Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Sempol ayam memang lebih menarik ketimbang es teh jumbo, tapi secara hitungan bisnis, es teh jumbo pasti lebih untung

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
14 Agustus 2026
A A
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons) sempol ayam

Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau diperhatikan, lanskap jalanan di Indonesia sampai detik ini seolah dirajai oleh dua penguasa kuliner kaki lima: gerobak sempol ayam dan waralaba es teh jumbo. Keduanya adalah penyelamat bagi perut yang keroncongan ataupun tenggorokan yang kering kerontang.

Secara ekosistem, kedua jajanan tadi memang berkubang di ekosistem yang sama. Namun, jika dicermati dalam gelanggang bisnis ritel skala trotoar, ada kontras telak yang mulai terlihat kasat mata.

Urusan kerumitan rasa dan racikan, sempol jelas duduk di singgasana utama. Namun, begitu bicara soal kestabilan omzet dan ketahanan usaha di brutalnya trotoar, teh manis jumbo ternyata bermain di dimensi yang sama sekali berbeda. Jauh lebih kokoh dan nyaris mustahil digoyahkan.

Konsep minimalis jadi juara: semakin sederhana, semakin panjang umurnya

Berjualan sempol ayam itu ibarat pertunjukan masak on the spot. Penjual harus tahan berdiri berjam-jam di hadapan wajan berisi minyak panas. Belum lagi, harus pula mengatur api, mencelupkan adonan ke telur, hingga melayani pembeli satu per satu.

Rantai produksinya panjang. Mulai dari menggiling ayam, meracik adonan, merebus setengah matang, lalu melilitkannya manual ke tusuk sate. Proses dari hulu ke hilir ini jelas menguras tenaga. Wajar jadinya bila standarisasi rasa untuk model bisnis waralaba menjadi PR yang pelik.

Sebaliknya, gerai es teh jumbo adalah puncak efisiensi kuliner ala jalanan. Ritual dagangnya super ringkas. Hanya butuh menyendok bongkahan es batu, menuang larutan teh pekat, memberi gula cair, lalu menyegel gelas dalam hitungan detik. Hampir tanpa persiapan ribet di lokasi.

Ditambah, proses transaksinya berjalan kilat tanpa antrean mengular sehingga sangat memungkinkan untuk bermain di strategi kuantitas. Bandingkan dengan urutan mengolah sempol yang melelahkan, tapi sering nggak setara dengan harga jualnya. Ya, hukum alam kuliner jalanan memang unik. Semakin sederhana operasionalnya, semakin panjang umur bisnisnya.

Es teh jumbo vs sempol ayam: ketika struktur biaya dan margin keuntungan jadi penentu hidup mati usaha

Mari bedah dapur finansial es teh jumbo dan sempol ayam dari sudut pandang paling jujur dengan membiarkan angka yang berbicara. Dari sisi bahan mentah, pembuatan sempol melibatkan protein hewani. Walau porsi daging ayam atau telurnya pas-pasan, komponen ini tetap krusial.

Baca Juga:

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

Masalahnya, harga telur ayam dikenal sebagai salah satu komoditas paling labil di muka bumi. Saat harga telur melambung, margin keuntungan langsung tergerus. Sialnya, telur wajib dipakai untuk celupan adonan agar teksturnya krispi dan gurih. Risiko fluktuasi bahan baku ini menuntut penjual sempol ayam selalu berada pada posisi terjepit, tapi nggak bisa sembarangan menaikkan harga jual sewaktu-waktu atau pembeli bakal pergi.

Sebaliknya, es teh jumbo melenggang kangkung dengan struktur biaya yang enteng. Bahan baku minimalisnya mendorong Harga Pokok Penjualan segelas es teh jumbo memegang rekor salah satu yang terendah di industri kuliner. Faktor ini memungkinkan harga jual bisa ditekan sangat murah di kisaran Rp3.000 sampai Rp5.000 saja.

Meski murah, persentase margin keuntungan yang dikantongi justru sangat menggiurkan dengan perputaran uang yang kilat lantaran menerapkan prinsip skala ekonomi. Praktis, es teh jumbo pinggir jalan terbukti jadi mesin pencetak cuan yang bersih, stabil, dan minim risiko.

Logika konsumen Indonesia: minuman adalah kebutuhan mutlak, jajanan hanyalah selingan

Urusan pasar, sempol ayam dan es teh jumbo jelas punya takdir berbeda sejak pertama tercipta. Sempol, meski adiktif, tetap diposisikan sebagai camilan sore. Sifatnya yang berminyak dan padat karbo membuat orang pikir-pikir untuk mengonsumsinya tiap hari. Belum lagi trennya yang cepat basi kalau nggak pintar berinovasi. Misalnya saja dengan menambahkan variasi saus atau keju.

Di sisi lain, es teh jumbo berjaya berkat hukum cuaca tropis Indonesia yang sering bikin emosi. Tanpa ada banyak inovasi dan variasi pun, konsumen juga nggak akan banyak protes hanya dengan eksistensi tunggal es teh rasa klasik di gerai.

Sebab, intinya adalah mendapat minuman dingin dan manis yang jadi solusi instan meredakan haus. Pun, dari segi produk, pola pembelian es teh punya karakter repetitif. Bukan hanya membeli sekali sehari, bahkan orang bisa jajan es teh jumbo lebih dari sekali dalam hari yang sama. Permintaan produknya tangguh karena langsung menyelesaikan urgensi manusia, rasa haus.

Pedoman berbisnis itu sejatinya simpel dan gampang saja. Apalagi, kalau targetnya pasar menengah ke bawah. Pokoknya, roda bisnis yang paling tangguh bukanlah yang paling banyak memikat lidah. Tapi yang paling piawai menjawab kebutuhan paling dasar.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Strategi Psychological Pricing Penjual Sempol yang Tidak Kita Sadar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2026 oleh

Tags: bisnis es teh jumboes teh jumboharga sempol ayamsempol ayam
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Es Teh Jumbo Tidak akan Bernasib Sial seperti Es Kepal Milo Mojok.co

Es Teh Jumbo Tidak Akan Bernasib Sial seperti Es Kepal Milo

2 Desember 2023
Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo Meraup Keuntungan (Unsplash)

Cara Licik Oknum Pedagang Es Teh Jumbo untuk Meraup Keuntungan Maksimal dari Polosnya Pembeli

8 Juli 2024
Es Teh Jumbo Tidak Bakal Laku di Solo, kalah Melawan Teh Lokal (Unsplash) es teh solo

Bisnis Es Teh Jumbo Belum Mati dan Justru Akan Segera Bangkit Lagi Gara-gara Cuaca yang Makin Tidak Masuk Akal

10 Mei 2025
Rahasia Es Teh Jumbo yang Nikmat ada di Oplosan Teh Solo (Unsplash)

Resep Nikmat Es Teh Jumbo Ala Teh Solo: Segar Tehnya, Nikmat Cuannya

13 Agustus 2024
Derita Bisnis Es Teh Jumbo yang Terancam Gulung Tikar (Unsplash)

Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat

11 Juli 2025
5 Dosa Penjual Es Teh yang Bikin Kapok Minum Lagi (Unsplash)

5 “Dosa” Penjual Es Teh yang Sering Terjadi dan Mengancam Kesehatan Pembeli, Bikin Kapok Minum Lagi

4 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
Warmindo ruang pengaman sosial terakhir buat kamu yang miskin (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Warmindo akan selalu menjadi ruang pengaman sosial terakhir bagi kita yang dompetnya sedang sekarat

14 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.