Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Metode Curang Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Ban Bukannya Beres, Malah Makin Rusak!

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
28 Juli 2024
A A
Cara Licik Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Salah Satunya dengan Sengaja Nambah Lubang!

Cara Licik Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Salah Satunya dengan Sengaja Nambah Lubang!

Share on FacebookShare on Twitter

Tukang tambal ban nakal itu bertebaran, dan inilah hal-hal curang yang mereka lakukan demi meraih keuntungan

Hari sial tidak ada di kalender. Kesialan bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Bentuk kesialan pun bermacam-macam. Kalau TKP-nya di jalanan, maka kesialan itu bisa berwujud ditabrak, nabrak, motor mogok, termasuk terjebak di lampu merah Artos yang kata tulisan ini, bisa ditinggal naik haji dulu saking lamanya.

Bagaimana dengan ban yang tiba-tiba bocor?

Ya, itu juga termasuk bentuk kesialan di jalan yang bisa bikin mood jadi berantakan. Bayangkan, di siang hari yang panas, saat perut lagi laper-lapernya, ban motormu tiba-tiba mbledus. Mau nggak mau, motor harus dituntun sepanjang jalan. Dibilang capek, pasti capek. Nafas jadi naik turun, keringetan di sana-sini, baju dan rambut ikutan lepek, ehhh… mantan lewat bareng pacar barunya, ngliat kamu yang lagi ada di titik terendah. Modyar!

Kesialan itu makin tampak nyata manakala bertemu dengan tukang tambal ban yang curang. Yaitu, tukang tambal yang memanfaatkan keadaan demi mendapatkan lebih banyak rupiah dari korbannya. Kalau kalian pikir bentuk kecurangan tukang tambal ban hanya sebatas pada menebar ranjau paku, ah, dolanmu kurang adoh. Ada kenakalan lain yang tanpa kita sadari kerap dilakukan oleh tukang tambal ban.

Bukannya nambal lubang, malah nambah lubang

Kenakalan yang paling sering dilakukan oleh oknum tukang tambal ban yaitu menambah lubang kebocoran pada ban. Seperti yang kita ketahui, untuk dapat menemukan titik kebocoran pada ban, tukang tambal ban biasanya akan merambang ban terlebih dahulu di dalam bak atau ember. Nah, saat merambang inilah pelaku akan beraksi.

Rupanya, oleh oknum tukang tambal ban curang ini, pada bak tempat merambang ban telah disiapkan benda tajam berukuran kecil. Nah, benda tajam inilah yang akan digunakan si pelaku untuk menambah jumlah lubang kebocoran pada ban. Makin banyak lubang kan makin cuan. Bahkan, banyaknya lubang tersebut bisa menjadi alasan bagi pelaku untuk merayu korban agar membeli ban baru di kios mereka.

Soal jual beli ban ini juga masuk ke dalam daftar kenakalan yang biasa dilakukan tukang tambal ban. Tapi nanti, itu dibahas terakhiran saja. Karena nyatanya, ada kecurangan lain yang dilakukan pelaku saat proses perambangan, selain menambah jumlah titik kebocoran di ban motor korban.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

Dop kurang kenceng, bilangnya bocor

Jadi begini. Pada saat perambangan, bisa saja terjadi, oknum tukang tambal ban tidak menemukan adanya lubang yang membuat ban jadi bocor. Perkara kenapa tiba-tiba si ban kempes, bisa jadi karena dop-nya saja yang kendor atau kurang kencang. Jadi, si angin keluar dari dalam ban. Btw, kalian tahu ‘dop’ nggak? Kalau nggak tahu, sama dong kaya saya. Saya juga awalnya nggak tahu apa itu ‘dop’.

“Tutup pentil, Buuu. Tutup pentillll.”

Begitu jawab narasumber yang saya wawancarai.

