut tak berarti banyak karena SMA 1 Sewon kembali menjebol gawang Kalasan 2 kali. Skor 6-1 untuk keunggulan SMA 1 Sewon bertahan hingga akhir. Dominasi ini menunjukkan bahwa mereka memang bukan tim yang bisa dianggap sepele.
Pada turnamen lain yang diikuti SMA 1 Sewon, mereka keluar sebagai juara. Menunjukkan bahwa tim ini memang datang dengan kualitas yang begitu tinggi. Dalmaji (31), pelatih SMA 1 Sewon, mengutarakan bahwa persiapan mereka memang lama, sejak Juni. Meski begitu, Dalmaji mengutarakan bahwa meski menang dominan, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.
Target Dalmaji untuk SMA 1 Sewon adalah sebagai juara, dan itu amat wajar mengingat mereka bermain begitu rapi, serta amat dominan.
Saat Mojok bertanya apakah ada harapan untuk Fazzio Youth Festival, Dalmaji berharap bahwa semoga acara ini bisa diadakan reguler dan lebih kompetitif lagi.
“Mungkin se-DIY, tapi lebih banyak sekolah lagi, agar lebih seru lagi,” ucap Dalmaji.
Dipertemukan di semifinal
Prediksi Agas benar, SMA 3 Yogyakarta benar mencapai semifinal. Tapi bisa dibilang mereka akhirnya bertemu ujian sebenarnya, tak lain dan tak bukan, SMA 1 Sewon. Dua juggernaut ini bertemu di semifinal, untuk meraih satu tempat pembuktian juara sebenarnya.
SMA 1 Sewon, seperti yang sudah saya bilang tadi, bukan tim sepele sama sekali. Mereka melaju ke semifinal setelah melibas SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 1-4. Skor yang menunjukkan dominasi mereka atas lawannya yang jelas bukan ecek-ecek. Agas dkk harus melawan salah satu powerhouse di Yogyakarta.
SMA 3 Yogyakarta harus mengakui keunggulan SMA 1 Sewon dengan skor 0-4. Tentu saja kekecewaan menyertai, tapi target Agas dkk sudah dicapai. Dan Sewon, tak berhenti di sini.
Di final, SMA 1 Sewon melawan SMA 6 Yogyakarta, dan mereka kembali menang dengan menyakinkan. Skor 1-4, begitu dominan. Sewon mengakhiri turnamen dengan mencetak paling sedikit 4 gol, angka yang jelas impresif, bahkan tak berlebihan jika kita bilang SMA 1 Sewon nggak ada lawannya, sejauh ini.
Tak pulang dengan tangan kosong dari Fazzio Youth Festival
Di sisi lain, Agas dkk berhasil menyabet juara 3. SMA 3 Yogyakarta berhasil menang tipis 5-4 melawan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, dan usaha mereka bisa dibilang tak sia-sia. Setidaknya, mereka tak pulang dengan tangan kosong.
Acara utama Fazzio Youth Festival diadakan di GOR UNY dari 10 September hingga 12 September 2026. Tak hanya futsal, Fazzio Youth Festival juga diisi dengan turnamen basket serta dance. Acara ini adalah usaha Yamaha mewadahi talent anak muda di Yogyakarta, serta menyebarkan awareness bahwa mereka peduli dengan pengembangan talent anak muda di Indonesia. Acara ini tak hanya turnamen olahraga, juga menyajikan hiburan lewat penampilan ciamik dari Skandal dan The Sigit.
Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Skripsi, Lari, dan Yamaha Grand Filano: Teman Setia Healing di Sudut Jogja
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.