Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh KKN. Mei Mei dan Mail Jadi Kesayangan Karang Taruna, Ehsan Dibenci Teman-temannya

Aditya Firmansyah oleh Aditya Firmansyah
20 Mei 2024
A A
Upin Ipin Kalau Jadi Mahasiswa dan KKN Bakal Jadi Kayak Gini (Upin Ipin Fandom)

Upin Ipin Kalau Jadi Mahasiswa dan KKN Bakal Jadi Kayak Gini (Upin Ipin Fandom)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya membaca tulisannya mas Jevi Adhi Nugraha tentang 3 sikap mahasiswa KKN yang tidak cocok KKN di Gunungkidul. Saya jadi tergelitik untuk menuliskan karakter yang ada di serial Upin Ipin ketika menjalani KKN. 

Apakah duo kembar dan anak-anak Kampung Durian Runtuh akan menjalani KKN dengan sukses? Atau justru gagal dan mendapat kecaman dari penduduk desa karena banyak program KKN yang berhenti di tengah jalan, bahkan tidak terealisasikan sama sekali?

Apa yang akan terjadi kalau Upin Ipin dan anak Durian Runtuh KKN?

Upin Ipin adalah salah satu serial yang banyak digemari oleh kontributor Mojok sebagai bahan spekulasi. Tingkah laku mereka yang lucu dan cerita yang sering mirip dengan realitas kehidupan menjadikan mereka menarik untuk dibayangkan dalam situasi KKN. Setelah sebelumnya saya membayangkan bagaimana Upin Ipin dan anak Kampung Durian Runtuh menjadi mahasiswa, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas bagaimana mereka menjalani KKN.

KKN adalah momen yang paling ditunggu oleh mahasiswa selama masa kuliah selain wisuda. Banyak orang yang pernah menjajaki dunia perkuliahan, setuju, di mana momen yang paling dikenang bukan ketika proses pembelajaran di dalam ruang kelas kuliah, melainkan masa KKN. 

Momen yang hanya bisa dirasakan kurang lebih 40 hari itu, ternyata maknanya melebihi pengalaman-pengalaman perkuliahan di ruang kelas selama 4 tahun. KKN merupakan pembelajaran yang tidak hanya berbekalkan teori dan teori, tapi juga nilai praktis yang harus diikutsertakan.

Itu mengapa saya mencoba membayangkan karakter-karakter Upin Ipin dan anak Durian Runtuh menjalani masa KKN. Di mana pembelajaran untuk bersikap kritis dalam menemukan ide dan menemukan jalan tengah ketika sedang mengalami konflik, baik sesama teman sekelompok atau warga desa, selama KKN harus siap untuk ditaklukan. Berdasar latar belakang mereka saat ini, saya rasa ada beberapa karakter yang tidak bisa menjalani proses KKN dengan baik.

Upin Ipin: mahasiswa KKN yang proaktif dan solutif

Upin Ipin adalah kembar yatim piatu yang selama ini dirawat dan tinggal dengan Opah dan kakak perempuannya, yang bernama Kak Ros. Selama tinggal bersama nenek dan kakaknya, mereka mendapatkan pola asuh yang bisa dibilang keras. Sikap mandiri, disiplin, dan kerja keras selalu diterapkan.

Kematangan dalam bersikap itu yang kemudian menjadikan Upin Ipin tampil ciamik selama KKN. Tidak hanya menyumbangkan ide-ide dalam pembentukan proker, mereka adalah mahasiswa cerdas juga cekatan dalam mengaplikasikan ide yang telah disepakati oleh satu kelompok KKN-nya.

Baca Juga:

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Ehsan sebagai ketua kelompok yang dibenci karena non-aksi

Berbeda jauh dengan apa yang dimiliki Upin Ipin, Ehsan adalah mahasiswa cukup cerdas, berwibawa, dan punya privilege berupa kekayaan dari orang tuanya. Ini membuat dirinya menjadi disegani oleh teman-teman KKN-nya. Hal itu alasan yang membuat mahasiswa yang mempunyai laqob Intan Payong itu diangkat oleh teman-teman mahasiswa KKN-nya sebagai ketua kelompok.

Tapi, tak selamanya karib Upin Ipin ini menjadi ketua kelas mendapatkan keseganan oleh teman-temannya. Walaupun terdapat beberapa ide-ide yang dia sumbangkan, ternyata belum cukup. 

Terkadang dia mendapatkan perlakuan kurang enak dari teman-temannya dikarenakan dia hanya bisa “omong-omong tok”. Sudah begitu hanya suka menyodorkan perintah. Tapi, masalah aksi, dia sering tidak terlibat. Jadi tidak mengherankan ketika rapat evaluasi, dia terkena banyak semprot oleh teman-teman kelompok KKN-nya.

Mei Mei, mahasiswa KKN yang diidolakan warga desa karena pesonanya

Mei Mei selayaknya bintang film berkunjung ke desa. Ini membuat warga desa berbondong-bondong mendekatinya hanya ingin sekadar melihat dan takjub. Sebagai keturunan yang identik dengan mata sipit dan kulit mulus putihnya, membuat dirinya tidak jarang dijodohkan dengan anggota Karang Taruna di forum-forum rapat.

Selain parasnya yang cantik, sebagai mahasiswa pendidikan, teman baik Upin Ipin ini mempunyai ilmu mengajar dan parenting yang baik. Makanya, tak jarang banyak anak-anak setelah pulang dari sekolah, berkunjung ke posko putri hanya karena ingin duduk di sebelah dan bercerita bareng Mei-Mei.

Mei Mei adalah anggota idaman. Bagaimana tidak. Sudah cantik, pandai mengajar, juga pintar memasak. Kurang apa lagi?