Kalau kasusnya seperti ini, jangan harap oknum nakal tukang tambal ban bakalan jujur. Alih-alih menyebut bahwa kempesnya ban karena dop-nya yang kendor, pelaku lebih memilih membuat lubang di ban motor korban. Lagi-lagi, dengan cara memanfaatkan benda tajam yang sebelumnya sudah mereka persiapkan. Pokoknya, bocor adalah kunci. Padahal mah kalau dop kendor itu solusinya tingal dikencengin saja, lalu dipompa. Beres.

Menawarkan ganti ban, tapi harga dinaikkan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, proses jual beli ban di kios tambal ban juga jadi sesuatu yang dimanfaatkan pelaku untuk memperdaya korbannya. Terutama, jika pelaku merasa bahwa korbannya adalah orang yang buta soal dunia perbengkelan. Umumnya sih yang jadi sasaran adalah konsumen perempuan. Nantinya, pelaku ini cukup bilang ke korban bahwa kondisi ban dalam sudah jelek, tidak mungkin lagi untuk ditambal sehingga butuh segera ganti yang baru. Korban yang nggak ngerti apa-apa ya bakalan ‘iya-iya’ aja. Sing penting beres. Nah, di sinilah kecurangan itu terjadi.

Saat menawarkan untuk ganti ban dalam, biasanya pelaku sudah menaikkan harga terlebih dahulu, Rupa-rupanya, pelaku sudah paham betul bagaimana karakteristik konsumen di level bawah. Yaitu, suka menawar. Jadi, pelaku sudah mengantisipasi dengan cara menaikkan harga ban terlebih dahulu. Sehingga jika nantinya konsumen menawar, mereka tetap untung. Apalagi kalau tidak menawar, wah, auto cuan.

Jual ban bekas, tapi…

Bagi yang belum tahu, di kios tukang tambal ban, ban dalam yang kondisinya baru tambalan 1 masih diperjualbelikan. Pangsa pasar ban ini adalah konsumen yang duitnya cekak. Maklum, harga ban ini bisa separo dari harga ban baru. Pelaku tinggal meyakinkan saja bahwa kualitasnya masih oke. Niscaya korban yang nggak ngerti apa-apa bakal setuju-setuju saja. Padahal mah kualitasnya ampas.

Nah, supaya tidak jadi korban dari kenakalan oknum tukang tambal ban ini, ada baiknya kita jadi konsumen yang cerdas dengan cara memantau proses tambal ban ini dari awal. Jangan cuma yang penting beres terus ditinggal mainan HP. Selain itu, berusaha untuk tidak panik juga penting. Tidak semua ban kempes itu karena terkena benda tajam. Bisa jadi hanya tutup spentilnya yang kendor.

Oh, ya. Tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan profesi tukang tambal ban, ya. Saya percaya masih banyak tukang tambal ban yang melakukan pekerjaannya di jalan yang lurus, semata demi mencari keberkahan dari setiap rupiah yang dia hasilkan.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Dosa Tukang Tambal Ban yang Perlu Banget Kalian Ketahu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2024 oleh

Tags: ban dalammodus jahatpenipuanpilihan redaksisisi gelaptambal bantukang tambal ban
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

Universitas Terbuka (UT): Kampus yang Nggak Ribet, tapi Berani Tampil Beda

26 Desember 2025
Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
5 Kuliner Semarang yang Rasanya Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

5 Kuliner Semarang yang Rasanya Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

29 November 2024
Mentoring Poligami: Ketika Fakboi Syariah, Persoalan Ekonomi, dan Ideologi Berkolaborasi terminal mojok.co

Mentoring Poligami: Ketika Fakboi Syariah, Persoalan Ekonomi, dan Ideologi Berkolaborasi

19 November 2021
Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

Bojonggede, Tempat Terbaik untuk Mengungsi dari Polusi Udara Jakarta yang Semakin Parah

14 Agustus 2023
Uniknya Salah Satu Masjid Busan di Korea Selatan: Atas-Bawah sama Diskotek

Uniknya Salah Satu Masjid di Busan Korea Selatan: Atas-Bawah sama Diskotek

31 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.