Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
28 Mei 2026
A A
PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat

PMII Bangkalan Aneh, Paling Getol Mengkritik Pemkab, tapi Prokernya Selalu Bermanis-manis sama Pejabat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari sekian organisasi eksternal (ormek) yang ada di Indonesia, saya yakin kalian akan mudah menebak ormek mana yang mendominasi di Bangkalan Madura. Ya, tentu saja the one and only, yakni PMII. Keberadaan PMII bahkan bukan saja mendominasi di Bangkalan Madura, tapi juga sampai memonopoli gerakan, terutama gerakan-gerakan di internal kampus. Singkatnya, kalau kalian bukan PMII artinya kalian nggak boleh ikut. Hehehe.

Nah, yang perlu kalian sadari, ketahuilah bahwa yang anggotanya banyak belum tentu kondisinya sehat, yang memukau luarnya juga belum pasti bagus dalamnya.

Demikian pula PMII Bangkalan, karena mereka mayoritas bukan berarti kebijakan mereka selalu benar-benar bijak. Beberapa masih perlu dikritik, terutama kebiasaan mereka bersama pejabat yang sering bermanis-manis.

PMII Bangkalan tidak bisa lepas dari para pejabat

Kalau saya ilustrasikan, PMII Bangkalan itu paling tepat kita sebut sebagai anak angkat para pejabat. Sebab, program kerja mereka seperti tak pernah bisa jalan jika tak dapat ridlo dari Pemkab. Kenapa saya bilang begitu, toh buktinya foto bupati dan wakil bupati tak pernah absen di pamflet proker PMII Bangkalan. Bahkan bukan bupati-wabup saja, jajaran DPR juga ikut terpasang.

Kemudian, foto para pejabat ini juga sering terpampang lebih besar daripada pengurus PMII Bangkalan sendiri. Misalnya, pamflet Konferencabnya kemarin. Haduh, apa patut foto pejabat pemkab ikut juga ikut ditempel. Lebih besar lagi. Jujur, saya malah berpikir kalau PMII Bangkalan itu sudah terang-terangan mengakui bahwa mereka disetir sama pejabat Bangkalan.

Maksud saya gini, kalau memang tidak disetir, apa urgensi nempelin wajah mereka di pamflet kalian?

BACA JUGA: Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

Demo yang diadakan jadi percuma

Kalau kita perhatikan mana ormek yang cukup sering mengkritik Pemkab Bangkalan, mungkin PMII akan berada di urutan pertama. Bahkan menurut saya, sepertinya tidak ada kader PMII Bangkalan yang sepanjang tahun bisa berjalan tenang tanpa ada demonstrasi. Saya sampai bingung, demonstrasi itu emang udah jadi program kerja atau benar-benar panggilan hati mereka, atau cuma pengen cari muka.

Baca Juga:

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

Saya tak mengatakan menyuarakan pendapat itu tidak baik. Kebebasan untuk menyampaikan kritik itu sangat baik. Apalagi di negara demokrasi seperti kita ini. Tapi masalahnya, apalah arti demo-demo itu jika setelahnya kalian tetap bermanis-manis pada kelompok yang kalin lawan. Bukankan itu malah mencederai gerakan?

Inilah yang membuat PMII Bangkalan terasa aneh, bulan kemarin demo mengkritik pemkab. Eh, bulan depan bisa ngadain acara besar-besaran sama pejabat.

Harus 100% berdiri bersama rakyat 

Gerakan pemuda, apalagi mengatasnamakan mahasiswa, sudah tidak ideal kalau hubungan dengan penguasanya sudah sangat harmonis. Bisa-bisa idealisme mereka akan dipangkas oleh uang, jabatan, dan kepopuleran. Nah, tiga hal itu saya harap tidak ada dalam diri PMII Bangkalan. Sebab jika demikian, sama saja gerakan merekan menipu masyarakat.

Seharusnya, PMII Bangkalan mesti menjadi gerakan yang berdikari. Tak perlu minta ditopang sama pemkab, apalagi secara terang-terangan bermanis-manis ditampilkan pada rakyat. Maksud saya gini, apakah konferencab-nya akan gagal jika tidak memasang wajah pejabat, apakah kalian tidak kreatif sampai kalian harus menjadi anak angkat mereka.

Jika PMII Bangkalan bisa berdiri dengan gerakannya sendiri, tentu kalian akan sepenuhnya bisa membela rakyat. Yah, kalau setengah-setengah menghamba pada pejabat, ya pengabdiannya untuk masyarakat juga pasti setengah.

Coba bayangkan, mau konferencab saja kalian harus minta izin sama bupati dan wakil bupati, apalagi kalau kalian bersikap kontra pada mereka.

Ya, itulah kritik saya pada PMII Bangkalan. Saya tak menyebut semua kadernya seperti itu, tapi strukturalnya memperlihatkan fenomena demikian. Maka maklum jika saya menyimpulkan PMII Bangkalan itu aneh, suku kritik tapi juga bermanis-manis sama orang yang sama.

Kalau PMII Bangkalan begini terus, jangan heran ya kalau mahasiswa akhirnya pindah ke ormek lain. Atau malah ormek akan makin tenggelam. Entah ya!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pahitnya Mahasiswa Surabaya Ditolak Kerja karena Rivalitas Organisasi Kampus, Intrik Klasik PMII vs HMI

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2026 oleh

Tags: Bangkalanorganisasi ekstraPMIIPMII Bangkalan
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Bangkalan Madura Semakin Jauh dari Kata Sejahtera (Unsplash)

Satu Tahun yang Lalu Saya Meramal Bangkalan Madura Tidak Akan Berkembang, dan Sekarang Ramalan Itu Terbukti

13 April 2025
Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

Bangkalan Madura Adalah Korban Utama dari Jembatan Suramadu, Bukan Surabaya

23 Oktober 2024
Blega, Kecamatan di Bangkalan Madura yang Ngebet Disebut Kota, Padahal Nggak Punya Apa-apa Mojok.co

Blega, Kecamatan di Bangkalan Madura yang Ngebet Disebut Kota, Padahal Nggak Punya Apa-apa

5 April 2024
Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan secara Menyeluruh Mojok.co

Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan

13 Juni 2025
Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Tinggal di Sini Mojok.co

Tinggal di Bangkalan Madura Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bakal Cocok Hidup di Sini

14 Mei 2025
hmi vs pmii uin ciputat kaderisasi kelemahan kelebihan senioritas uin syarif hidayatullah fakultas adab dan humaniora mojok

Balasan untuk Tulisan tentang HMI vs PMII yang Terbit di Terminal Mojok

22 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026
Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa Mojok.co

Akal-akalan pemandu yang bikin liburan di Lembang Bandung berakhir kecewa

28 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.