Jarjit dan Susanti: pasangan kekasih di serial Upin Ipin yang menjalani KKN bersama

Jarjit dan Susanti sudah menjadi pasangan kekasih lama sebelum KKN. Hal itu terbukti dari Jarjit yang menyimpan foto Susanti. Keduanya saling mengidolakan seperti terlihat di serial Upin Ipin musim 16, episode “Susanti Suka Jarjit”. 

Kedekatannya yang sudah terjalin lama membuat keduanya ingin KKN di lokasi yang sama. Dengan kebersamaan mereka, bisa mengikis rasa khawatir untuk tidak kehilangan. Perencanaan KKN sudah mereka lakukan jauh hari. Dan syukur, keduanya mendapatkan slot yang sama.

Tingkah pacaran mereka tidak hanya berimplikasi pada diri sendiri. Teman-teman satu kelompok bahkan mengalami kerugian. Misalnya, muncul perasaan segan ketika menjalani proker KKN. Ya, bagaimana lagi, apa-apa harus bareng berdua. 

Ijat portrait mahasiswa KKN yang tidak punya pendirian, apa-apa terserah

Term “terserah” selama ini banyak kita representasikan terhadap perempuan. Tapi, tidak selamanya. Sebenarnya, term ini cocok direpresentasikan kepada orang-orang yang kurang kritis dan kapabilitas verbal mereka kurang. Sebut saja Ijat, salah satu sosok figuran di serial Upin Ipin.

Tidak hanya sikap ketergantungan Ijat terhadap pendapat teman, rasa insecure dan introvert melengkapi sisi negatif Ijat. Makanya sering terjadi Ijat enggan mengikuti rapat atau diskusi bersama Karang Taruna. 

Dirinya mau berpartisipasi dalam kinerja pokok saja. Selain itu, misalnya rapat bersama Karang Taruna, tidak berkenan. Maka dari itu, tidak heran jika ia menjadi anggota KKN yang tidak banyak dikenal oleh warga.

Mail, mahasiswa KKN yang mudah berinteraksi dan akrab dengan penduduk desa

Berlawanan dengan Ijat, Mail di serial Upin Ipin adalah sosok mahasiswa yang mudah bergaul dan menyesuaikan dengan lingkungan. Pola pengasuhan berdagang orang tua Mail sejak kecil membuat dirinya andal berinteraksi. 

Tidak heran jika Mail, setiap malam, mau saja melakukan ronda dengan bapak-bapak. Tidak hanya berinteraksi dengan bapak-bapak, Mail juga senang bermain dan bercerita dengan anak-anak. Keterbukaan dan mudah menyesuaikan diri membuatnya disukai dan dikenal oleh penduduk desa.

Selain itu, sebagai mahasiswa yang piawai berdagang membuat Mail pandai dalam perencanaan dan manajemen. Soft skill Mail itu berdampak positif. Makanya, banyak program yang dia dan hasilnya memuaskan. Oleh sebab itu, Mail adalah mahasiswa KKN idaman versi cowok.

Itu sedikit gambaran Upin Ipin dan anak Kampung Dunia Runtuh menjalani KKN. Setiap karakter memiliki potensi dan tantangan. Ini menjadikan pengalaman KKN mereka unik, seru, dan penuh pembelajaran. Melihat keseruan itu, saya lantas berharap tidak hanya sampai pada kreasi imajinasi. Semoga bisa hadir melalui episode di serial Upin Ipin. Semoga saja!

Penulis: Aditya Firmansyah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Membayangkan Upin Ipin Jadi Joki Skripsi: Ehsan Sudah Pasti Jadi Klien, Dijauhi Mei Mei, dan Dimarahi Kak Ros

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2024 oleh

Tags: EhsanijatJarjitKampung Durian RuntuhMailmei meiSusantiUpin Ipin KKNUpin Ipin mahasiswaupin-ipin
Aditya Firmansyah

Aditya Firmansyah

Seorang guru sekolah dasar. Selebihnya menghadapi hidup dengan olesan FreshCare.

ArtikelTerkait

5 Karakter yang Lebih Melarat dari Upin Ipin, tapi Jarang Disadari Penonton Mojok.co

4 Karakter yang Lebih Melarat dari Upin Ipin, tapi Jarang Disadari Penonton

5 Mei 2025
Mengenal Abang Roy dalam Serial Upin Ipin, Tokoh Antagonis yang Mengusik Ketenangan Kampung Durian Runtuh Mojok.co

Mengenal Abang Roy dalam Serial Upin Ipin, Tokoh Antagonis yang Mengusik Ketenangan Kampung Durian Runtuh

2 April 2024
Menebak Sosok Misterius yang Menjadi Suami Opah “Upin Ipin”

Menebak Sosok Misterius yang Menjadi Suami Opah “Upin Ipin”

25 Januari 2025
Membayangkan Tingkah Laku Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra kalau Punya Grup WhatsApp Mojok.co jogja kuliah di jogja

Membayangkan Tokoh Upin Ipin Kuliah di Jogja: Susanti Nongkrong di Bonbin, Ehsan Jadi Anak Amikom

21 Januari 2025
Menebak Alasan Orang Dewasa Masih Suka Nonton Upin Ipin, Ingin Nostalgia hingga Episode yang Ghibah-able Mojok.co

Alasan Orang Dewasa Masih Suka Nonton Upin Ipin, Ingin Nostalgia hingga Episode yang Ghibah-able

23 Mei 2024
5 Kekacauan yang Mungkin Terjadi Kalau Dennis Masuk Upin Ipin Universe dan Jadi Warga Kampung Durian Runtuh kuliah di malang

Membayangkan Tokoh Upin Ipin Kuliah di Malang: Upin di UM, Ipin di Polinema, dan Ehsan Pasti Kuliah Di Binus Malang  

30 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.