Saya hendak pergi ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu untuk pertama kali. Untuk mencapai ke sana, saya harus naik kapal dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Mendengar kata Muara Angke, jujur hanya hal-hal buruk yang terlintas di benak saya.
Di kepala ini langsung membayangkan tempat yang kumuh, amis, becek, dan tumpukan sampah yang baunya menusuk hidung. Saya membayangkan akan berdesakan di dermaga reyot sambil menahan napas seharian saat merencanakan penyeberangan ke Pulau Tidung.
Akan tetapi, berbagai prasangka buruk itu mendadak runtuh saat saya menjejakkan kaki langsung di lokasi. Perjalanan pertama saya ini justru menghadirkan kejutan manis yang tak pernah disangka sebelumnya.
Terminal penumpang Pelabuhan Muara Angke ternyata Megah
Memasuki area dermaga, mata saya disambut oleh bangunan terminal penumpang yang amat modern. Tidak ada kesan kumuh sama sekali. Ruang tunggunya bersih, berpendingin udara, dan memiliki fasilitas yang tertata rapi mirip terminal bandara atau stasiun kereta api modern.
Lantai terminal begitu resik tanpa bercak lumpur atau air amis yang sempat ditakuti. Kursi tunggu berjejer rapi, didukung papan petunjuk informasi yang sangat jelas. Bagi penumpang yang baru pertama kali datang, suasana ini memberikan kenyamanan ekstra tanpa perlu rasa bingung.
Keputusan pemerintah daerah merenovasi Pelabuhan Muara Angke ini patut diberi apresiasi tinggi. Kehadiran terminal ini mengubah total wajah kawasan pesisir Jakarta menjadi lebih rapi, modern, dan sangat beradab.
Bukan cuma fisiknya yang bersih, sistem pelayanan di pelabuhan ini juga patut diacungi jempol. Pembelian tiket sudah terintegrasi dengan baik sehingga bisa meminimalisir praktik percaloan yang kerap meresahkan wisatawan. Petugas di lapangan bekerja dengan cekatan dan ramah dalam mengarahkan arus penumpang.
Saat menaiki kapal menuju Pulau Tidung, kejutan kembali berlanjut. Kapal penumpang yang disediakan terawat dengan sangat baik. Kebersihan deck kapal terjaga, tempat duduk nyaman, dan fasilitas keselamatan seperti jaket pelampung tersedia lengkap di setiap sudut.
Perjalanan mengarungi ombak Laut Jawa terasa menyenangkan tanpa diwarnai aroma tidak sedap atau rasa cemas. Semua bayangan mengerikan soal Pelabuhan Muara Angke dan kapal penumpang yang sempat menghantui pikiran saya menguap begitu saja diterpa angin laut.
Pelajaran berharga, jangan mudah “tertipu” isu lama
Pengalaman pertama ini menjadi tamparan keras bagi saya yang terlalu mudah percaya pada stigma masa lalu. Pesisir Jakarta Utara, khususnya Pelabuhan Muara Angke, telah berbenah diri secara signifikan dan membuktikan kualitas pelayanan publik yang jempolan.
Perjalanan penyeberangan ke Pulau Tidung yang awalnya dikira bakal penuh penderitaan, justru menjadi bagian terbaik dari keseluruhan agenda liburan. Pelabuhan ini berhasil membuktikan bahwa fasilitas umum pesisir bisa tampil megah, rapi, serta menjaga kenyamanan pengunjung secara maksimal.
Pada akhirnya, saya belajar satu hal penting, jangan pernah menghakimi suatu tempat sebelum melihatnya secara langsung.
Pelabuhan Muara Angke telah sukses membuktikan bahwa stigma kumuh dan bau itu kini hanyalah sejarah masa lalu.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.